Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kreativitas Will. I. Am

---- Dari Will.I.Am menuju ke I Am Angel lantas ke I.Am Foto dan sebentar lagi sampai ke I.Am Auto. Sebentuk fenomena mengagumkan yang hanya mampu dihasilkan oleh manusia cerdas pemilik ide-ide nan gemilang.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Juni 2013  |  01:26 WIB
Kreativitas Will. I. Am
Bagikan

---- Dari Will.I.Am menuju ke I Am Angel lantas ke I.Am Foto dan sebentar lagi sampai ke I.Am Auto. Sebentuk fenomena mengagumkan yang hanya mampu dihasilkan oleh manusia cerdas pemilik ide-ide nan gemilang.

Lahir dengan nama William James Adams pada 1975 lampau. Publik kemudian mengenal dirinya dengan sapaan Will.I.Am (secara bebas artinya "Akankah Saya.")

Sejarah kemudian mencatat ia adalah rapper tangguh yang bersama kelompoknya Black Eyed Peas menerima delapan American Music Awards, tujuh Grammy Awards, tiga Music Awards Dunia, dua Video Music Award, satu Billboard Music, dan satu Teen Choice Award. Segepok penghargaan yang hanya mampu diraih oleh segelintir pemusik (kelompok musik.)

Sesuai dengan namanya – Akankah Saya – Will.I.Am tidak berhenti berkreasi. Ia menjelajah dunia akting dengan membintangi beberapa film laris, seperti Madagascar 2: Escape from Africa (pengisi suara Moto-Moto) dan X-Men Origins: Wolverine.

Tidak hanya itu, sekarang Will.I.Am juga menjadi filantrofis dunia melalui lembaga bernama I Am Angel. I Am Angel dijadikan perkakas bagi Will.I.Am untuk mendorong anak-anak merengkuh impiannya melalui pendidikan, kesempatan dan inspirasi. Intinya pada masa depan harus muncul Bill Gates-Bill Gates baru yang menginspirasi dunia.

Dari penyanyi, menjadi pemain film dan kemudian terjun dalam kegiatan sosial sudah lazim dilakukan para pesohor. Namun bukan “Akankah Saya” apabila aktivitasnya hanya sebatas itu. Will.I.Am melampaui para pesohor lainnya. Bahkan layak juga disebut melampaui jamannya. Will.I.Am menjadi kreator (pemikir), inventor (penemu) sekaligus inovator (“penjual”) produk-produk berbasis teknologi.

Ia didaulat menjadi “Director of Creative Innovation” dari perusahaan teknologi papan atas, Intel. Alhasil ia memiliki hak istimewa untuk berkantor di kantor pusat Intel, Santa Clara California. Tugasnya satu: mengeluarkan ide-ide liar untuk Intel.

Perusahaan paling inovatif dikolong langit, Apple, juga memakai ide-ide gila Will.I.Am. Ia mendapat ‘hak prerogatif’ untuk mengobrak-abrik isi iPhone atau iPad. Apa ide liarnya? Produk kamera digital dengan merek “I.Am+foto” dengan 14 mega pixel yang dibaliknya ternyata ada iPhone 5. Jika Will.I.Am menggelar konser di Indonesia, I.Am+foto sudah bisa membidik gaya atraktifnya dipanggung sambil penonton mengabarkan ke empat penjuru mata angin melalui iPhone 5 tentang gerak rancaknya di panggung.

Will.I.Am tidak hanya sekadar kreator (pemikir) atau inventor (penemu). Ia juga inovator (“penjual”) nan tangguh. Pada 2012 koceknya bertambah tebal hampir mendekati angka Rp400 miliar karena perusahaan teknologi HTC membeli mayoritas saham dari Beat Electronics yang tak lain didirikan bersama rapper lainnya, Dr. Dre. Sukses berikutnya tinggal menunggu waktu lagi karena “Akankah Saya” mau meluncurkan mobil murah, nyaman dan inovatif bermerek I.Am Auto.

Dari Will.I.Am menuju ke I Am Angel lantas ke I.Am Foto dan sebentar lagi sampai ke I.Am Auto. Sebentuk fenomena mengagumkan yang hanya mampu dihasilkan oleh manusia cerdas pemilik ide-ide nan gemilang.

Will.I.Am bukan lulusan dari sekolah bisnis terkemuka. Namun tak dapat disangkal, ia memahami dengan bagus hukum-hukum kreativitas-inovasi untuk kemudian dipraktikkan dengan paripurna dalam wujud produk (jasa) baru.

Secara teori, kreativitas-inovasi adalah sebuah tindakan yang: (1) mengerjakan dengan cara berbeda, (2) menembus kelaziman/breakthrough, (3) menjalankan dengan metode dan sistem baru, (4) mempergunakan proses dan teknologi baru, dan (5) memakai konsep dan paradigma baru.

Kelima teori kreativitas-inovasi ini dijalankan berbarengan oleh Will.I.Am. Jadilah sekarang panggung Will.I.Am tidak sekedar di tengah lapangan luas dengan dentuman musik rap yang hingar bingar. Forum-forum kreativitas yang dihelat digedung-gedung megah lagi harum menjadi panggung baru Will.I.Am.

Adalah begawan manajemen Peter Drucker yang mula pertama mengeluarkan kajian mendalam tentang kreativitas-inovasi. Walaupun ia bukan disebut bapak kreativitas namun pemikirannya tentang hal ini patut dijadikan pijakan bagi organisasi (individu) yang ingin selalu melakukan terobosan-terobosan inovatif.

Menjadi menarik karena sebagian kajian Peter Drucker ternyata menjadi debatable untuk era sekarang. Ini menandakan bahwa seperti halnya dengan kreativitas-inovasi sendiri, prinsip-prinsip tentang kreativitas-inovasi selalu berubah. Pun prinsip tersebut berasal dari Peter Drucker.

TIGA PRINSIP

Bila diringkas ada tiga prinsip kreativitas-inovasi paling pokok model Drucker. Prinsip pertama, harus bersifat konseptual, dimulai dengan analisis atas peluang-peluang yang ada. Ketika mendirikan Beat Electronics bersama Dr. Dre, Will.I.Am tidak asal gegabah atau sekedar ikut-ikutan seperti banyak dilakukan pesohor Indonesia ketika memulai berbisnis.

Sebagai rapper,  Will.I.Am memerlukan peralatan konser serba canggih dus terintegrasi dengan berbagai media lainnya sehingga konser menjadi spektakuler dan bisa dilihat melalui berbagai media sosial. Dalam konteks ini ada kebutuhan yang tidak saja diperlukan oleh Will.I.Am, tetapi juga pesohor-pesohor lainnya. Maka lahirlah Beat Electronics, dimana produknya selalu dipakai Will.I.Am dalam seluruh konsernya. Will.I.Am menjadi duta produk sekaligus pemasar handal dari perusahaan miliknya sendiri. Ia memulai dengan konsep dan melihat peluang (pasar) yang ada.

Prinsip kedua, harus dengan visi menjadi yang terbaik. Produk-produk inovatif selalu digerakkan oleh visi besar. Dalam bahasa Jack Welch, produk itu harus menjadi nomer satu atau nomer dua pada pasar yang dilayani.

Jangan melakukan inovasi namun sekedar mengikuti trend. Dapat dipastikan produk demikian akan gagal bertarung. Bagaimana mau bertarung menjadi pemenang kalau sejak awal mula sudah didesain hanya sebagai pecundang?

Prinsip ketiga, jangan berinovasi untuk masa depan; berinovasilah untuk masa kini. Prinsip ini menjadi debatable untuk konteks sekarang. Contoh paling baru adalah slogan iklan Daihatsu: “Innovation for Tommorow.” Terlepas dari debat ini, tetap saja menarik apa yang dilakukan Will.I.Am, entah ia sebagai pemberi gagasan di Intel atau Apple, maupun ketika ia menjadi pengusaha.

Produk-produk inovatifnya tetap berpijak untuk masa kini. Produknya bisa segera dipergunakan dan menjadi trend setter dibidangnya. Masa depan memang menjadi sebuah tujuan untuk keberlangsungan organisasi. Namun masa kini tetap menjadi pijakan untuk meraih keberhasilan.

Konsumen hidup di masa kini, bukan masa depan. Produk-produk inovatif ingin dipakai konsumen untuk masa kini. Di masa depan mungkin ditemukan produk baru yang mungkin jauh lebih inovatif dibanding produk masa kini.

Hari ini Will.I.Am mungkin sedang menggelar konser di tengah ribuan massa atau justru sedang berbicara di auditorium kampus terkemuka. Ide-ide bernasnya (kreativitas), penemuan-penemuan briliannya (inventor), dan kecakapan dalam memasarkan penemuan-penemuannya (inovator) layak kita jadikan inspirasi.

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manajemen manajemen strategik manajemen strategis

Sumber : AM Lilik Agung

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top