Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perjalanan Suci Nirmala Membangun Bisnis Airin Beauty Care

Basic pendidikannya sebagai lulusan SMK Farmasi, dengan bidang keahlian Asisten Apoteker mengantarkannya bekerja di suatu klinik kulit dan juga klinik kecantikan di usianya yang baru menginjak 17 tahun.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 Mei 2021  |  16:35 WIB
Nirmala Suci
Nirmala Suci

Bisnis.com, JAKARTA - Meski bukan berlatar belakang Dokter ataupun Apoteker, Nirmala Suci sukses membangun bisnis klinik kecantika Airin Beauty Care.

Basic pendidikannya sebagai lulusan SMK Farmasi, dengan bidang keahlian Asisten Apoteker mengantarkannya bekerja di suatu klinik kulit dan juga klinik kecantikan di usianya yang baru menginjak 17 tahun.

Pada saat itu, lulusan SMK Farmasi setara dengan D3 Kefarmasian dan memiliki Surat Tanda Registrasi Asisten Apoteker. Dia lulus SMK pada tahun 2010.

"Saat itu saya sudah tidak ingin membebani orang tua dan ingin dapat membiayai diri sendiri. Terbesit keinginan untuk kuliah dengan uang sendiri namun karena saat itu belum tercapai saya memutuskan untuk lanjut bekerja,"  ujarnya.

Sambil menabung, dia terus melakukan upgrading diri selagi bekerja.

Dia pun fokus belajar tentang skincare, formulasi suatu produk dengan berbagai bahan aktif dan bahan tambahan, indikasi produk, efek sampingnya hingga langkah pembuatannya dan berbagai aspek farmasetika lainnya.

Saat itu, tidak terbersit dalam pikirannya menjadi seorang pengusaha seperti sekarang ini. Padahal, sang ibu adalah seorang pedagang pakaian yang cukup laris. Tapi, passionnya di bidang kecantikan sangat tinggi dan saat itu tidak ada niatan untuk berwirausaha seperti Ibunya itu.

"Pada akhir tahun 2012, saya memberanikan diri untuk resign dengan alasan menikah dan sedang hamil anak pertama. Lalu saya berpikir bagaimana caranya menambah penghasilan tanpa punya pekerjaan? Akhirnya dengan modal 1 juta rupiah yang merupakan gaji terakhir saya, saya mencoba memberanikan diri berjualan produk skincare milik orang lain tanpa berpikir mengenai untung rugi. Alhamdulillah dalam waktu 3 bulan, produk saya cukup dikenal di lingkungan saya saat itu yaitu keluarga, teman, tetangga dan lainnya," urainya.

Pada tahun 2013, dia mulai memasarkan produk jualannya di media sosial Instagram dan Facebook, hingga produk yang dipasarkan memiliki jangkauan yang lebih luas.

Pada awal dirinya merintis usaha, begitu banyak skincare “tidak aman” karena pada saat itu pengguna skincare tidak sekritis saat ini. Selama skin care dapat membuat kulit penggunanya cerah dan flawless, baik produknya sudah memiliki izin BPOM atau belum peminatnya akan tetap menggunakan produk tersebut. Sedangkan dia sendiri berprinsip bahwa keamanan customer adalah yang utama. 

"Meskipun saat itu produk saya belum memiliki izin BPOM, saya memastikan bahwa tidak ada bahan berbahaya di dalamnya. Saya adalah seorang Asisten Apoteker yang telah disumpah untuk bertanggung jawab terhadap profesi saya sendiri dan orang lain," bebernya.

Pada tahun 2014, dia mulai berpikir untuk memperluas pasar dan pengguna skincare yang saya jual dapat memiliki kepercayaan hingga saya melakukan konsultasikan langsung produk dengan customer.

Nirmala juga sudah bermimpi memiliki klinik sejak tahun 2013, namun saat itu dia ingin fokus memasarkan skincare dengan modal yang dimiliki dan keyakinan yang kuat. Hingga akhirnya dia berhasil membuka klinik pertama di usia 21 tahun. Prinsipnya saat itu adalah klinik yang dimilikinya harus aman, dengan legalitas dan izin yang terdaftar meskipun saat itu peraturan mengenai legalitas klinik masih longgar.

Hingga akhirnya, kini klinik Airin terus bertambah satu per satu setiap tahun tanpa modal pinjaman ke bank, franchise, ataupun  bekerjasama dengan investor. Sampai saat ini Airin tidak membuka franchise dan investasi modal, melainkan cashflow real dari keuntungan yang dijadikan modal.

"Di usia ke 28 ini saya sudah memiliki 7 cabang klinik Airin di Kota Bandung, Jakarta Selatan, Bekasi dan Malang. Selain itu juga brand skincare Airin (Airnderm Aesthethic, Airinbeautycare dan Airin for Men) sudah dikenal di seluruh Indonesia dan selalu memiliki customer loyal. Semua berkat kegigihan, kesabaran, keikhlasan, doa orang-orang tersayang dan kerja keras seluruh staff Airin Beauty yang mendampingi saya," paparnya.

Dia menjelaskan dirinya memiliki target kita membuka 1-2 cabang tiap tahunnya. Khusus tahun 2021, dia akan membuka cabang di Kota Malang, dan Tangerang

Nirmala mengatakan perjalanannya menjalankan bisnis itu bukanlah tanpa kendala. Mulai dari sulitnya mengurus legalitas BPOM produk, izin klinik, persaingan dengan kompetitor, korupsi oleh karyawan hingga puluhan juta, kerugian ratusan juga kerena produk gagal, di underestimate karena usaha di usia muda dan hanya lulusan SMK farmasi.

Terkhusus di era pandemi kali ini, sebagai seorang pebisnis dan pengusaha dia juga harus punya mental yang kuat, berpikir dan mencari strategi bagaimana brand dan usaha kita tetap bisa bertahan dalam berbagai kesulitan.

Menurutnya di masa pandemi pengusaha tidak bisa hanya bermodalkan “jualan produk” namun ada yang lebih penting yaitu Personal Branding, Brand Branding dan Product Branding. Tidak bisa berfokus hanya pada penjualan dan penghasilan (money oriented) namun juga  berfokus pada customer (customer oriented).

Salah satu cara Airin bertahan saat pandemi adalah dengan memprioritaskan protokol kesehatan anti Covid-19, dimana customer dapat merawat kulit tanpa merasa khawatir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecantikan tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top