PELUANG BISNIS: Dari Sarjana Farmasi ke Fotografi

Lulus sebagai seorang sarjana farmasi apoteker nyatanya tak lantas membuat Fandy Susanto berkecimpung dalam dunia obat-obatan. Profesinya kini sebagai seorang fotografer dengan brand @fdphotographyofficial, justru jauh dari latar belakang pendidikannya.
Eka Chandra Septarini
Eka Chandra Septarini - Bisnis.com 20 Februari 2018  |  09:15 WIB
PELUANG BISNIS: Dari Sarjana Farmasi ke Fotografi
. - .

Bisnis.com, LOMBOK- Lulus sebagai seorang sarjana farmasi apoteker nyatanya tak lantas membuat Fandy Susanto berkecimpung dalam dunia obat-obatan. Profesinya kini sebagai seorang fotografer dengan brand @fdphotographyofficial, justru jauh dari latar belakang pendidikannya.

Mengenal dunia fotografi dimulai Fandy sejak dibangku SMA. Berawal dari kamera HP, Fandy mulai membidik objek yang dianggapnya menarik.

"Kalau ditanya mengapa saya tertarik untuk menjadi seorang fotographer, itu karena saya senang untung mengkonsepkan sesuatu dan menjadikannya cantik dan menarik secara visual. Saya senang untuk memotret seorang wanita yang kemudian mencari angle dari sisi mana dirinya terlihat cantik," ujar Fandy kepada Bisnis.

Dari kamera HP, Fandy naik satu tingkat dengan menggunakan kamera pocket. Belajar teknik editing pun dilakukan Fandy guna mendukung hobinya tersebut. Semasa kuliah, bergabung menjadi bagian dalam majalah kampus membuat bakatnya kian terasah.

Lulus dari sekolah farmasi pada tahun 2013 tidak membuat Fandy ingin melanjutkan pekerjaan dibidang tersebut. Justru, ia membangun studio foto di Surabaya dan mulai mengembangkan brand fotografi @fdphotographyofficial miliknya.

Dengan berkembangnya bisnis studio foto miliknya, Fandy banyak mendapat kepercayaan untuk melakukan pemotretan artis papan atas. Hal tersebut membuatnya hijrah ke ibu kota agar dapat lebih leluasa mengembangkan bisnis sekaligus hobinya ini. Saat ini dalam sebulan Fandy bisa sampai 20 klien yang langsung dipotret oleh Fandy. Ada tim yang tergabung dalam @fdphotographyofficial yang juga siap untuk melayani klien.

"Kami hanya melakukan pemotretan by appointment. Jadi dalam satu hari kami hanya menerima satu klien saja. Ini tentu berbeda ketika kami melakukan pemotretan di luar studio atau outdoor bahkan ke Luar negri yang menghabiskan waktu lebih banyak," paparnya.

Dengan konsep glamour yang menjadi ciri khasnya, Fandy mendapat banyak tawaran untuk pemotretan cover single lagu terbaru artis tanah air. Selain itu, karya foto Fandy juga kerap menjadi koleksi beautyshoot selebritas papan atas.

Selain itu, untuk fotografi pre-wedding, Fandy menawarkan konsep feel and romantic bagi para pasangan yang ingin mengabadikan momen indahnya. Namun, Fandy dan timnya selalu terbuka untuk menerima ide atau konsep yang datang dari para kliennya.

Paket pemotretan yang dibanderol Fandy mulai Rp15 juta untuk beautyshoot. Harga tersebut biasanya termasuk album, make up-artist hingga foto canvas dan frame. Family photoshoot, pre-wedding, wedding documentation hingga maternityatau foto kehamilan memiliki range harga yang berbeda.

Bergerak dalam bisnis yang menuntut ide-ide segar, diakui Fandy menjadi tantangan tersendiri. Konsep-konsep baru harus bisa digali agar para klien tidak bosan dengan karya yang dihasilkannya. Selain itu, karya yang berkualitas serta ditunjang dengan promosi yang jitu, diharapkan Fandy bisa membesarkan bisnisnya ini.

"Saat ini metode promosi yang saat ini sangat berperan penting bagi usaha fotografi saya adalah melalui media sosial misalnya Instagram. Itu tidak terelakkan, banyak sekali calon klien yang berdatangan dari sana. Kami juga tidak segan untuk memberikan diskon ataupun bonus kepada loyal klien kami," ungkapnya.

Saat ini, cita-cita yang tengah dikejar Fandy adalah menggelar pameran tunggal dan memperluas bisnis wedding photography yang tengah berkembang di ibu kota.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang usaha

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top