Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kisah Khalid, Juragan Herbal Beromzet Puluhan Juta Tiap Bulan

Khalid menemukan motivasi untuk menjadi wirausaha. Pada tahun 2019 lahirlah label Herbal Borneo atau yang lebih populer Herbo.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 26 Mei 2021  |  13:11 WIB
M. Khalid menunjukkan produk herbalnya, Teh Bajajak.  - Khalid
M. Khalid menunjukkan produk herbalnya, Teh Bajajak. - Khalid

Bisnis.com, JAKARTA-- Meraih omset yang fantastis dari berwirausaha dalam waktu singkat? Tampaknya tidak ada kata tidak mungkin bagi oleh M. Khalid. Pemilik UMKM Herbal Borneo tersebut bisa mendulang Rp30 juta dalam setiap bulannya.

Meskipun tergolong baru dalam menjual aneka produk herbal Indonesia, namun ia sukses menjadi pelaku usaha yang menembus pasar dengan cepat.

Omzetnya yang terus meningkat membuatnya memantapkan diri untuk berhenti dari pekerjaannya sebagai pegawai pertambangan, dan fokus menjadi wirausaha.

"Sebenarnya ini itu bermula dari bos saya yang kala itu minta tolong di carikan tanaman bajakah untuk minuman pengobatan. Dari sana saya pelajari tentang bajakan dan jadi tertarik," katanya pada Bisnis, Rabu (26/5/2021).

Dari ketertarikannya tersebut ia memanfaatkan kayu bajakah untuk di jual pada kenalan. Respon yang baik dari para pembeli, membuatnya menjadikan hal menjual produknya sebagai pekerjaan sampingan.

Namun, atas nasehat bosnya, Khalid menemukan motivasi untuk menjadi wirausaha. Pada tahun 2019 lahirlah label Herbal Borneo atau yang lebih populer Herbo.

Kini setiap bulannya ia bisa memproduksi 240 kg teh bajakah.

Tak hanya teh bajakah, ia juga memproduksi aneka herbal lain seperti sari daun kelor, bunga telang, kulit halabah dan masih banyak lagi. Meskipun awalnya sempat dianggap remeh, Khalid tetap gigih memajukan Herbo.

"Awalnya itu jualan bajakah bukan berbentuk teh. Saya menjualnya dalam bentuk potongan kayu. Lalu semenjak pandemi, adanya peraturan baru dalam mengirim barang menjadikan saya harus lakukan inovasi lain agar itu tetap bisa dikirim. Akhirnya bajakah tersebut dibuat bubuk dan dijadikan teh," tambahnya.

Modal awalnya adalah Rp20 juta tanpa bantuan investor dan pihak lain. Kini ia sudah bisa memetik hasilnya.

Apalagi, puncak popularitasnya adalah saat Covid-19. Karena banyak orang yang ingin mendapatkan kesehatan dari herbal, produknya banyak di buru pasar.

Bapak dari tiga orang anak itu itu juga mengatakan bahwa kandungan tanaman bajakah sangat baik untuk kesehatan dan menjaga imunitas tubuh.

Khalid mengatakan produknya paling banyak di pesan dari Pulau Jawa. Bahkan ia juga mengirim ke sejumlah negara Asia seperti Malaysia, Singapura, dan Hong Kong.

Uniknya, tak ada strategi marketing khusus seperti pelaku usaha kebanyakan, ia juga tidak memiliki toko resmi di marketplace.

Semuanya ia jual pada reseller yang datang padanya dari berbagai tempat. Setiap reseller bisa mengambil pemesanan produk dari 50 - 300 unit.

Jadi, strategi menjual produknya hanya reseller yang bekerja. Bahkan setiap reseller punya cara tersendiri agar produknya bisa terjual. Saat ini Khalid hanya fokus pada produksi dan mencari reseller.

Untuk menjadi reseller Herbo diperuntukkan untuk siapa saja. Mereka hanya perlu menghubungi Khalid untuk menjadi rekannya.

Segala proses yang menguras pikiran dan juga emosinya telah dilaluinya. Mulai dari dianggap remeh dan juga di tipu rekan sendiri dengan membawa kabur uangnya.

Namun, ia tetap menikmati dinamika menjadi wirausaha. Bahkan, dalam waktu dekat ia akan memproses untuk izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Oleh karenanya, ia akan menyewa sebuah tempat untuk menjadi lokasi produksinya.

Semua produksi saat ini produksi di rumahnya di Jl. Tanjung selatan 3, Komp Regency 8, Blok B No 18, KabupatenTabalong, Kalimantan Selatan.

Sedangkan usaha yang mendapat izin BPOM harus punya tempat produksi sendiri, maka proses itu masih digarapnya.

Khalid mengungkapkan beberapa kenalannya sering mengiming-imingi untuk mendapatkan surat BPOM dengan instan. Namun ia selalu menolak dengan tegas karena ingin langsung merasakan segala prosedurnya. Dengan begitu dirinya mendapatkan pengalaman secara nyata tentang wirausaha.

"Untuk memulai usaha apapun tidak harus punya modal besar. Inovasi, fokus dan juga tidak tanggung dalam memulai apapun adalah yang paling penting. Dan, carilah bimbingan dari pihak yang tepat untuk mengarahkan dan memberikan masukan," tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneur herbal
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top