Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengalaman Jerawat Bernanah Bikin Perempuan Ini Sukses Berbisnis Skincare, Omzet Hingga Ratusan Juta

Melihat kondisi wajahnya yang perlahan sembuh, Keishia lalu mencoba memproduksi sendiri face oil dengan membuat home industry kecil-kecilan di bawah bendera usaha PT Haple Kosmetika Indonesia.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 27 Juni 2020  |  12:32 WIB
Skincare Haple, berasal dari kata Happy People. - istimewa\\n\\n
Skincare Haple, berasal dari kata Happy People. - istimewa\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA -- Sakit keras yang dialami oleh Keishia Lovelyta beberapa tahun lalu, ketika dirinya tengah merintis usaha fesyen, sempat membuat wajahnya penuh jerawat hingga bernanah dan berdarah.

Wanita kelahiran 3 Oktober 1996 ini berkali-kali ke dokter dan mencoba berbagai jenis obat serta perawatan wajah, baik produk lokal maupun produk impor. Namun, tetap saja kondisi wajahnya tak kunjung sembuh hingga 1 tahun lamanya.

Bahkan bukan hanya kulit wajah yang rusak, rambutnya pun ikut rontok. Sampai akhirnya dia mencoba menggunakan coconut oil dan castor oil yang saat itu sedang menjadi tren.

“Lalu aku googling deh face oil, bisa untuk jerawat ngga? Pas aku coba ternyata langsung sembuh dalam 2 bulan. Hanya memang untuk menghilangkan bekas ya butuh waktu 1 hingga 2 tahun,” ujarnya.

Melihat kondisi wajahnya yang perlahan sembuh, Keishia lalu mencoba memproduksi sendiri face oil dengan membuat home industry kecil-kecilan di bawah bendera usaha PT Haple Kosmetika Indonesia.

Brand Haple sendiri sebetulnya sudah lebih dulu digunakan, saat pertama kali Keishia memulai bisnis fesyen. Namun karena keterbatasan dana dan sakit keras yang sempat dialami kala itu membuat usaha fesyennya harus terhenti hingga akhirnya wanita berusia 24 tahun ini memutuskan merebranding merek Haple menjadi skincare.

Haple sendiri berasal dari kata Happy People karena memang Keishia ingin orang merasa bahagia saat menggunakan produk yang diluncurkan oleh Haple.

“Waktu itu aku ngga mikir benar-benar menjadikan Haple brand skincare. Aku Cuma mikir yang penting bisa bantu keluarga. Lalu aku mulai nabung pelan-pelan kayak bikin home industry kecil-kecilan. Jadi pas 2017, aku putuskan Haple jadi brand skincare,” terangnya.

Waktu itu, dari hasil tabungannya, Keishia berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp10 juta yang digunakan untuk memproduksi 5 jenis produk yaitu Almond Oil, Grapeseed Oil, Avocado Oil, Rice Bran oil dan Pure Rose Water.

Ternyata, hasilnya benar-benar di luar perkiraan. Penjualannya sangat signifikan bahkan tidak sampai 2 minggu, Keishia sudah bisa balik modal. Ini menunjukkan bahwa bisnis kecantikan memiliki peluang yang sangat menjanjikan.

Hal ini juga tidak lepas dari khasiat produk Haple yang sudah terbukti ampuh membuat wajah menjadi bersih dari jerawat, ditambah dengan harga yang terjangkau, produk yang aman dan higienis, serta design kemasan yang menarik.

Keisha sendiri mengaku tidak memiliki strategi khusus saat memasarkan produknya, yang terpenting baginya bahwa usaha yang dijalankan halal dan tidak merugikan orang lain, bahkan bisa membantu orang yang juga memiliki permasalahan yang sama dengannya, terutama masalah jerawat.

haple beauty skincare

“Ngga nyangka setahun kemudian jadi tren banget dan banyak yang jiplak [produk Haple], sampai packaging pun dicopy, aku pikir ini harus berkembang dan terus membuat produk baru sehingga penjiplakku nggak bisa ikutin,” terangnya.

Kala itu, Keishia sempat merasa stress karena banyak produk tiruan, tetapi kemudian dia fokus mengembangkan brandnya sehingga mulailah dia mencari pabrikan yang bisa memenuhi keingiannya dalam memproduksi beragam produk skincare.

Tak lama anak pertama dari tiga bersaudara ini pun berhasil menemukan pabrik yang cocok dengan sistem makloon sehingga banyak produk baru yang terus dikembangkan.

Haple sendiri memiliki beragam kelebihan dibandingkan produk skincare lainnya, karena formulanya yang sudah disesuaikan dengan kulit orang Indonesia. Selain itu, harganya pun jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan produk impor sehingga dapat menjadi pilihan untuk menghindari produk yang mahal can tidak aman di kulit.

“Selain terus menjaga kualitas, kami juga selalu menghadirkan produk yang tidak mengorbankan mahkluk hidup lainnya. Kemasannya pun bisa di recycle sehingga mengurangi limbah. Ternyata, konsep ini banyak yang suka jadi banyak yang promosiin produk kita mouth to mouth,”tuturnya.

Saat ini, Haple memiliki sekitar 34 item dan akan terus berkembang memunculkan produk-produk baru lainnya dengan kisaran harga yang sangat terjangkau mulai dari Rp35.000 hingga Rp130.000. Adapun produk yang paling laris adalah Pure Rose Water dan Face oil karena sifatnya yag mulfitungsi.

Artinya, ketika tidak cocok untuk kulit wajah, produk tersebut bisa digunakan untuk tubuh dan rambut. Selain itu, ada pula Glow Booster yang baru dirilis, memiliki manfaat untuk membantu penyerapan face oil dan produk skincare agar lebih maksimal dan efektif. Menariknya lagi, dalam setiap produk yang dikeluarkan, Haple selalu memberikan langkah-langkah penggunaannya yang dapat membantu konsumen saat akan mengaplikasikannya ke wajah.

Melonjak Hingga 100%

Diakui olehnya dalam dua tahun terakhir ini, perkembangan bisnis Haple skincare sangatlah signifikan. Penjualannya terus melonjak, perbulan rata-rata bisa mencapai hingga belasan ribu pcs.

Apalagi selama masa Pandemi Covid-19 ini ketika orang memiliki banyak waktu luang di rumah yang kemudian dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, salah satunya merawat diri sendiri. Didorong pula di masa pandemi Covid-19 ini, salon dan klinik kecantikan masih belum buka sehingga membawa berkah bagi bisnis skincare seperti Haple.

“Rangkaian perawatan kita jadi produk yang paling diminati. Secara penjualan bisa naik hampir 80% sampai 100%, kaget juga sih. Kebetulan kami juga pernah membuat event free hand sanitizer untuk customer dan itu membuat brand kita makin dikenal yang akhirnya berdampak pada penjualan. Saat ini omzet kita ada di angka Rp500juta sampai Rp600 juta sebulan,” tuturnya.

Dengan peluang yang masih sangat besar tersebut, Keishia kemudian meluncurkan brand baru yaitu Skinsena dengan harga sangat terjangkau sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 an. Tujuannya juga ingin agar masyarakat tidak tergoda dengan produk abal-abal berbahan mercuri sebab dengan harga yang relative sama, bisa mendapatkan produk skincare dengan kualitas yang lebih terjamin.

Saat ini, produk skincare dari Haple bisa didapatkan pada sejumlah e-commerce. Dia juga banyak menggandeng toko di beberapa daerah, serta membuka peluang bagi yang berniat menjadi reseller dengan keuntungan hingga 20 persen.

Perhitungan Usaha Haple Kosmetika

Modal AwalRp10.000.000 (produksi 5 jenis perawatan wajah-

Almond oil, Grapeseed Oil, Avocado Oil, Rice Bran oil, Pure Rose Water)

BEP2 Minggu
Penjualan rata-rata10.000-15.000 pieces per bulan
Harga jualRp35.000-Rp130.000
Omzet per bulnRp500 juta-Rp600 juta
Keuntungan bersih30 persen
Paket resellerBelanja minimal Rp 3juta, diskon 20 persen
Paket resellerJumlah produk ada34 jenis

Produk paling banyak laris

1.       Pure rose water Rp39.000

2.       Face oil Rp59.000 – Rp79.000

3.       Moisturizer Rp99.000

4.       Face mist Rp49.000

5.       Glow booster Rp79.000 – Rp89.000

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kulit perawatan kulit
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top