Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ENTREPRENEURSHIP: Ciputra Diundang UNIDO untuk Jadi Panelis

Dr (HC). Ir. Ciputra mendapat kehormatan diundang oleh UNIDO atau United Nations Industrial Development sebuah badan PBB yang bermarkas di Vienna (Austria) untuk menjadi panelis dalam konferensi yang bertemakan Fostering Entrepreneurial Youth.
Sepudin Zuhri
Sepudin Zuhri - Bisnis.com 18 November 2014  |  15:08 WIB
ENTREPRENEURSHIP: Ciputra Diundang UNIDO untuk Jadi Panelis
Begawan Properti Ciputra - Forbes.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dr (HC). Ir. Ciputra mendapat kehormatan diundang oleh UNIDO atau United Nations Industrial Development sebuah badan PBB yang bermarkas di Vienna (Austria) untuk menjadi panelis dalam konferensi yang bertemakan Fostering Entrepreneurial Youth.

Ciputra mewakilkan kehadirannya pada Ibu Junita Ciputra Managing Director Ciputra Group dan Antonius Tanan Presiden UCEC (Universitas Ciputra Entrepreneurship Center).

Konferensi 3 hari ini memperbincangkan mengenai bagaimana sistem pendidikan dan sektor swasta dapat meningkatkan pola pikir entrepreneurship di kalangan generasi muda.

Konferensi yang diadakan UNIDO dengan dukungan pemerintah Jepang itu memberikan platform untuk pembuat kebijakan, praktisi, peneliti dan perwakilan bisnis untuk membahas berbagai pendekatan dalam pengembangan pola pikir, ketrampilan dan pengetahuan kaum muda agar dapat mewujudkan masyarakat yang lebih entrepreneurial.

Pertukaran pengetahuan yang melibatkan lebih dari 100 peserta dari lebih dari 50 negara itu diharapkan membantu pemerintah mengembangkan dan meningkatkan kurikulum dan gerakan belajar bertema entrepreneurship.

Hadir memberikan sambutan pembuka adalah Taizo Nishikawa, Deputi Direktur Jenderal UNIDO.

"Para pemuda-pemudi saat ini adalah pendorong aktivitas entrepreneurship masa datang di komunitas, wilayah dan negara mereka."

Ia menekankan bahwa entrepreneurship memiliki peran penting bagi pengembangan industri yang berkelanjutan dan inklusif. Lebih lanjut ia menjelaskan,"Entrepreneurship ialah sebuah proses inklusif yang memungkinkan miliaran warga biasa, pria wanita, di perdesaan dan perkotaan, untuk meningkatkan kemakmuran."

Dia menadaskan bahwa hingga 2020, sekitar 600 juta pekerjaan harus diciptakan agar menyerap jumlah manusia usia produktif yang makin banyak di dunia.

Nishikawa mengatakan, "Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk membuat ekosistem kebijakan yang memungkinkan penciptaan lapangan kerja saat ini sehingga generasi muda bisa mendapatkan manfaat dari investasi di bidang pendidikan, ketenagakerjaan dan penciptaan lapangan kerja yang akan memungkinkan mereka menjadi manusia dewasa yang produktif saat ini dan nanti."

Dalam sambutannya, Alain Fayolle, Profesor di EM Lyon Business School di Prancis mengatakan,"Meningkatkan jumlah manusia muda bermental entrepreneurship artinya mengubah sistem pendidikan dan mengubah institusi yang ada melalui kebijakan publik."

Fayolle mengatakan bahwa pendidikan dapat mengembangkan pola pikir entrepreneurial dan kemampuan berwirausaha, sementara perubahan institusional melalui kebijakan publik akan membantu mengembangkan minat pada entrepreneurship dan berbagai ide entrepreneurial, meningkatkan persepsi dari peluang entrepreneurship, dan menyingkirkan kendala-kendala institusional yang mempersulit generasi muda masuk dalam entrepreneurship.

Baik Junita Ciputra maupun Antonius Tanan merasa terkesan terhadap komitmen dan kemajuan negara-negara Uni Eropa dalam membangun pendidikan entrepreneurship yang mereka integrasikan ke dalam kurikulum nasional.

Bahkan Uni Eropa sudah menetapkan gerakan entrepreneurship untuk generasi muda merupakan prioritas utama mereka. Sangat mengejutkan adalah bagaimana negara-negara Afrika menyambut pendidikan entrepreneurship serta menciptakan komitmen politik yang besar untuk mewujudkannya.

Sebagai contoh adalah Namibia, sejak tahun 2005 Kementerian Pendidikan Namibia telah melakukan kampanye memperkenalkan entrepreneurship di sekolah menengah (kelas 8 sampai dengan 12).

Junita Ciputra Managing Director Ciputra Group mengatakan: “Entrepreneurship adalah sebuah tren dunia yang tak terelakkan. Negara-negara di dunia sedang memacu semangat entrepreneurship di kalangan generasi muda, dari mulai negara-negara yang sudah maju hingga negara-negara berkembang di Afrika. Kita tidak boleh ketinggalan dan harus memacu diri lebih lagi...”

Dalam konferensi ini Ibu Junita Ciputra mempresentasikan bahwa Ciputra Group memberikan komitmen penuh menggunakan CSR perusahaan untuk mempromosikan dan menyebar luaskan entrepreneurship di Indonesia.

Program-program tersebut meliputi pendidikan entrepreneurship di perguruan tinggi (Universitas Ciputra), pelatihan entrepreneurship di kalangan masyarakat luas (Universitas Ciputra Entrepreneurship Center), pelatihan entrepreneurship bebas biaya secara online (Universitas Ciputra Entrepreneurship Online) dan juga pengembangan pembelajaran entrepreneurship untuk siswa TK sampai dengan Sekolah Menengah.

Selama 8 tahun terakhir ini sudah lebih dari 50.000 orang bersentuhan dengan pendidikan dan pelatihan entrepreneurship dari Ciputra Group. Mereka adalah siswa, mahasiswa, guru, dosen, PNS, kelompok profesional, pensiunan, pengusaha kecil, pemuda putus sekolah, anak jalanan dan juga mantan mucikari & pekerja seks.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneurship
Editor : Sepudin Zuhri
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top