Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Profil Pendiri Zoom yang Mulai Adopsi Kecerdasan Buatan AI

Eric Yuan merupakan miliarder dengan kekayaan US$4 miliar pendiri Zoom, simak profilnya
Profil Pendiri Zoom yang Mulai Adopsi Kecerdasan Buatan AI
Profil Pendiri Zoom yang Mulai Adopsi Kecerdasan Buatan AI

Bisnis.com, JAKARTA - Platform aplikasi konferensi video, Zoom akhirnya masuk dalam deretan perusahaan teknologi yang mengadopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam fiturnya. 

Lewat perkembangan terbarunya, Zoom mengumumkan bahwa selama Maret-April 2024 saja, telah melakukan 50 inovasi baru yang didukung AI.  

Dengan fitur AI tersebut Zoom juga mengklaim dapat membantu para penggunanya membuat ringkasan dari rapat atau percakapan serta menyajikannya, dan menyusunnya berdasarkan topik, serta menyisipkan daftar langkah-langkah selanjutnya yang perlu dikerjakan. 

Kemampuan meringkas ini juga didukung oleh 36 bahasa. Fitur ini juga dapat mendeteksi perbedaan bahasa yang digunakan selama rapat secara otomatis. 

Zoom juga memiliki AI generatif yang dapat membantu menulis e-mail, chat, dan tulisan lainnya yang lebih panjang dan formal.

Kemudian, untuk mengoptimalkan waktu kerja, Zoom memiliki Zoom Workspace, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan reservasi meja kerja di kantor maupun ruang rapat, serta dengan mudah melihat meja kerja atau ruangan yang tersedia dari mana pun Anda berada.

Sosok di Balik Zoom

Di balik aplikasi yang begitu tenar saat pandemi itu, ada miliarder dengan kekayaan US$4 miliar atau setara dengan Rp64,11 triliun, yakni Eric Yuan. 

Pria kelahiran Tai'an, Shandong, China pada 20 Februari 1970 itu tak berasal dari keluarga kaya. Dia senang bekerja bahkan sejak kecil, hingga menjadi pengepul tembaga dan puing-puing untuk mendapatkan uang saat masih duduk di sekolah dasar.  

Dia menempuh pendidikan tinggi di Shandong University of Science and Technology dan menyabet gelar sarjana di bidang matematika terapan. 

Saat masih menjadi mahasiswa, Yuan mendapat ide untuk mendirikan Zoom Video Communications, Inc. Dia ingin mengembangkan teknologi yang menggabungkan telepun dan video, meskipun baru bisa direalisasikan bertahun-tahun kemudian. 

Yuan kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang master di China University of Mining and Technology jurusan Teknik Geologi di Beijing. Perjalanannya menjadi pebisnis dan membangun Zoom juga dimulai di sini.

Di sela mengambil gelar masternya, dia mendapat kesempatan untuk mengikuti program pelatihan ke Jepang selama empat bulan yang membuatnya terinspirasi dengan Bill Gates dan memutuskan pindah ke Silicon Valley pada 1997. 

Datang ke Amerika, dia bergabung dengan WebEx, sebuah startup dengan hanya 20 orang karyawan. Perusahaan tersebut kemudian diakuisisi oleh Cisco System pada 2007 dan membuatnya naik ke posisi Wakil Presiden bidang Teknik.

Saat menduduki posisi tinggi di Cisco, Yuan mencoba untuk menawarkan ide lamanya, aplikasi konferensi video yang ramah untuk gawai. Namun, ide tersebut ditolakoleh Cisco. Usai ditolak, Yuan akhirnya mengundurkan diri dan membuat perusahaan sendiri Zoom Video Communications, dan mewujudkan mimpinya. 

Yuan mendirikan Zoom pada 2011, dan terus berkembang hingga bisa melakukan penawaran umum perdana atau IPO pada 2019. IPO tersebut membuatnya menjadi miliarder. 

Selama pandemi Covid-19, Zoom seakin besar atas tingginya kebutuhan untuk melakukan video konferensi. Hingga pada 2020, Yuan sempat menjadi salah satu orang terkaya dunia dengan kekayaan mencapai US$16,4 miliar.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper