Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Tantangan yang Dihadapi Pebisnis Waralaba Saat Pandemi

Selama pandemi corona, pengusaha waralaba harus memiliki kualitas pemimpin yang baik, sehingga dapat memotivasi dan menginspirasi karyawan dan pewaralaba mereka.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  13:21 WIB
Pemimpin waralaba harus memiliki semangat yang kuat untuk memotivasi orang-orang yang berada di timnya selama pandemi virus corona. - ilustrasi
Pemimpin waralaba harus memiliki semangat yang kuat untuk memotivasi orang-orang yang berada di timnya selama pandemi virus corona. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Memiliki bisnis waralaba adalah impian yang menjadi kenyataan bagi sebagian pengusaha. Namun ide-ide waralaba yang berbeda terus bermunculan, mungkin sulit untuk membangun merek yang bisa dijual dan unik khususnya saat pandemi corona.

Seperti halnya bisnis lain yang sedang berkembang, industri waralaba menghadapi tantangan uniknya sendiri.

Pada satu titik, beberapa perusahaan mungkin mengalami pertumbuhan yang cepat hanya untuk akhirnya dihadapkan dengan berbagai rintangan ketika akab memperluas brand mereka. Terkadang, tantangan dalam bisnis waralaba dapat diramalkan, tetapi mereka juga dapat mengejutkan pengusaha.

Dilansir melalui Global Trade Magazine, berikut adalah lima tantangan yang dihadapi franchisor hari ini:

1. Kurangnya Modal Kerja

Salah satu dari banyak alasan mengapa bisnis gagal adalah karena modal kerja yang tidak mencukupi. Beberapa tahun pertama dalam menjalankan waralaba biasanya yang paling sulit.

Dalam industri waralaba, penting untuk diingat agar tidak meremehkan anggaran. Pengusaha waralaba harus menghasilkan pendapatan yang cukup untuk mendukung infrastruktur, kampanye pemasaran, operasi bisnis, serta keuangan penting lainnya.

Karena dapat memakan waktu bertahun-tahun bagi bisnis waralaba untuk menghasilkan uang yang cukup untuk mendukung struktur bisnis, pengusaha harus memiliki modal yang cukup untuk mendanai sendiri bisnis tersebut hingga mencapai titik itu. Seringkali, mereka akan mengambil pinjaman bisnis waralaba untuk mengelola biaya.

2. Pewaralaba yang penuh keraguan

Dengan meningkatnya pendapat negatif tentang waralaba, banyak calon pewaralaba ragu untuk mengambil opsi bisnis. Akibatnya, mereka sering mempertanyakan motif dan strategi perusahaan waralaba. Ini dengan mudah dapat menjadi gangguan dan hambatan utama dalam pertumbuhan perusahaan waralaba. Karena itu, kinerja mereka menjadi terbatas dan dapat merusak proses perusahaan yang sedang berkembang.

Sebagai pemilik waralaba, Anda dapat mencegah hal ini terjadi. Jangan biarkan franchisee Anda bertanya-tanya. Berikan informasi yang diperlukan, hilangkan kesalahpahaman, dan pastikan untuk segera menjawab semua pertanyaan sejujur mungkin.

Bersikaplah transparan dengan proses bisnis Anda, serta cara-cara bagaimana Anda mencapai tempat Anda hari ini. Pastikan untuk menyertakan pewaralaba Anda dalam setiap keputusan bisnis, sehingga motif dan tindakan Anda tidak akan dianggap mementingkan diri sendiri.

3. Menemukan pewaralaba yang tepat

Untuk menjadi pewaralaba, pengusaha yang tertarik harus melalui sejumlah proses, dengan uji tuntas menjadi keharusan. Namun, ada juga saat-saat ketika pemilik waralaba menjadi putus asa, terutama ketika arus kas ketat sehingga seringkali proses ini dilewatkan.

Ketika memulai bisnis waralaba, pemilik waralaba harus membangun jaringan yang memiliki reputasi baik. Mereka harus selalu membangun dan mempertahankan hubungan yang kuat dengan pemegang waralaba mereka. Ingat bahwa dalam bisnis waralaba penting untuk menemukan rekrutmen yang tepat bisnis bagi Anda. Semakin baik mereka, semakin baik untuk pertumbuhan perusahaan Anda.

4. Mempekerjakan tim yang tepat

Dalam memulai bisnis apa pun, pengusaha harus dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perusahaan. Setelah diketahui, mereka akan tahu orang seperti apa yang harus mereka pekerjakan untuk menjembatani kesenjangan dan menghilangkan titik lemah.

Karyawan adalah aset terbesar dalam bisnis. Sebagai perusahaan yang sedang tumbuh, kemungkinan besar bahwa Anda harus berinteraksi dengan staf dari berbagai departemen. Idealnya, Anda harus yakin bahwa Anda semua bekerja menuju tujuan yang sama. Karena itu, Anda perlu menanamkan budaya perusahaan pada karyawan Anda dan mengambil langkah-langkah yang memastikan mereka menerimanya juga.

5. Penyesuaian untuk menjadi pemilik perusahaan waralaba

Meskipun kedengarannya mudah bagi sebagian orang, menjadi franchisor adalah tantangan terbesar dalam menjalankan perusahaan franchising. Seorang wirausahawan mungkin terbiasa mengawasi operasi bisnis sehari-hari, namun, ketika seseorang memutuskan untuk melakukan waralaba pada bisnis mereka, serangkaian kekhawatiran baru muncul.

Pengusaha waralaba harus memiliki kualitas pemimpin yang baik. Mereka juga harus dapat memotivasi dan menginspirasi karyawan dan pewaralaba mereka, sehingga mereka juga dapat beradaptasi dengan peran yang diberikan kepada mereka.

Selain itu, pemilik waralaba harus belajar cara untuk menahan diri dalam pengelolaan operasi bisnis mereka. Dengan merekrut tim manajemen yang tepat, pemilik waralaba dapat meluangkan waktu yang dapat mereka gunakan untuk lebih fokus pada pertumbuhan dan ekspansi bisnis.

Mereka harus melakukan upaya bersama untuk tidak membuat kesalahan waralaba untuk menghindari kegagalan bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wirausaha waralaba Virus Corona pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top