Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

9 Alasan Kemitraan Bisnis Gagal

Kemitraan bisnis mungkin muncul ketika dua orang teman mendapatkan sebuah ide, atau bahkan ketika dua orang bekerja sama.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  17:28 WIB
Ilustrasi franchise
Ilustrasi franchise

Bisnis.com, JAKARTA -- Menemukan mitra bisnis itu mudah, tetapi menemukan mitra bisnis yang tepat itu sulit.

Tidak ada pihak yang menjalin hubungan bisnis dengan tujuan untuk gagal. Sayangnya, hal itu terlalu sering terjadi.

Kemitraan bisnis mungkin muncul ketika dua orang teman mendapatkan sebuah ide, atau bahkan ketika dua orang bekerja sama.

Apa pun masalahnya, setiap orang pada dasarnya memiliki perbedaan.

Perbedaan ini dapat dengan mudah diabaikan jika waktu dan uji tuntas tidak dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengatasinya sebelumnya.

Dilansir melalui Entrepreneur, agar bisnis berhasil dalam jangka panjang, diperlukan keselarasan antara kedua pihak dan manajemen yang stabil.

Berikut adalah faktor paling umum yang dapat menyebabkan kegagalan kemitraan bisnis:

1. Perbedaan prioritas

Memahami prioritas kehidupan Anda dan mitra kerja itu penting. tua dari dua anak kecil untuk meninggalkan kepentingan keluarga untuk bekerja. Di sisi lain, Anda tidak boleh mengharapkan mereka yang lajang memiliki energi untuk bekerja semalaman. Sekadar mengetahui berbagai tahap kehidupan dapat membuat Anda sadar akan kemungkinan tantangan yang ada.

2. Kurang motivasi

Motivasi dan dorongan adalah elemen penting agar bisnis apa pun berhasil. Apakah Anda dan mitra ingin sekali menjalankan bisnis? Jika dorongan itu tidak berada di tingkatan yang sama, maka Anda bisa memupuk kebencian terhadap satu sama lain. Ketidaksesuaian jangka panjang dalam tingkat motivasi antara dua orang pasti akan menyebabkan frustrasi - dan akhirnya kegagalan.

3. Tidak punya tujuan akhir yang selaras

Memiliki tujuan akhir yang selaras sangat penting. Sebelum menjalin kemitraan, setiap orang yang terlibat harus menguraikan tujuan akhir bisnis. Apakah untuk menciptakan keuntungan jangka panjang yang berkelanjutan? Apakah itu untuk dijual? Apakah itu untuk diteruskan ke kerabat Anda? Mengetahui tujuan akhir akan membuat memajukan bisnis menjadi jauh lebih mudah. Pikiran juga berubah, pastikan Anda membahas bagaimana Anda akan menghadapi skenario yang mungkin terjadi.

4. Perbedaan nilai

Ambisi dan motivasi didorong oleh nilai yang akan mempengaruhi keputusan seseorang. Setiap orang secara sadar dan tidak sadar memprioritaskan nilai-nilai mereka sendiri. Misalnya, Anda mungkin memilih penghematan biaya untuk meningkatkan keuntungan, sementara mitra Anda memilih pengeluaran lebih untuk pemasaran. Memastikan bahwa nilai-nilai Anda selaras akan menghemat banyak waktu dan menghindari argumen.

5. Toleransi risiko yang berbeda

Dalam beberapa hal, bisnis mirip dengan portofolio investasi. Menjalankan bisnis berisiko dan membutuhkan tingkat toleransi tertentu. Toleransi risiko Anda harus setidaknya selaras dengan mitra Anda. Faktor ini sangat penting ketika Anda membuat keputusan yang berisiko menyebabkan kerugian bagi bisnis. Pastikan kedua belah pihak menyadari risiko dan setuju dengan tingkat risiko yang diambil bisnis.

6. Kinerja individu yang buruk

Performa rata-rata tidak lagi berguna dalam bisnis. Kedua belah pihak harus memiliki kinerja tingkat tinggi untuk memberikan peluang terbaik bagi bisnis untuk berkembang. Lingkungan terlalu kompetitif untuk membuat bisnis yang berkinerja buruk tetap bertahan. Agar bisnis berjalan baik, kedua mitra harus menunjukkan kinerja terbaik.

7. Kurangnya saling ketergantungan

Ketika satu pihak tidak bergantung pada pihak lain dan bekerja sendiri-sendiri, mitra bisnis bisa kehilangan fokus dan hubungan bisnis berantakan. Ktergantungan berbeda kebutuhan. Menjadi tergantung berarti Anda lebih baik dalam suatu kemitraan daripada tidak.

8. Kurangnya keamanan

Menemukan keamanan dalam mitra bisnis berarti mereka cukup stabil untuk terus berlanjut dalam jangka panjang. Ini termasuk bidang-bidang seperti keamanan finansial, mental, atau bahkan hubungan. Misalnya, bisnis bisa gagal karena satu mitra tidak bertanggung jawab dengan keuangan pribadinya dan tidak mampu untuk terus menjalankan bisnis tersebut. Anda mungkin perlu melakukan percakapan yang tidak nyaman, tetapi percakapan itu pada akhirnya akan menyelamatkan Anda dari kerugian di masa depan.

9. Kurangnya kepercayaan

Bisakah Anda meninggalkan bisnis Anda selama sebulan dan mengizinkan mitra Anda untuk menjalankan bisnis sendiri? Jika tidak, Anda mungkin ingin mempertimbangkannya kembali. Agar hubungan apa pun berhasil, itu membutuhkan kepercayaan. Dalam hal bisnis, diperlukan kepercayaan yang lebih besar. Anda tidak hanya berurusan dengan kehidupan Anda sendiri, Anda juga berurusan dengan kehidupan karyawan dan klien Anda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

franchise tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top