Chanda Kochhar, Kerja Keras "Mengemudi" ICICI Bank

India punya banyak pemimpin wanita dengan kontribusi signifikan di bidang masing-masing. Salah satunya adalah CEO ICICI Bank Chanda Kochhar yang dinilai berjasa mengembangkan bisnis perbankan ritel di India.
Renat Sofie Andriani | 11 Juni 2018 10:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – India punya banyak pemimpin wanita dengan kontribusi signifikan di bidang masing-masing. Salah satunya adalah CEO ICICI Bank Chanda Kochhar yang dinilai berjasa mengembangkan bisnis perbankan ritel di India.

Meski baru-baru ini terganjal kasus dugaan keterlibatan pelanggaran dalam hal praktik pemberian pinjaman, tak disangkal Chanda telah membawa ICICI Bank keluar dari periode beratnya melalui beberapa keputusan sulit dan perubahan paradigma dalam strategi.

Keterampilan kepemimpinan Chanda yang kuat dirayakan di India pun seluruh dunia. Ia wanita India pertama yang menerima penghargaan Woodrow Wilson dan berbagi platform dengan tokoh-tokoh internasional seperti Hillary Clinton dan Condoleezza Rice.

Di bawah kepemimpinannya, ICICI Bank beberapa kali meraih penghargaan 'Best Retail Bank in India' oleh The Asian Banker. Chanda pun secara pribadi menerima banyak pengakuan atas prestasinya dan kerap menghuni daftar 'Most Powerful Women'.

Bagaimana perjalanan wanita yang bangga mengenakan sari ini?

Unggul di Bidang Manajemen

Chanda lahir pada 17 November 1961 di Jodhpur, Rajasthan, India. Setelah menyelesaikan sekolahnya dari St. Angela Sophia School, ia mendaftar ke Jai Hind College di Mumbai dan lulus dengan gelar Sarjana pada tahun 1982.

Dilansir dari Success Story, ia kemudian mempelajari akuntansi biaya untuk beberapa waktu, sebelum melanjutkan studinya untuk meraih gelar master di bidang Manajemen dari Jamnalal Bajaj Institute of Management Studies yang terkenal untuk reputasinya.

Chanda terbukti unggul dalam studinya di bidang Manajemen dan dianugerahi Medali Emas Wockhardt. Dia juga menerima penghargaan J. N. Bose atas pencapaiannya yang luar biasa dalam Akuntansi Biaya.

ICICI Bank

Pada 1993, Chanda bergabung dengan ICICI (Industrial Credit and Investment Corporation of India) sebagai seorang management trainee. Selama periode ini, ia bertanggung jawab terkait proyek-proyek di berbagai sektor industri seperti semen, kertas, dan tekstil.

Pada tahun 90-an, perusahaan memutuskan untuk mendirikan bank dan Chanda dipercayai peran penting dalam upaya itu. Karena performanya yang luar biasa, ia dipromosikan untuk jabatan asisten general manager dan kemudian wakil general manager.

Tak butuh waktu lama, ia dipromosikan untuk posisi General Manager pada 1998 dengan tanggung jawab untuk memimpin serta menangani hubungan dan bisnis dengan 200 klien teratas bank tersebut. Pada tahun 1999, ia juga diserahi tanggung jawab untuk divisi e-commerce dan strategi bank.

Dilansir dari MBA Rendezvous, perusahaan memulai operasi ritelnya pada tahun 2000, di bawah kepemimpinan Chanda dan ideologi yang visioner. Dalam beberapa tahun berikutnya, perusahaan pun bertransformasi menjadi yang terbesar di sektor ritel Negeri Hindustan.

Reputasi Kuat

Di bawah kepemimpinan Chanda, ICICI Bank mengembangkan bisnis perbankan ritel dengan berkonsentrasi pada berbagai aspek seperti inovasi, teknologi, diversifikasi, ekspansi, dan distribusi.

Pada 2001, ia ditunjuk sebagai Direktur Eksekutif bank tersebut. Karirnya terus menanjak, ia kemudian menjadi Wakil Managing Director pada 2006 dan bertugas menangani klien-klien internasional maupun korporasi.

Pada 2009, Chanda Kochchar akhirnya ditunjuk sebagai CEO dan Managing Director ICICI Bank, posisi yang ia duduki hingga saat ini. Dia bertanggung jawab atas berbagai transaksi bank tersebut di India serta pasar internasional.

Meski perjalanan karirnya terlihat mulus, sempat banyak yang meragukan kemamuannya mengendalikan kemudi ICICI. Keraguan ini berasal dari bias yang mengakar kuat dan peran gender yang sudah terbentuk di sektor perbankan.

Tapi Chanda mampu melalui itu semua dan menjawab segala keraguan dengan upayanya. Salah satu inisiatif utamanya adalah mengambil langkah-langkah realistis untuk memungkinkan inklusi keuangan bagi semua lapisan masyarakat India.

Di bawah kepemimpinannya, ICICI Bank menebarkan operasi ke 15.600 desa di India serta membuka rekening untuk lebih dari 18,5 juta warga. ICICI bahkan mendirikan 3.000 ATM di daerah pedesaan demi memenuhi permintaan yang muncul dari rumah tangga pedesaan.

Dilansir dari Your Story, Ketika Chanda mengambil alih kepimimpinan ICICI, bank ini dikenal dengan pendekatan berisiko tinggi dan sikap hati-hati para pelanggan. Chanda mengenali potensi masalah dalam skenario ini serta secara bertahap mengambil langkah-langkah untuk membalik keadaan.

Ia memutuskan untuk fokus pada peningkatan pengalaman pelanggan dan stabilitas alih-alih investasi berisiko tinggi dan mengejar pertumbuhan. Hasilnya luar biasa. ICICI berangsur-angsur berkembang menjadi salah satu brand perbankan dan finansial tepercaya di India.

Berupaya Semaksimal Mungkin

Sebagai seseorang yang optimistis, Chanda selalu berupaya menghadapi tantangan. Ia percaya bahwa pendatang baru tidak dapat mendisrupsi bank-bank besar dan bahwa persaingan memberi nilai terbaik bagi konsumen.

Tantangan lain yang ia juga hadapi adalah menjaga keseimbangan karirnya dengan kehidupan berkeluarga. Chanda dengan efisien menjalani sekaligus tugasnya sebagai seorang istri dan ibu dari dua anak.

Ia menyadari betapa wanita seringkali terpaksa melepaskan karir profesional mereka karena dibebani dengan komitmen keluarga dan domestik. Ia pribadi melihat kondisi ini sebagai hal yang disayangkan.

“Sebaiknya keputusan ini dipertimbangkan kembali karena wanita memiliki kemampuan bawaan untuk melakukan banyak tugas dan menangani banyak tanggung jawab,” tuturnya pada suatu kesempatan.

Tampaknya peristiwa wafatnya sang Ayah telah memacu Chanda untuk menjadi seorang pekerja keras dan pengalaman inilah yang coba ia gambarkan kepada putrinya, Aarti.

“Saya hanya seorang gadis muda berusia 13 tahun ketika ayah meninggal karena serangan jantung mendadak. Kami telah terlindungi dari tantangan hidup sejauh ini. Tapi tanpa peringatan, semua itu berubah dalam semalam,” ungkapnya dalam sebuah surat kepada Aarti, seperti dikutip NDTV.

Ditinggal oleh sang suami, Ibunya harus bekerja keras sampai Chanda beserta kedua saudaranya dapat lulus kuliah dan menjadi mandiri. “Saat itulah kami menyadari betapa kuatnya dia dan bagaimana bertekad untuk melakukan tugasnya dengan cara sebaik mungkin.”

Dalam surat yang sama, ia memotivasi sang putri untuk berupaya maksimal dalam hidupnya. Aarti didorong memiliki kualitas beradaptasi dengan keadaan dan tidak takut pada hal yang tidak diketahui.

“Ingatlah bahwa saat-saat baik dan buruk akan bersama-sama menjadi bagian dari kehidupanmu dan kamu harus belajar untuk menangani keduanya dengan ketenangan hati. Maksimalkan peluang hidup dan belajar dari setiap peluang, tantanglah kehidupan yang membawanya.”

Tag : tokoh
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top