Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kiichiro Toyoda, Founder Toyota yang Memulai Bisnis dari Usaha Mesin Tenun

Kisah di balik berdirinya Toyota, ternyata berawal dari usaha mesin tenun
Kiichiro Toyoda, Founder Toyota yang Memulai Bisnis dari Usaha Mesin Tenun
Kiichiro Toyoda, Founder Toyota yang Memulai Bisnis dari Usaha Mesin Tenun

Bisnis.com, JAKARTA - Di Indonesia, penjualan mobil masih terus bertambah. Salah satu mobil yang paling laris adalah merek Toyota

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2023 ada 1.005.802 unit mobil terjual secara wholesales dan 998.059 mobil terjual secara ritel sepanjang 2023.

Dari total penjualan tersebut, sebanyak 66.461 unit adalah Toyota Kijang Innova. Mobil Toyota lainnya yang juga laris manis antara lain ada Avanza sampai 59.543 unit, Calya 45.801 unit, Rush 39.340 unit, dan Veloz 20.820 unit. 

Pada Februari 2024, Gaikindo juga mencatat Toyota sebagai mobil terlaris di Indonesia dengan total penjualan merek tersebut mencapai 70.291 unit. 

Sosok di balik Toyota

Kiichiro Toyoda, Founder Toyota yang Memulai Bisnis dari Usaha Mesin Tenun

Mengutip laman resmi Toyota Indistries Corporation, di balik mobil terlaris di Indonesia itu ada sosok Kiichiro Toyoda, pendiri Toyota Motor Corporation dan Grup Toyota yang berpusat pada otomotif. 

Pada 1920, Kiichiro lulus dari Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, di Universitas Kekaisaran Tokyo. Setelah lulus, dia tetap di Universitas Kekaisaran Tokyo di Fakultas Hukum selama kurang lebih tujuh bulan hingga Maret 1921. 

Kiichiro menggunakan semangat penemuan dan basis bisnis yang diwarisi dari ayahnya Sakichi Toyoda untuk berekspansi ke bisnis otomotif dan membangun fondasi Grup Toyota saat ini.  

Sakichi Toyoda lahir pada tanggal 14 Februari 1867 di desa Yamaguchi (sekarang bagian dari kota Kosai) di Prefektur Shizuoka. Tahun ini juga menandai lahirnya Jepang modern.  

Setelah lulus sekolah dasar, Sakichi mulai bekerja menjadi asisten ayahnya di bidang pertukangan kayu. Sejak usia 14 atau 15 tahun, Sakichi mulai memikirkan cara agar ia bisa berguna bagi orang-orang di sekitarnya dan mengabdi pada negaranya.

Sakichi sangat terinspirasi oleh buku Saigoku risshi hen, yang diterbitkan pada 1870, yang menceritakan seorang penemu dan perancang mesin tekstil seperti mesin pemintal dan alat tenun listrik, memicu keinginan Sakichi untuk belajar.  

Saat berusia 18 tahun di mencoba bereksperimen untuk membuat mesin dalam upaya membawa negaranya untuk lebih maju. Suatu saat, dia berpikir jika dia bisa menemukan cara untuk meningkatkan efisiensi alat tenun tangan, itu akan bermanfaat bagi banyak orang.

Sakichi mulai bekerja di sebuah gudang, dia membangun dan menghancurkan sejumlah alat tenun. Pada 1890, Sakichi melakukan perjalanan ke Ueno di Tokyo untuk mengunjungi Pameran Mesin Nasional Ketiga. Banyak mesin baru buatan Jepang dan luar negeri dipamerkan. Sakichi sangat terkesan dan banyak mendapat ide dari pameran tersebut. 

Hingga kemudian, pada musim gugur tahun yang sama, penemuan sukses pertama Sakichi tercapai. Alat ini dikenal sebagai alat tenun tangan kayu Toyoda. Sakichi menerima paten pertamanya untuk alat tenun itu pada 1891 saat dia berumur 24 tahun.

Kiichiro Toyoda, Founder Toyota yang Memulai Bisnis dari Usaha Mesin Tenun

Semakin besar dan banyak penemuannya, Sakichi kemudian membentuk Toyoda Automatic Loom Works, perusahaan manufaktur teknik yang didirikan pada 1926. Hal ini membuatnya mendapat julukan bapak revolusi industri Jepang.  

Toyoda menemukan dan menginovasi berbagai perangkat tenun yang berfokus pada tekstil, memperkenalkan sistem bahan bakar inovatif yang digunakan untuk menggerakkan mesin bermerek Toyoda miliknya. Penemuannya yang paling terkenal adalah alat tenun bertenaga otomatis yang di dalamnya ia menerapkan prinsip Jidoka, yang berarti mesin berhenti sendiri ketika terjadi masalah. 

Melebarkan Sayap ke Otomotif

Kiichiro Toyoda, Founder Toyota yang Memulai Bisnis dari Usaha Mesin Tenun

Anak pertama Sakichi, Kiichiro Toyoda, yang lahir pada 11 Juni 1894, Kiichiro Toyoda membujuk ayahnya, sebagai kepala bisnis Toyoda Loom Works, untuk berinvestasi dalam ekspansi Toyoda Loom Works menjadi divisi mobil konsep, yang pada saat itu dianggap berisiko bagi bisnis keluarga.  

Sesaat sebelum Sakichi Toyoda meninggal, dia akhirnya merestui dan mendukung putranya untuk mengikuti mimpinya untuk melebarkan sayap ke usaha manufaktur mobil. 

Kiichiro kemudian memperkuat kecakapan mekanik yang dimiliki keluarganya dalam menciptakan alat tenun uap, minyak, dan listrik, dan mengembangkan Toyota Motor Corporation yang membuat nama perusahaan ayahnya semakin mendunia. Dia juga mengubah ejaan nama perusahaannya dari Toyoda menjadi Toyota untuk mendapatkan keberuntungan.

Pada 1933, departemen manufaktur mobil baru didirikan di Toyota Industries Corporation dan pada 1936, perusahaan ini ditetapkan sebagai perusahaan berlisensi berdasarkan Undang-Undang Manufaktur Otomotif.  

Pada 1937, perusahaan ini merdeka dengan nama Toyota Motor Corporation dengan Kiichiro menjadi wakil presidennya. Kemudian, pada 1941, Kiichiro menjabat sebagai presiden.

Kiichiro adalah tokoh kunci yang membuka jalan bagi industri otomotif Jepang. Tanpa dirinya, industri otomotif Jepang diperkirakan akan kurang berkembang. Industri otomotif memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung perekonomian Jepang. Jumlah mobil yang diproduksi di Jepang meningkat drastis dari 70.000 menjadi 11,4 juta antara tahun 1955 dan 1980, dan pada 1980 melebihi jumlah mobil yang diproduksi di Amerika Serikat.

Sayangnya, Toyoda tidak pernah tahu kesuksesan yang akan menghampirinya lantaran dia mengundurkan diri dari perusahaan yang dia kembangkan pada 1950 sebagai reaksi terhadap lesunya penjualan dan profitabilitas. Dia meninggal dua tahun kemudian. Orang-orang pada zamannya memanggilnya "Thomas Edison-nya Jepang".  

Pada 1957, sepupu dan orang kepercayaannya Eiji Toyoda menggantikannya sebagai pimpinan Toyota Motor Corporation, dan membangun kesuksesan ekspansi mendiang Toyoda menjadi konglomerasi teknik kelas dunia dan peluncuran merek mewah paling terkemuka di Jepang, Lexus.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper