Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diane Hendricks, Wirausahawan Wanita Terkaya di AS

Diane Hendricks memiliki kekayaan bersih telah melampaui US$8 miliar per pekan kedua Oktober 2020.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  15:37 WIB
Diane Hendricks menduduki puncak daftar Forbes Richest Self-made Women selama tahun ketiga berturut-turut berkat perusahaannya, ABC Supply. - Celebrity Family
Diane Hendricks menduduki puncak daftar Forbes Richest Self-made Women selama tahun ketiga berturut-turut berkat perusahaannya, ABC Supply. - Celebrity Family

Bisnis.com, JAKARTA -- Wanita semakin menjadi pusat perhatian dalam dunia bisnis, dan dalam daftar tahunan keenamnya, Forbes menyoroti 100 wirausahawan, eksekutif, dan entertainer mandiri (self-made) terkaya di AS.

Diane Hendricks menduduki puncak daftar Forbes Richest Self-made Women untuk tahun ketiga berturut-turut berkat perusahaannya, ABC Supply, yang meraup penjualan sebesar US$11,7 miliar pada 2019.

Kekayaan bersih Hendricks telah melampaui US$8 miliar per pekan ini, menurut Forbes.

Hendricks mendirikan bisnis ini bersama almarhum suaminya, Ken, di Beloit, Wisconsin, pada tahun 1982. Diane menjalankan bisnis itu sendiri sejak kematian Ken pada tahun 2007. Perusahaan ini adalah salah satu distributor grosir atap, pelapis dinding dan jendela terbesar di Amerika.

Hendricks telah menggunakan penghasilannya dengan berbagai cara. Perusahaan konstruksinya membangun lapangan baseball untuk afiliasi liga kecil Oakland Athletics, dan organisasi nirlaba yang dia pimpin sedang membuat sekolah charter yang dijadwalkan dibuka pada 2021.

Dia juga telah menghabiskan jutaan dolar untuk pengembangan ekonomi lokal, membangun kembali seluruh blok di Beloit dan membawa beberapa bisnis baru ke negara bagian tersebut.

Tumbuh di peternakan sapi perah Wisconsin, Diane adalah satu dari sembilan bersaudara. Dia memiliki kehidupan yang indah di pertanian, tetapi dia selalu ingin mengenakan setelan jas. Diane memiliki beberapa kendala yang harus diatasi terlebih dahulu.

Pada usia 17 tahun, dia memiliki seorang anak dan menikah dengan 'cinta pertamanya'. Kehamilan remajanya membuatnya hampir tidak mungkin untuk melanjutkan tahun seniornya di sekolah menengah, katanya kepada Forbes.

Dia akhirnya menyelesaikan studinya di rumah untuk mendapatkan ijazah sekolah menengahnya.

“Itu tidak menghentikan saya dari keinginan untuk mencapai impian saya,” katanya Forbes. “Bahkan saya pikir saya menjadi lebih fokus pada apa yang ingin saya capai.”

Tidak lama setelah dia bertemu dengan suami keduanya, Ken Hendricks, seorang kontraktor atap, keduanya memulai bisnis bersama. Selama tiga tahun, mereka membeli 100 rumah di Beloit, Wisconsin, dan memperbaikinya sendiri.

Beberapa tahun kemudian, pasangan itu membuka toko ABC Supply pertama mereka di Beloit dengan bantuan investasi real estat mereka dan perusahaan atap dan real estate Ken Hendricks lainnya.

Bisnisnya berkembang dari sana dan pada tahun 2001 pasangan tersebut membentuk Hendricks Holding Company, yang sekarang memiliki portofolio besar yang meliputi perusahaan industri, perusahaan logistik, real estate, perawatan kesehatan, dan banyak lagi. ("ABC Supply" adalah singkatan dari "American Builders and Contractors Supply".)

Ken Hendricks meninggal pada 2007 akibat kecelakaan di mana dia jatuh dari atap rumahnya di Wisconsin pada usia 66 tahun.

“Saya tahu bisnis harus terus berjalan. Itu adalah pekerjaan hidup kami, "kata Diane kepada New York Times dalam wawancara tahun 2009.

Diane terus mengembangkan bisnis ke level baru setelah kematian suaminya.

Dia melakukan dua akuisisi terbesar perusahaan pada 2010 dan 2016, menurut Forbes, dan meningkatkan penjualan dari US$3 miliar pada 2007 menjadi US$11,7 miliar pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang terkaya orang kaya amerika serikat
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top