Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Graeme Hart, Orang Terkaya di Selandia Baru yang Pernah jadi Supir Truk

Graeme Richard Hart, pria berusia 65 tahun ini dikenal sebagai orang terkaya di Selandia Baru saat ini.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  11:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Graeme Richard Hart, pria berusia 65 tahun ini dikenal sebagai orang terkaya di Selandia Baru saat ini.

Sebelum sukses menjadi miliuner, Hart ternyata pernah menjadi tukang reparasi, supir truk dan bahkan dia drop out dari sekolah menengah atas.

Kekayaannya berasal dari bisnisnya di perusahaan ekuitas swasta Rank Group Ltd yang dibangunnya sejak tahun 1990 lalu. Lewat perusahaan ini, dia membeli perusahaan yang berkinerja buruk dan undervalued dan disulapnya menjadi perusahaan yang sehat.

Rank Group Ltd adalah perusahaan investasi swasta Hart yang memiliki 100% dari Reynolds Consumer Products , Burns Philp dan Carter Holt Harvey.

Pekan lalu, kekayaannya bertambah setelah debut pasar saham Reynolds Consumer Products Inc., pembuat kantong sampah Hefty dan aluminium foil, naik 9,8 persen menjadi US$28,55 per lembar saham. Karena kenaikan itu, nilai sahamnya di perusahaan menjadi US$4,4 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index.

Tidak sampai disitu, kenaikan juga berlanjut pada perdagangan senin ketika sahamnya kembali naik sebesar 3,7 persen.

Berdasarkan data Forbes, kekayaan Hart diperkirakan mencapai US$10 miliar.

Hobi kapal pesiar mewah

Layaknya orang-orang kaya, Hart juga punya hobi koleksi barang mewah. Dia tidak segan menghabiskan banyak uang untuk membeli kapal pesiar mewah, termasuk Ulysses sepanjang 116 meter (381 kaki).

Kapal seharga US$200 juta, itu cukup luas untuk sebuah helipad dan kapal pesiar kecil lainnya di dek depan. Salah satu kapal pesiar sebelumnya, juga bernama Ulysses, menampilkan mesin pinball Batman, dan sebuah kapal selam Angkatan Laut AS yang dilumpuhkan diikat ke dek depan yang menyediakan liburan bawah air untuk sebanyak enam orang.

Putus sekolah

Hart putus sekolah pada usia remaja dan bekerja sebagai tukang reparasi mobil dan sopir truk. Dia kemudian memperoleh gelar MBA dari Universitas Otago Selandia Baru, di mana dia membentuk dasar dari strategi pembelian-leveraged untuk sejumlah kesepakatan yang dia buat selama tiga dekade terakhir.

Dalam pidatonya di 2018 di almamaternya, Hart menjelaskan strategi itu untuk meluluskan siswa.
"Berani," katanya. "Itu berarti membeli sebesar yang kamu bisa, meminjam sebanyak yang kamu bisa dan kemudian bekerja aset sekeras yang kamu bisa."

Kehidupan pribadi

Graeme Hart ini tinggal di Auckland , Queenstown. Dia juga memiliki kediaman di Pulau Waiheke di Selandia Baru, sebuah pulau di Fiji dan dua properti di Aspen, Colorado di AS.

Ia bersekolah di Sekolah Tata Bahasa Gunung Roskill . Hart mengatakan dia kurang berminat menghasilkan uang untuk kepentingannya sendiri. Dia menggambarkan kekayaan pribadinya sebagai "produk sampingan" dari apa yang dia lakukan.

Hart menikah dengan istrinya Robyn Hart dan kini mereka dikaruniai dua anak yakni Gretchen Hawkesby dan Harry Hart

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tokoh bisnis

Sumber : Bloomberg

Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top