Ini Tip Sukses Jadi Couplepreneur

Mencari partner yang tepat merupakan salah satu tantangan dalam menjalankan bisnis. Banyak kasus yang sebagian besar partner bisnis terpecah ketika usahanya berjalan 3 hingga 4 tahun karena perbedaan prioritas dan gaya manajemen.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 09 Januari 2019  |  07:33 WIB
Ini Tip Sukses Jadi Couplepreneur
Pasangan Couplepreneur/Dewi Andriani - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Mencari partner yang tepat merupakan salah satu tantangan dalam menjalankan bisnis. Banyak kasus yang sebagian besar partner bisnis terpecah ketika usahanya berjalan 3 hingga 4 tahun karena perbedaan prioritas dan gaya manajemen.

Ketika bisnis dijalankan bersama pasangan atau yang diistilahkan coupleprenuer, kendala tersebut dapat diminimalisir karena keduanya sudah saling memahami karakter satu dan lainnya.

Selain itu, ketika sudah menjadi pasangan tentu visi dan misi keduanya akan berada di jalur yang sama sehingga soliditasnya menjadi lebih kuat

Pengamat Bisnis Yuswohady mengatakan kunci penting ketika menjalankan bisnis bersama pasangan adalah pembagian peran antara suami dan istri. Jika keduanya ingin menjadi bintang dan sama-sama keras, tingkat konfliknya akan semakin tinggi.

“Tidak sedikit juga yang secara keluarga mereka kompak tetapi ketika di dalam bisnis tidak cocok atau terjadi konflik kepentingan,” ujarnya.

Hal tersebut terjadi karena bisnis dijalankan tidak secara professional. Sering kali di dalam bisnis keluarga bersama pasangan terjadi percampuran antara urusan keluarga dan bisnis, terutama dalam hal keuangan.

Oleh karena itulah, penting bagi pasangan suami istri yang menjalankan bisnis bersama, memiliki tim atau manajemen untuk mengembangkan bisnisnya.

Setidaknya, ketika usaha sudah berjalan sekitar 3 hingga 4 tahun saat bisnis sudah memiliki landasan yang kuat, perlu merekrut tim yang menjalankan usaha secara professional dengan manajemen yang baik.

“Yang banyak terjadi keuangan usaha dan keluarga tercampur sehingga tidak ketahuan berapa pengeluaran dan keuntungannya. Karena itu perlu secepat mungkin membentuk tim dan memisahkan keuangan usaha dan keluarga,” jelasnya.

Dengan menyerahkan kepada tim dan professional, pengelolaan perusahaan dan manajemen keungannya akan lebih baik sehingga perkembangannya pun akan semakin cepat. Selain itu, ketika terjadi konflik di dalam rumah tangga, tidak akan merembet ke perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
entrepreneur

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top