Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Pengusaha Antisipasi Perubahan Perilaku Konsumen Era Normal Baru

Memasuki normal baru berbagai usaha sudah mulai beroperasi kembali dengan menjalankan protokol kesehatan ditetapkan oleh pemerintah. Bagi pemilik usaha, kesempatan ini merupakan kesempatan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 27 Juni 2020  |  09:23 WIB
Sebelum dunia dilanda pandemi Covid-19, pusat perbelanjaan di Jakarta ramai dikunjungi. Ratusan pengunjung mal mencoba permainan Ice Skeating di Pondok Indah Mal Jakarta, Selasa (25/12/2019). - BISNIS/YAY
Sebelum dunia dilanda pandemi Covid-19, pusat perbelanjaan di Jakarta ramai dikunjungi. Ratusan pengunjung mal mencoba permainan Ice Skeating di Pondok Indah Mal Jakarta, Selasa (25/12/2019). - BISNIS/YAY

Bisnis.com, JAKARTA - Normal baru diyakini telah mengubah perilaku konsumen dan menggerus profit bagi pelaku usaha.

Memasuki normal baru berbagai usaha sudah mulai beroperasi kembali dengan menjalankan protokol kesehatan ditetapkan oleh pemerintah. Bagi pemilik usaha, kesempatan ini merupakan kesempatan untuk menggerakkan kembali roda perekonomian yang sempat melambat dampak dari pandemi Covid-19 di Indonesia sejak Maret 2020.

Pada sisi lain, masih ada kekhawatiran dari kalangan pebisnis, geliat perekonomian belum bisa kembali cepat, ditambah kekhawatiran adanya gelombang kedua.

 Devina Halim, VP Investment East Ventures menjelaskan, turunnya daya beli masyarakat merupakan salah satu  efek domino dari pandemic Covid- 19, karena berkurangnya penghasilan yang disebabkan oleh pemotongan gaji atau pemutusan hubungan kerja (PHK).

Saatnya bagi pemilik usaha untuk melakukan penataan ulang fungsi - fungsi perusahaan untuk mencapai efisiensi yang lebih baik.

"Dengan melakukan penataan ulang, pemilik usaha dapat mengatur ulang pos pembiayaan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran baru seperti pemenuhan kebutuhan protokol kesehatan," katanya dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (27/6/2020).

 Oleh sebab itu, normal baru menjadi tantangan sendiri bagi pemilik usaha agar bisa bertahan ditengah perubahan perilaku masyarakat.

Devina menilai, masyarakat menjadi lebih peduli pada keamanan dan kebersihan, sehingga penerapan standar kesehatan sesuai anjuran sangat penting untuk dijalankan oleh seluruh pemilik usaha.

“Selain itu, akan ada perubahan perilaku konsumen khususnya bagi bisnis di sektor ritel atau pariwisata, sehingga dibutuhkan penyesuaian bisnis untuk memenuhi kebutuhan baru masyarakat di masa new normal,” tambah Devina.

Mekari sebagai salah satu perusahaan software as a service (SaaS) yang mempunyai produk Jurnal, software akuntansi online berbasis cloud, merangkum beberapa strategi yang bisa diterapkan oleh pemilik usaha agar bisa kembali bersaing di masa normal baru.

1. Riset konsumen dan mulai adaptasi

Menurut Devina, kegigihan dan kemampuan beradaptasi pemilik usaha menjadi faktor penting dalam menentukan kesuksesan usaha yang dibangun. Adaptasi dapat diawali dengan melakukan riset konsumen sebagai data untuk mengevaluasi apakah produk atau jasa yang dimiliki masih relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini.

2. Lakukan inovasi bisnis yang relevan

Setelah melakukan riset, proses adaptasi yang kemudian bisa dilakukan adalah mengeluarkan inovasi baru yang masih selaras dengan core bisnis untuk memenuhi kebutuhan baru dari konsumen. Misalnya, pemilik ritel pakaian beralih ke pembuatan APD seperti masker atau pengusaha katering beralih membuat frozen food.

3. Pengelolaan arus kas adalah kunci

Pemilik usaha perlu melakukan penilaian untuk kondisi keuangan usaha saat ini. Lakukan review dan menetapkan skala prioritas untuk belanja modal dan operasional perusahaan penting dilakukan.

Menyusun kembali proyeksi arus kas, minimal untuk 12 bulan ke depan, kemudian meninjau ulang dan mengawalnya dalam kurun mingguan agar memastikan arus kas dalam kondisi sehat.

Dengan menggunakan software akuntansi berbasis cloud seperti Jurnal, pemilik usaha dengan mudah bisa mengakses laporan arus keuangan secara realtime. Dengan demikian, memudahkan pemilik usaha untuk melakukan analisa dan mengambil keputusan keuangan secara tepat dan akurat berbasis data.

4. Prioritaskan rencana bisnis jangka pendek dan menengah

Devina menegaskan penting bagi pemilik usaha untuk memastikan usaha yang dibangun survive dalam jangka pendek hingga menengah.

Lakukan analisa keuangan untuk melihat sejauh mana bisnis dapat bertahan dengan kondisi saat ini. Jika efisiensi perlu dilakukan, seperti layoff karyawan, harus dilakukan cepat dan terarah. Saat rencana jangka pendek dan menengah bisnis sudah dilakukan secara matang, pemilik usaha diharuskan membuat business continuity plan.

5. Siapkan dana cadangan

Di tengah ketidakpastian pandemi, pemilik usaha harus tetap waspada jika terjadinya gelombang kedua corona yang dapat menyebabkan surutnya lagi roda perekonomian Indonesia. Penting menyiapkan dana cadangan untuk mengantisipasi risiko - risiko bisnis kedepannya. Selain melakukan efisiensi operasional, melepaskan aset investasi jangka pendek pun bisa menjadi opsi bagi pemilik usaha.

6. Rencanakan strategi pemasaran yang matang

Masa normal baru ini membuat pemilik usaha bersaing lebih ketat lagi untuk memenangkan hati konsumen melalui produk dan jasa yang ditawarkan.

Selain inovasi dan kualitas produk yang harus dijaga, strategi pemasaran yang matang menjadi kunci untuk menarik konsumen membeli produk atau jasa yang ditawarkan.Kenali target konsumen dan kecenderungan mereka dalam melakukan pembelian. Dengan itu, pemilik usaha bisa menggunakan channel promosi yang tepat untuk menggaet konsumen.

7. Beralih ke digital

Dengan kondisi saat ini, kehadiran teknologi dan kanal digital akan membantu pemilik usaha untuk memperluas jangkauan pasar. Baik melalui pemanfaatan media sosial, marketplace, aplikasi pesan antar makanan dan lainnya akan memudahkan konsumen untuk menjangkau produk atau jasa yang dimiliki.

Dengan banyaknya saluran penjualan ini, pastikan pembukuan di akhir bulan tetap sesuai.

Menggunakan software akuntansi berbasis cloud seperti Jurnal, pemilik usaha bisa melakukan pencocokkan data saldo kas di bank dan pembukuan secara otomatis dan akurat melalui fitur rekonsiliasi bank.

 Dengan mengaplikasikan strategi - strategi di atas, harapannya dapat membantu pemilik usaha menghadapi persaingan ketat di masa new normal ini. Selain melakukan perencanaan usaha yang matang, pengaplikasian teknologi menjadi krusial untuk membantu pemilik usaha mampu bersaing secara optimal.

Standie Nagadi, VP Marketing Mekari menyebutkan pula, dengan teknologi terdepan dan fitur yang telah terintegrasi dengan POS dan beberapa bank besar di Indonesia, Jurnal memberikan kemudahan bagi pemilik usaha untuk mengelola pembukuan dengan akurat serta efisien melalui automasi dan pastinya aman karena telah tersertifikasi ISO27001.

"Sudah waktunya bagi pemilik usaha untuk menjadi bagian dari ekosistem digital ekonomi dan bertransformasi penuh dengan mengaplikasikan teknologi guna memaksimalkan operasional bisnis, sehingga pemilik usaha bisa mengambil keputusan bisnis yang strategis dan penuh kehati - hatian untuk mengupayakan manajemen keuangan usaha tetap sehat di masa krisis ini," ungkap Standie.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konsumen covid-19 New Normal
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top