Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inovasi Segala Arah. Secara Robotik atau Alamiah?

Tidak mengalami kesenangan di dalam bekerja adalah sebuah tragedi yang berbatasan dengan kriminal. Apakah ini sebuah guyonan atau telaah ilmiah?
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 30 Mei 2021  |  12:46 WIB
Ilustrasi - Seniman AI yang bernama bernama Ai-Da mengenakan blus putih dan rambutnya yang hitam terurai. Ai-Da terlihat seperti artis yang sedang bekerja saat dia mempelajari subjeknya dan meletakkan pensil di atas kertas. - Bisnis/Reuters
Ilustrasi - Seniman AI yang bernama bernama Ai-Da mengenakan blus putih dan rambutnya yang hitam terurai. Ai-Da terlihat seperti artis yang sedang bekerja saat dia mempelajari subjeknya dan meletakkan pensil di atas kertas. - Bisnis/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Anda merasa sudah melakukan inovasi dan hal-hal yang kreatif lainnya di tempat kerja atau di dunia yang digeluti?

Tidak hanya sekadar melakukan atau ‘menunaikan kewajiban’ dari dua hal tersebut tetapi yang lebih penting apakah keduanya dilakukan sesuai ‘panggilan hati’, sehingga menimbulkan kebahagian tersendiri terlepas apapun hasilnya.

Di sinilah persoalannya. Berinovasi karena dituntut manajemen atau berinovasi secara ‘otomatis’ karena berada di sebuah ‘iklim’ yang merangsang tumbuhnya pemikiran-pemikiran yang kreatif?

Kondisi pertama sebut saja dengan istilah ‘inovasi robot’. Berinovasi karena perintah manajemen. Yang kedua bolehlah disebut ‘inovasi alamiah’ karena keberadaan seseorang memungkinkan sekali dirinya menjadi pribadi yang inovatif.

Rudolf Flesch, seorang penulis Amerika kelahiran Austria dan sekaligus pencipta Flesch Reading Ease, mengatakan bahwa berpikir kreatif mungkin berarti realisasi tentang tidak adanya kebijakan tertentu dalam melakukan sesuatu dengan cara yang selalu dilakukan.

Bisa disederhanakan maknanya sebagai ‘tidak berpikir biasa-biasa saja atau apa adanya’.

Nah, bila konteksnya dalam dunia kerja profesional, bagaimana duduk persoalannya?

Tom Peters, pakar manajemen asal AS, mengemukakan bahwa tidak mengalami kesenangan di dalam bekerja adalah sebuah tragedi yang berbatasan dengan kriminal.

“Keingintahuan dan kesenangan adalah alat bantu yang sangat penting. Buatlah kegembiraan di tempat kerja,” ujarnya suatu ketika.  

Intinya, tidak ada cara yang lebih cepat, lebih baik, lebih hemat biaya, dan inovatif untuk mencapai tujuan kita. Tidak ada jalan yang dapat memperbaiki kehidupan, pekerjaan, perusahaan, produk atau pelayanan bila kita tidak menjadi orang yang penuh rasa ingin tahu.

Pesan moralnya: Jangan pernah menantang status quo bila Anda tak bernyali. Tak ‘bermodal’. Tak ‘kreatif’. Tak ‘inovatif’.

Walter Elias Disney memikirkan hal itu melalu caranya sendiri. “Kadang aku tidak percaya adanya banyak puncak yang tidak dapat dicapai oleh seorang manusia yang tahu rahasia untuk membuat mimpi menjadi kenyataan.”

Bagi ikon dunia hiburan Hollywood tersebut, sumber persoalannya hanya mencakup apa yang disebut 4C, yaitu curiosity (keingintahuan), confidence (kepercayaan diri), courage (nyali), dan consistency (konsistensi).

Pertanyaannya, cara terbaik apakah untuk percaya bahwa Anda adalah orang yang kreatif? Bila belum diputuskan atau merasa masih gamang, cobalah lebih berketetapan hati sembari, sebagai awalan, melakukan ‘hal-hal kecil’ yang membawa dampak besar.

Harus diakui pula bahwa inovasi bukan rumusan baku ala standard operating procedure (SOP). Ketika Rob Walker, jurnalis New York Times, bertanya apakah Steve Jobs secara sadar pernah berpikir tentang inovasi, dia menjawab, “Tidak. Kami secara sadar berpikir tentang membuat produk-produk hebat.”

Selanjutnya Jobs mengatakan, “kami tidak berpikir, ayo munculkan hal-hal yang inovatif! Ayo kursus! Ini adalah lima peraturan tentang inovasi. Ayo kita tawarkan di seluruh perusahaan!”

Bila demikian, bagaimana jurus Anda berinovasi? 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inovasi
Editor : Inria Zulfikar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top