Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sosok Moris Chang Pendiri TSMC, Pabrik Semikonduktor Terbesar yang Terdampak Gempa Taiwan

Profil founder TSMC, yang mengalami gempa dahsyat Taiwan kedua kalinya
Moris Chang Pendiri TSMC, Pabrik Semikonduktor Terbesar yang Terdampak Gempa Taiwan
Moris Chang Pendiri TSMC, Pabrik Semikonduktor Terbesar yang Terdampak Gempa Taiwan

Bisnis.com, JAKARTA - Taiwan baru saja diguncang gempa Magnitudo 7,4 pada Rabu (3/4/2024), yang tak hanya merusak banyak gedung dan rumah, juga menunda kelangsungan sejumlah bisnis termasuk pabrik semikonduktor terbesar di Taiwan, TSMC. 

Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) melaporkan setelah gempa terbesar yang pertama kali dirasakan di Taiwan, semua pekerjanya selamat dan mereka yang dievakuasi sudah mulai kembali ke beberapa jalur pabrik. 

TSMC mengatakan lokasi konstruksi masih dalam kondisi normal pada pemeriksaan awal. Namun, perusahaan memutuskan untuk menunda pekerjaan di lokasi tersebut sambil melakukan inspeksi. 

Perusahaan juga melaporkan bahwa pekerjaan di pabrik tersebut akan dilanjutkan setelah pemeriksaan lebih lanjut dan TSMC masih mengevaluasi rincian dampak gempa.

Adapun, prosedur pemeriksaan dan evaluasi kerusakan yang menunda pekerjaan di pabrik tersebut bisa menyebabkan produksi chip dari TSMC harus tertunda. 

Sebagai produsen chip terbesar di dunia, perlambatan produksi dari TSMC berpotensi menimbulkan kenaikan harga karena kelangkaan. 

Pendiri TSMC

Berhasil menjadi perusahaan manufaktur semikonduktor terbesar di Taiwan, perusahaan ini dibangun oleh Moris Chang pada 1987. 

Chang merupakan pria kelahiran Ningbo, Zhejiang, China pada 10 Juli 1931. Chang yang awalnya ingin menjadi seorang penulis, tak mendapat restu dari ayahnya. 

Hingga pada 1949 Chang pindah ke Amerika Serikat untuk kuliah di Universitas Harvard. Dia kemudian dipindahkan ke Institut Teknologi Massachusetts, di mana dia memperoleh gelar Bachelor of Science pada 1952 dan Master of Science pada 1953, di bidang teknik mesin.  

Setelah lulus, Chang kemudian mulai bekerja di Texas Instruments sebagai manajer teknik pada 1958. Sambil bekerja, dia menerima gelar Ph.D. di bidang teknik elektro dari Universitas Stanford pada 1964.

Selama 25 tahun di Texas Instruments, Chang terus naik jabatan di jajaran manajemen, dan akhirnya menjadi wakil presiden senior yang bertanggung jawab atas bisnis semikonduktor global perusahaan. 

Sudah mencapai posisi yang tinggi, dia memutuskan meninggalkan Texas Instruments pada 1984 untuk menjadi presiden General Instrument Corporation, tetapi setahun kemudian pemerintah Taiwan merekrutnya untuk mengambil alih jabatan presiden Institut Penelitian Teknologi Industri.

Ditugaskan oleh pemerintah karena mengembangkan industri semikonduktor Taiwan yang masih baru, Chang menyadari bahwa perusahaan elektronik semakin perlu melakukan outsourcing untuk memangkas biaya, jadi dia memutuskan untuk mendirikan perusahaan yang akan bekerja berdasarkan kontrak untuk memenuhi kebutuhan desain perusahaan tersebut dengan membuat chip dan perangkat elektronik lainnya.  

Dengan bantuan dari pemerintah Taiwan, dia mendirikan dan menjadi CEO pertama TSMC, yang dia bangun menjadi salah satu pembuat chip paling menguntungkan di dunia. 

Pada 1999 TSMC sudah bisa melayani klien di seluruh dunia, termasuk Motorola, Siemens AG, dan Texas Instruments, dan menikmati penjualan bersih lebih dari US$1,5 miliar per tahun.  

Chang kemudian menjadi promotor e-commerce terkemuka, menempatkan “perpustakaan teknologi” di Internet yang memungkinkan pengguna mengakses informasi tentang produk dan desain TSMC. 

Pada 2005 Chang mengundurkan diri sebagai CEO, namun dia terpilih kembali untuk jabatan tersebut empat tahun kemudian. Kembalinya dia terjadi ketika TSMC mulai berekspansi ke sel surya dan dioda pemancar cahaya (LED).  

Chang kemudian resmi pensiun sebagai CEO TSMC pada 2018.

Sebagai sosok yang dicintai di Taiwan, Chang dihormati tidak hanya karena kecerdasan bisnisnya namun juga karena kepeduliannya terhadap pelanggan dan Taiwan.  

Sempat mengalami gempa bumi dahsyat yang melanda Taiwan pada September 1999, Chang mendorong para manajernya untuk memulihkan produksi perusahaan hingga 90 persen dari kapasitasnya dalam beberapa hari setelah bencana, dan TSMC menyumbangkan dana bantuan sebesar US$6,3, juta kepada Palang Merah.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper