Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emotional Dashboard, Indikator Penting Suksesmu!

-- Tatkala mesinmu kedinginan, itu artinya emosi kita cenderung “dingin”, tidak ada emosi. Namun, tatkala mesin kita kepanasan, artinya emosi kita sedang tinggi dan mudah marah--
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 16 April 2013  |  13:36 WIB
Emotional Dashboard, Indikator Penting Suksesmu!
Bagikan

-- Tatkala mesinmu kedinginan, itu artinya emosi kita cenderung “dingin”, tidak ada emosi. Namun, tatkala mesin kita kepanasan, artinya emosi kita sedang tinggi dan mudah marah--

Ingat kata dashboard, Anda pasti jadi ingat dengan berbagai penunjuk dan indikator di mobil ataupun alat transportansi lainnya. Dashboard ini begitu besar manfaatnya, karena dari situlah kita bisa mengetahui: bagaimana kondisi kendaraan kita. Apakah masih cukup bensin, apakah butuh tune up, apakah perlu perawatan khusus ataukah terlalu “panas” sehingga perlu di dinginkan! Hal yang sama ternyata berlaku juga dengan kondisi diri kita. Saya menyebutnya sebagai Emotional Dashboard. Nah, pertanyaannya: Sehatkah emotional dashboard Anda? 

Perhatikan sebuah kendaraan, khususnya mobil. Di depan sang supir biasanya terdapat panel besar yang berisi berbagai petunjuk angka, sifatnya bisa digital maupun bisa pula yang ditunjukkan lewat anak panah yang menunjukkan kondisi mesin dan kendaraan saat itu.

Mari kita perhatikan beberapa indikator dashboard yang penting tersebut. Pertama-tama, adalah indikator bahan bakar (BBM). Indikator pertama ini menunjukan berapa banyak bahan bakar yang masih tersedia. Biasanya, inilah yang dicek orang tatkala mesinnya mogok. Dan ketika indikator BBM ini mulai merah, maka pengendara kendaraan akan segera mengisinya karena tahu bahwa kendaraan tidak akan bisa berjalan lama lagi, kalau tidak segera diisi.

Indikator berikutnya adalah penunjuk temperatur mesin. Penunjuk ini menunjukkan kepada kita apakah temperatur masih dalam ranah yang terlalu panas ataukah masih dingin. Jika terlalu panas, mesin perlu didinginkan atau ia akan terbakar bahkan bisa meledak!

Lantas, ada indikator ketiga yakni speedometer yang menunjukkan laju kecepatan kendaraan Anda saat ini. Terlalu lambat, bakalan lama sampai tujuan. Terlalu, cepat, kendaraan Anda mungkin takkan terkendali. Lantas ada pula indikator lainnya yakni petunjuk oli mesin. Alat ini untuk memberitahukan kepada Anda apakah kondisi oli mesin masih bagus ataukah sudah terlalu jenuh sehingga perlu segera diganti.

Sebenarnya, dalam kenyataannya, masih ada fitur-fitur lainnya seperti  tachometer yang mengindikasikan putaran mesin yang optimal saat pindah gigi. Hal ini tidak terlalu penting di dunia transportasi umum, tapi biasanya akan sangat berguna di dunia balap mobil ataupun motor.

Ada juga indikator handbrake, ataupun indikator pintu, serta masih banyak lagi. Namun, umumnya, keempat indikator utama di atas itulah yang seringkali menjadi indikator utama yang harus diperhatikan. Hal yang sama juga bisa dianalogikan dalam kehidupan kita! Mari kita jawab pertanyaan penting ini bagaimana indikator dashboard kendaraan itu kita kaitkan dengan kehidupan dan pekerjaan kita?

INDIKATOR BBM=ENERGI LEVEL ANDA

Pertama-tama, bicara soal indikator BBM. Ini dapat diibaratkan dengan level energi kita setiap hari. Indikator ini menunjukkan seberapa banyak energi yang tersisa ataupun seberapa banyak energi yang Anda miliki saat ini untuk bekerja saat ini. Ingatlah, ketika energi level kita lagi low alias rendah maka kita jadi malas untuk mengerjakan sesuatu. Anda tidak punya energi sama sekali.

Sebaliknya, saat energi Anda high, Anda merasa antusias serta bersemangat untuk melakukan pekerjaan Anda saat ini. Nah, cobalah untuk bertanya dimanakah energi levelmu sekarang atau setiap hari? Ingatlah, ketika level energi staminamu rendah, maka energi yang diperlukan untuk bekerja juga akan lebih besar.

Nah, salah satu tanda-tandanya adalah Anda melihat orang yang kelihatannya sangat sibuk, tetapi hasilnya tidak tercapai bahkan banyak target yang tidak dilampaui tercapai. Jadi pertanyaannya: orang ini duduk dan nonglrong lama di meja kerja, tapi kerjanya ngapain aja sih kok kagak ada hasilnya?

Apa sih gunanya kita menaikkan energi level ini? Yang jelas, ada banyak manfaatnya. Paling tidak, ada hal yang akan bisa kita selesaikan dalam waktu yang singkat. Selain itu, ketika energi level kita tinggi, kualitas pekerjaan yang kita lakukan lebih tinggi. Dan ujung-ujungnya, keluarga serta kerja kitapun bisa lebih seimbang, sehingga memungkinkan pula adanya waktu untuk hal-hal yang pribadi, yang kita sukai.

Sebenarnya, langkah untuk menaikkan stamina energi level kita adalah dengan memperhatikan dua hal penting yakni: masalah-masalah emosional yang menganggu Anda serta memperhatikan gangguan-gangguan yang mendistraksi Anda setiap hari sehingga tidak fokus. Faktor peyebab energi yang rendah ini juga terkait dengan kondisi fisik yang sedang sakit, letih maupun mengantuk.

TERMOMETER MESIN=LEVEL EMOSI ANDA

Termometer mesin itu dapat diindikasikan sebagai kondisi emosimu saat ini? Apakah masih cool ataukah sudah terlalu hot?Perlukah time out untuk mendinginkannya atau tidak?

Pertanyaannya, bagaimana suhu termometer mesin ini terkait dengan kehidupan kita setiap hari? Sederhana saja. Tatkala  mesinmu kedinginan, itu artinya emosi kita cenderung “dingin”, tidak ada emosi atau dengan kata lain kita nggak excited sama sekali. Namun, tatkala mesin kita kepanasan, artinya emosi kita sedang tinggi dan kita gampang terpicu serta mudah marah, bahkan oleh hal-hal yang kecil.

Yang jelas, berhati-hatilah kalau thermometer Anda termasuk yang mudah panas. Satu-satunya cara, menghindari ini adalah dengan belajar meningkatkan ambang batas toleransimu serta mengendalikan self talk di dalam pikiran kita saat bertemu ataupun menghadapi hal-hal yang dirasakan mengganggu Anda setiap harinya.

SPEEDOMETER=LEVEL STRESS ANDA

Nah, indikator yang satu ini untuk menunjukkan kepada kita seberapa rendah atau tingginya ketegangan (stress) yang kamu rasakan akibat dari tekanan pekerjaan saat ini. Mengapa penting? Masalahnya begini, dulu orang berpikir stress itu selalu buruk. Namun, hasil penelitian menunjuukan stress terlalu rendah bisa membuat kita berkinerja rendah.

Masalahnya, kita jadi merasa tidak ada tantangan sama sekali. Namun, tatkala stress terlalu tinggi, juga tidak baik misalkan jika load kerja terlalu banyak. Kinerja pun jadi menurun!Itulah sebabnya disarankankita perlu memastikan bahwa kita berada di putaran yang tidak terlalu lambat, juga tidak di putaran yang terlalu cepat. Kadang kita membutuhkan level stress tertentu untuk menggairahkan hidup kita. Orang menyebutnya eustres!

INDIKATOR OIL=LEVEL MOTIVASI ANDA

Indikator terakhir yang ingin saya bahas adalah indikator oli kita. Memang sih yang namanya oli tidak perlu kita ganti setiap harinya. Bahkan bisa lama banget baru perlu diganti. Namun, kalau oli kita sudah jenuh, maka perlu segera diganti apalagi kalau mesinnya sering dipakai. Kalau tidak, mesinlah yang akan jadi taruhannya!

Nah, hal yang sama bisa dibaratkan dengan diri kita juga. Hal ini dapat diibaratkan dengan motivasi hidup kita. Sesekali, kita juga perlu ganti olinya alias meningkatkan motivasi kita kembali. Bagaimana caranya? Paling tidak ada tiga hal yang bisa Anda lakukan.

Bisa dilakukan dengan mengganti oli sendiri, alias mencari motivasi sendiri. Bisa dengan minta bantuan yakni dengan berkonsultasi dengan yang lebih sukses. Ataupun dengan melakukan tune up, alias turun mesin yang serius misalkan dengan meningukuti training ataupun sesi seminar yang lebih serius.

Nah, mulai serkarang lebih pekalah dan sering-seringlah melakukan pengecekan berkala terhadap keempat emosional dashboard Anda tersebut: energi level, level emosi, level stress, serta level motivasi Anda! Jika ada yang angkanya mulai merah, segera lakukan sesuatu untuk mengantisipasi serta memperbaikinya! Itulah angka-angka yang penting bagi kesuksesan kerjamu! (msb)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manajemen kiat manajemen anthony dio martin

Sumber : Anthony Dio Martin

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top