Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

5 Cara Membangun Bisnis Kecil Setelah Ramadan

Selama Ramadan perubahan budaya bisnis sedikit berubah seperti jam kerja lebih pendek, tingkat energi yang lebih rendah, dan adanya penurunan produktivitas.
Tips bisnis planning/istimewa
Tips bisnis planning/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Tidak terasa  Ramadan telah berakhir. Kini setelah melewati serangkaian ibadah yang mensucikan diri, waktunya untuk memulai hal baru. Begitu pula dalam hal merintis bisnis.

Selama Ramadan  perubahan budaya bisnis sedikit berubah seperti jam kerja lebih pendek, tingkat energi yang lebih rendah, dan penurunan produktivitas yang menyertai. Namun bukan berarti bisnis yang baru akan dimulai harus menderita.  

Melansir dari Zawya, Kamis (13/5/2021) berikut beberapa hal yang bisa diterapkan untuk merintis bisnis  pasca Idulfitri.

1. Isi Ulang Tenaga

Banyak yang memandang jam kerja yang lebih pendek sebagai suatu ketidaknyamanan, tetapi menawarkan waktu kepada karyawan untuk melepaskan diri dan mengisi ulang tenaga tidak boleh dianggap remeh.

Orang-orang di perusahaan rintisan muda biasanya bekerja sepanjang waktu dan tidak mendapatkan banyak waktu istirahat, sehingga saat Ramadan dapat menawarkan kesempatan yang baik untuk bersantai dan belajar bagaimana memanfaatkan waktu istirahat, bahkan setelah bulan suci.

Pendiri dan CEO Kidzapp, Karim Beidas, mengatakan Ramadan adalah kesempatan untuk fokus pada perencanaan dan strategi bisnis selama sisa tahun ini.  “Untuk perusahaan teknis, fokuskan waktu Anda untuk mengembangkan fitur baru atau mengoptimalkan yang sudah ada. Ini bisa sangat membantu dalam mengembangkan bisnis Anda," ujarnya.

2. Terhubung Online

Ramadan secara tradisional adalah waktu untuk berhubungan dengan keluarga dan teman. Tetapi dengan dimulainya pandemi virus Covid-19, orang telah terhubung satu sama lain secara online sebagai pengganti pertemuan fisik.

Menurut survei baru-baru ini di antara penduduk UEA dan Saudi, 69 persen berharap menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersosialisasi secara online daripada tahun lalu. Pergeseran perilaku ini juga tercermin dalam konsumsi konten online. Dengan 52 persen penduduk UEA dan 56 persen penduduk Saudi diperkirakan menonton acara dan hiburan Ramadan secara online, menurut survei yang sama.

Pendiri Nuqt Idea House Bagi wirausahawan, Iman Suguitan mengatakan ini adalah peluang bagus untuk terhubung dengan audiens secara online. Untuk menonjol di pasar digital yang sudah ramai, Iman Suguitan, pengusaha serial dan pendiri Nuqt Idea House, sebuah agensi branding, menyarankan para pengusaha untuk menceritakan kisah mereka.

 “Jangan menjual produk ceritakan kisah Anda,” katanya.

Sebelum  berbicara dengan pelanggan, pesan Anda harus jelas dan dipikirkan dengan matang. Ini berlaku untuk perusahaan kecil dan besar, karena mereka mendapat banyak keuntungan dari komunikasi yang efektif selama waktu yang tepat ini.

3. Kenali Jaringan Media Sosial  

Sekadar online tidaklah cukup. Setiap jenis bisnis yang dijalankan wirausahawan harus menggunakan saluran media sosial yang paling sesuai untuk menjangkau audiens. YouTube, Facebook, dan Instagram adalah di antara jaringan paling populer di UEA, menurut laporan terbaru oleh Global Media Insight. Tetapi bukan berarti wirausahawan hanya boleh fokus pada saluran ini.

CEO The Planet, agensi pemasaran digital di Mesir dan UEA, Tarek Nasr menyarankan para wirausahawan untuk juga mempertimbangkan jejaring sosial yang kurang populer untuk menjangkau audiens mereka.

“Jangan meremehkan kekuatan saluran yang kurang populer seperti pemasaran email dan perpesanan langsung, terutama jika itu sejalan dengan strategi dan merek bisnis perusahaan,” katanya.

Entitas yang lebih tradisional juga merangkul media sosial. Awal pekan ini, misalnya, Kamar Dagang dan Industri Dubai mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan TikTok untuk membuat dan meluncurkan Kamar Dubai - Akademi TikTok, program empat minggu yang menjanjikan untuk membantu 1.000 startup dan UKM memvalidasi dan mengembangkan bisnis mereka menggunakan platform pembuatan konten.

4. Tunjukkan Kepedulian

Ramadan juga merupakan waktu untuk memberi, terutama bagi mereka yang kurang beruntung. Itu sebabnya kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) biasanya berlangsung sepanjang tahun ini. Menunjukkan sisi kemanusiaan dari bisnis Anda dapat sangat membantu dalam membangun hubungan.

Pendiri Entreprenelle, Rania Ayman mengatakan penting untuk tunjukkan bahwa Anda peduli dengan pelanggan, karyawan, dan pengikut Anda.  

“Ini bukan hanya tentang mengiklankan produk Anda dan melakukan penjualan. Jadilah manusia dan tunjukkan bahwa Anda peduli. Orang-orang akan lebih menghargainya," sarannya.

5. Jadilah Konsisten

Meskipun Ramadan adalah peluang bagus untuk terhubung dengan audiens secara online dan offline, wirausahawan juga harus berupaya untuk konsisten dalam komunikasi mereka. Ada banyak penekanan pada apa yang harus dilakukan selama Ramadan, atau bahkan selama musim tertentu.

Tapi masalah muncul ketika Anda hanya menginvestasikan waktu untuk terlibat dengan audiens Anda. Hal itu membuat merek dan bisnis lupa bahwa cara terbaik untuk membangun ikatan yang baik adalah dengan konsisten.  Jadi, jangan lupa untuk terus berkomunikasi setelah Bulan Suci.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper