Sekper WSKT Hadi Susilo: Makan Empal Gentong Setelah Lari

Bagi kaum urban, kebutuhan berolahraga terbilang mahal. Sedikit sekali arena olahraga yang murah nan meriah. Pilihan olahraga bagi masyarakat Jakarta tidak terlalu banyak, termasuk untuk Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk., Hadi Susilo.
Sukirno | 23 Januari 2016 06:00 WIB
Hadi Susilo

Bisnis.com, JAKARTA--Bagi kaum urban, kebutuhan berolahraga terbilang mahal. Sedikit sekali arena olahraga yang murah nan meriah. Pilihan olahraga bagi masyarakat Jakarta tidak terlalu banyak, termasuk untuk Sekretaris Perusahaan PT Waskita Karya (Persero) Tbk., Hadi Susilo.

Pria berusia 36 tahun itu mengaku bergant-ganti hobi. Pernah dia menggandrungi hobi bersepeda, otomotif, mobil, motor, hingga kini dia menekuni hobi berlari.

Seiring bertambahnya usia, hobi dinilai menjadi pendukung untuk pola hidup sehat. Sulit baginya untuk berolahraga. Akhirnya, dia pun bergabung untuk lomba lari maraton 10K. Hadi terpacu.

"Biasanya saya lari di Senayan kalau pas hari kerja, setelah berlari sekitar satu jam, lalu makan empal gentong, enak banget," ungkapnya saat berbincang dengan Bisnis.com, Jumat (22/1/2016).

Hadi yang terbilang tambun itu memang ingin menurunkan berat badan. Dia memiliki target berat badan dapat susut dalam 2 tahun ke depan. Tetapi, apa boleh buat, setelah berlari, nafsu makannya justru bertambah.

Tidak hanya week day, dia juga menyempatkan untuk menyalurkan hobi dengan memanfaatkan akhir pekan. Hobi berlari, selain mudah dan murah, dia juga terbiasa mengajak teman-temannya sekalian berkumpul.

Hadi yang baru saja berpindah kantor dari PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., ke badan usaha milik negara (BUMN) konstruksi itu mengaku belum mendapatkan jadwal yang pas.

Kini, dia tengah mengatur jadwal agar hobinya berlari dapat mendukung kinerjanya di emiten berkode saham WSKT tersebut. Dengan hobi berlari, dia juga merasa lebih sehat, tidur teratur, pekerjaan lebih fokus, dan kolesterol semakin rendah.

"Jelas sekarang bangun pagi lebih segar, lebih fokus. Bahkan, tidur lebih teratur, kalau dulu sampai larut malam. Sekarang jam 9-10 otomatis badan minta tidur," katanya.

Kondisi kesehatan dan psikis yang lebih baik itu tentu mendukung kinerjanya sebagai sekretaris perusahaan di Waskita Karya. Dia kini tidak mudah terserang penyakit flu ketika masa pancaroba.

Tahun ini saja, Waskita Karya membidik target laba bersih Rp2 triliun, melonjak 100% dari proyeksi tahun lalu yang mencapai Rp1 triliun.

Perseroan tempatnya sekarang bernaung menargetkan untuk mengantongi kontrak baru senilai Rp100 triliun pada 2016. Jumlahnya, terdiri dari kontrak baru sebesar Rp63 triliun dan carry over senilai Rp37 triliun.

Tag : waskita karya
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top