Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menakar Investasi Networking Luas dan Andal

Pembentuk jaringan yang benar-benar hebat adalah mereka yang membangunnya sepanjang waktu di saat berbicara dengan orang lain dan mendengarkan cerita mereka.
Inria Zulfikar
Inria Zulfikar - Bisnis.com 11 Agustus 2021  |  20:21 WIB
Unit truk pembuat kendaraan industri Italia-Amerika CNH, Iveco, menghadirkan truk baterai sel bahan bakar penuh listrik dan hidrogen baru dalam kemitraan dengan Nikola A.S., dalam acara di Turin, Italia, 2 Desember 2019.  - REUTERS
Unit truk pembuat kendaraan industri Italia-Amerika CNH, Iveco, menghadirkan truk baterai sel bahan bakar penuh listrik dan hidrogen baru dalam kemitraan dengan Nikola A.S., dalam acara di Turin, Italia, 2 Desember 2019. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Jika Anda mengenal seseorang lebih dari sekadar hal-hal menyenangkan mengenai dirinya secara umum maka akan lebih mudah lagi untuk mengingatnya.

Coba ingat-ingat lagi, apakah Anda—apapun kesibukan dan profesi yang sedang dijalani saat ini—pernah mengalami interaksi semacam itu dengan seseorang? Bisa jadi demikian tetapi mungkin luput menyadarinya.

Ya, mengenal orang lain adalah satu satu resep kuno yang tampaknya tidak pernah ketinggalan zaman untuk membentuk jaringan (network). Ada satu lagi awalan yang tidak boleh ditinggalkan: Pembentukan jaringan yang baik dimulai dengan menikmati pembicaraan.

Dalam sejumlah budaya, pembentukan jaringan adalah sebuah gaya hidup. Di Asia misalnya, kartu nama saling ditukarkan segera setelah Anda bertemu seseorang.

Anda menetapkan siapa dan apa jabatan Anda berdua dan mencari tahu apakah Anda berdua memiliki hubungan. Sudah umum dikenal bahwa jaringan hubungan membentuk reputasi seseorang.

Di budaya Barat, orang lebih berhati-hati, khawatir terlalu memaksakan diri terhadap orang lain. Bisa juga khawatir upaya ‘pembentukan jaringan’ mereka tampak terlalu jelas. Hal ini dapat membuat mereka terlihat ragu-ragu dan tegang kecuali jika bersama orang yang sudah dikenal.

Soal keberhasilan membina hubungan, kita bisa merujuk pada apa yang dikatakan Napier Collyns, salah seorang pendiri organisasi networking bernama Global Business Network.

Menurut dia, pola pikir terbaik dalam pembentukan jaringan adalah ‘tertarik pada orang lain dan gagasannya’ dan kemudian ‘menghubungkannya dengan orang lain yang sudah Anda kenal’.

Bagi Collyns, pembentukan jaringan menjadi otomatis jika menyangkut ketertarikan pribadi. Dalam hal ini ada trik yang bisa dimainkan, yaitu fokus pada kebutuhan orang lain dan mengesampingkan tujuan Anda sendiri.

Pendalaman dari trik ini dielaborasi lebih lanjut oleh Karen L. Otazo, trainer eksekutif global dan sekaligus konsultan bagi berbagai korporasi multinasional.

Alhasil, ini merupakan seni yang perlu dilatih dengan penuh kesabaran dan rasa empati terhadap orang lain. Fokus dan konsentrasi menjadi kata kunci tanpa harus memaksa kita menjadi karakter yang kaku dalam mengenal orang lain. Menikmati kebersamaan dengannya dan mencari tahu apa yang dapat ditawarkan.

Dalam hal ini, Collyns membedakan antara pembentukan jaringan pasif dan aktif. Di mana bedanya? Pembentukan jaringan pasif terjadi setiap kali Anda berbicara dengan orang lain. Sebaliknya pembentukan jaringan aktif adalah berbicara dengan tujuan tertentu.

Semakin banyak waktu yang diinvestasikan oleh seseorang pada pembentukan jaringan pasif pertama, yaitu berupaya mengenal orang melalui kejadian sehari-hari maka semakin kuat jaringannya, dan akan semakin mudah untuk memulai pembentukan jaringan aktif (Otazo, 2006).

Sekalipun Anda bukan termasuk orang yang suka bergaul, jika menarik napas dalam-dalam, menyelami orang lain, dan mengajukan pertanyaan ramah, sembilan dari 10 kesempatan yang Anda miliki berpeluang menjadi sebuah percakapan yang menyenangkan.

Bukankah sebagian besar orang senang berbicara mengenai diri mereka sendiri dan memanfaatkan kesempatan untuk melakukannya?

Sistem referensi kartu nama sering membantu. Di era serba teknologi saat ini, terasa lebih mudah lagi karena tinggal bertukar nomor whatsapp yang aktif. Beres sudah, tinggal ditindaklanjuti saja.

Ada resep mudah yang ampuh. Pembentuk jaringan yang benar-benar hebat adalah mereka yang membangunnya sepanjang waktu di saat berbicara dengan orang lain dan mendengarkan cerita mereka.

Tak sulit mengenali pembentuk jaringan yang hanya termotivasi oleh kepentingan pribadi. Mereka tampak palsu, bahkan manipulatif. Mereka adalah orang-orang yang hobinya suka nyelonong begitu saja ke dalam ruangan begitu sudah berjabat tangan dengan orang lain.

Nah, pastikan orang lain tidak mendapat kesan seperti itu dari Anda dengan benar-benar hadir dalam setiap percakapan dan dengan memperhatikan ketertarikan yang berhak mereka dapatkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemitraan
Editor : Inria Zulfikar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top