Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

10 Kalimat Paling Menjengkelkan yang Dikatakan Selama Rapat Jarak Jauh

Tren bekerja jarak jauh menimbulkan pola kerja baru dan komunikasi jarak jauh yang lebih intens.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  06:24 WIB
Zoom telah menetapkan rencana 90 hari untuk memperbaiki masalah keamanan. Sementara ini Zoom menghadapi lonjakan trafik tiga puluh kali lipat dan membutuhkan daya komputasi yang lebih besar. REUTERS
Zoom telah menetapkan rencana 90 hari untuk memperbaiki masalah keamanan. Sementara ini Zoom menghadapi lonjakan trafik tiga puluh kali lipat dan membutuhkan daya komputasi yang lebih besar. REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA -- Pandemi virus corona telah menciptakan sistem kerja yang baru selama beberapa bulan terakhir. Dengan era work from home (WFH) yang belum menunjukkan adanya tanda-tanda selesai, conference call akan terus menjadi media komunikasi andalan.

Video call atau panggilan video menjadi semakin lazim dilakukan selama pandemi, memungkinkan tim dan divisi untuk melakukan bisnis dari jarak jauh. Penting bagi peserta rapat untuk menampilkan diri mereka secara profesional selama rapat jarak jauh.

Terlepas dari kebutuhan profesionalitas dalam setiap conference call tatap muka, momen canggung selalu ada.

Dilansir melalui Small Business Trend, Kamis (13/10/2020), sebuah survei yang dilakukan oleh Easy Offices mencatat beberapa frasa paling menjengkelkan sering dikatakan selama conference call berlangsung.

Survei tersebut menanyakan 1.000 pekerja jarak jauh frasa apa yang paling mereka tidak disukai dan paling menjengkelkan ketika berpartisipasi dalam conference call.

  1. "Saya perlu melakukan panggilan lain."

Ini masuk akal mengapa seseorang menyatakan mereka perlu "melompat pada panggilan lain” mungkin dianggap kasar.

  1. "Audio Anda masih dalam keadaan mute."

Anda mungkin tahu bahwa Anda dalam mode bisu dan tidak perlu diberitahu demikian.

  1. “Kami kehilanganmu sebentar tadi.”

Sekali lagi, menyatakan hal yang jelas tentang kendala panggilan jarak jauh dianggap merendahkan dan menjengkelkan.

  1. “Apakah semuanya sudah hadir?”

Terdengar seperti seorang guru yang berbicara di kelas taman kanak-kanak…

  1. “Dapatkah Anda melihat layar saya?”

Pertanyaan lain yang biasa digunakan dan mengganggu di video call.

  1. “Bisakah semua orang menggunakan mode bisu?"

Satu lagi yang sedikit menjengkelkan.

  1. "Sebaiknya kita bahas ini secara offline."

Atau bisakah kita memperpanjang durasi rapat dan menyelesaikan masalah ini sekarang sehingga tidak perlu dibahas lagi nanti?

  1. "Karena waktunya hanya tinggal beberapa menit lagi..."

Jika hanya ada beberapa menit tersisa, mengapa tidak mengakhiri rapat dengan cara yang proaktif daripada menyatakan fakta yang sudah diketahui semua orang?

  1. "Feedbacknya buruk sekali.”

Gangguan yang disebabkan oleh feedback itu...sudah jelas mengganggu, jadi tidak perlu menyampaikannya lagi ke seluruh peserta rapat.

  1. "Saya harus undur diri tepat pada pukul sekian."

Dengan kata lain, rapat harus diakhiri tidak peduli apakah masalahnya sudah selesai atau belum rampung dibahas.

Bukankah akan lebih efektif untuk memperpanjang durasi rapat atau mengatur rapat lain untuk memastikan tidak ada yang terlewat? Frasa ini juga dianggap tidak menghargai waktu para peserta rapat lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Work From Home Zoom Video Communications
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top