Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bernard Arnault: Miliarder yang Perkenalkan Budaya Perancis Pada Dunia

Bernard Arnault dan keluarga adalah memiliki kekayaan sekitar US$105,8 miliar dan menjadi orang terkaya ketiga di dunia versi Forbes.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  18:20 WIB
Bernard Arnault yang menjadi orang terkaya ketiga versi Forbes memperkenalkan budaya Paris.
Bernard Arnault yang menjadi orang terkaya ketiga versi Forbes memperkenalkan budaya Paris.

Bisnis.com, JAKARTA -- Bernard Arnault adalah seorang pengusaha kelahiran Roubaix, Perancis, yang menjabat sebagai chief executive officer dari konglomerat Louis Vuitton sejak 1989.

Sebagai pemegang saham utama di perusahaan fesyen kelas dunia itu, dia kini menjadi orang terkaya di Perancis dan termasuk yang terkaya di dunia.

Pada 2020, kekayaan bersih Bernard Arnault dan keluarga adalah sekitar US$105,8 miliar dan menjadi orang terkaya ketiga di dunia versi Forbes.

Salah satu pembuat karya mode dengan cita rasa terbaik di dunia, Bernard Arnault menaungi sebuah kerajaan dengan 70 merek termasuk Louis Vuitton dan Sephora.

"Saya melihat diri saya sebagai duta warisan dan budaya Perancis. Apa yang kita buat adalah simbo, terkait dengan Versailles, dengan Marie Antoinette," ujar Arnault seperti dikutip melalui Forbes, Rabu (24/6).

Menurut Wealthy Gorilla, Bernard mulai terlibat dalam bisnis ayahnya setelah lulus dari perguruan tinggi, dan dia berencana untuk memperluas cakipan perusahaan tersebut dan terlibat dalam bisnis lain yang lebih menguntungkan.

Pada 1981, kaum Sosialis Perancis memaksa keluarga Arnault untuk pindah ke Amerika dan di sana mereka kekayaan mereka terus bertambah dengan mengembangkan kepemilikan real estat mereka ke AS.

Arnault kembali ke Perancis pada tahun 1983 dan melihat peluang emas untuk berekspansi ke industri tekstil ketika perusahaan Boussac Saint-Frères bangkrut, dengan nilai investasi sebesar US$15 juta pada saat itu.

Setelah mengakuisisi perusahaan itu, Arnault menjual sebagian besar saham dan hanya meninggalkan merek Christian Dior dan pusat perbelanjaan Le Bon Marché. Pada 1985 dia adalah CEO Dior.

Pada tahun 1987 Arnault diundang untuk berinvestasi di perusahaan LVMH dan akhirnya memilih untuk berinvestasi dalam saham bersama dengan Guinness PLC.

Selama beberapa tahun berikutnya dia terus menambah berinvestasi dan kepemilikan saham yang lebih banyak.

Pada tahun 1989 dia memiliki kendali atas 43,5% saham LVMH dan melakukan regenerasi pada perusahaannya.

Dalam misi untuk menumbuhkan bisnis baru, dia terus mengakuisisi beberapa perusahaan lain termasuk 'Guerlain,' 'Marc Jacobs,' 'Sephora' dan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang kaya paris
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top