Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Manufaktur dan Bengkel Mobil Tetap Eksis Saat Pendemi

Masalah kesehatan yang mendera dunia saat ini membuat seluruh perekonomi mengalami tekanan. Begitu pula dengan sektor otomotif yang juga turut mendapatkan cobaan.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 27 Mei 2021  |  17:19 WIB
Simultek sejak 2010 sudah fokus bisnis memproduksi komponen otomotif untuk aftermarket.  - Bisnis.com/Janlika
Simultek sejak 2010 sudah fokus bisnis memproduksi komponen otomotif untuk aftermarket. - Bisnis.com/Janlika

Bisnis.com, JAKARTA - Masalah kesehatan yang mendera dunia saat ini membuat seluruh perekonomi mengalami tekanan. Begitu pula dengan sektor otomotif yang juga turut mendapatkan cobaan.

Tak mau terpuruk, industri manufaktur dan bengkel kendaraan roda empat di Jogyakarta justru menjadikan cobaan ini sebagai langkah lebih kreatif untuk lebih kreatif, bahkan lebih maju di era Covid-19.

Owner PT Sinar Mulia Teknalum atau Simultek Fachrurozi Nurhidayat mengatakan bila perusahaannya yang
memproduksi komponen otomotif tersebut terus melakukan inovasi agar tetap mendapatkan tempat di pasar.

"Di masa pandemi ini kami dapat berinovasi dan berkolaborasi di masa membuat aneka komponen mobil untuk dipasok ke beberapa perusahaan," ujarnya secara virtual pada acara Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) berjudul Jelajah Virtual UMKM di Yogyakarta, Kamis (27/5/2021).

Pria yang akrab di sapa Rozi itu selalu semangat melalukan perbaikan memberikan pelayanan terbaik
kepada customer. Bisnisnya memiliki kapasitas produksi sebesar 2 ton aluminium perhari dengan jumlah tenaga kerja tetap sebanyak 27 orang.

Pandemi yang terjadi lebih dari 1 tahun ini, diakuinya berdampak pada bisnis yang dijalankannya. "Di awal pandemi pada Maret 2020 Simultek sepi order. Namun, di situasi tersebut kami memasang alarm dan melakukan review di internal hingga akhirnya di akhir tahun perlahan order mulai masuk," tambah Rozi.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah diversifikasi produk dengan inovasi pembuatan produk alat
kesehatan. Akhirnya produk alat kesehatan tersebut mendapatkan order dari PT Sarandi. Orderan tersebut membantu memulihkan bisnis Simultek, dan tidak ada penurunan omset.

Simultek sejak 2010 sudah fokus bisnis memproduksi komponen otomotif untuk aftermarket. Pada acara yang sama, pemilik Bengkel Wistara Performance, Alfri Bagus Rupawan juga mengungkapkan bila saat awal Covid-19 bengkelnya sangat terpuruk.

"Yogyakarta itu kan kota wisata yah. Daerah kami ramai dengan cara itu. Karena Covid-19 tidak ada wisatawan yang datang, sehingga sepi. Bahkan saat tahun kemarin sangat terpuruk," ungkapnya.

Meskipun begitu, Alfri tidak mau terus diam saja. Agar bengkelnya tetap eksis ia meningkatkan standar pelayanan bengkel serta employee engagement.

Alfri mengatakan bengkelnya mengalami penurunan omzet 70 persen pada Maret – Mei 2020. Dari sana, ia melakukan inovasi Wistara Performance untuk memiliki 18 stall guna mendukung pelayanan di dalam bengkelnya.

Layanan yang dimiliki bengkel ini pun beragam, antara lain modifikasi kendaraan dan perawatan dan perbaikan seperti tune up, ganti oli, perbaikan transmisi matic dan lainnya. Bahkan ada layanan jemput kendaraan yang mogok di tengah jalan.

“Saat ini yang harus dilakukan adalah jemput bola, jangan hanya diam saja.Memperkuat tim, mengambil keputusan dengan matang dan lakukan pelayanan dengan baik adalah kunci Bengkel ini tetap bertahan di era pandemi”, tutup Alfri

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bengkel mobil industri manufaktur
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top