Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Tips Jual Barang Preloved agar Tetap Cuan

Berikut 5 tips jual barang preloved atau barang bekas agar tetap cuan seperti dilansir dari PayMaya, Jumat (22/10/2021).
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  16:18 WIB
5 Tips Jual Barang Preloved agar Tetap Cuan
ilustrasi jual barang preloved lewat e-commerce - Freepik.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tren hidup minimalis dengan menjual barang bekas ternyata tidak hanya membuat Anda hidup tenang (mindful), tetapi juga bisa menambah penghasilan. Berikut 5 tips jual barang preloved agar Anda tetap dapat cuan.

Barang bekas seperti pakaian, aksesori, bahkan produk elektronik bisa Anda jual secara preloved. Menjual barang preloved tidak membutuhkan toko fisik. Anda bisa menawarkan koleksi barang preloved yang dimiliki secara daring melalui media sosial atau situs jual-beli (e-commerce)

Berikut 5 tips jual barang preloved agar tetap cuan seperti dilansir dari PayMaya, Jumat (22/10/2021).

1. Gunakan Media Sosial

Banyak orang yang memilih menghabiskan waktu istirahatnya untuk berselancar di media sosial seperti Instagram atau Facebook. Jutaan pengguna ini merupakan pelanggan potensial yang mungkin membeli barang preloved Anda. Jadi, pastikan untuk melakukan teknik penjualan yang menarik agar banyak dilirik.

2. Buat Akun Khusus

Jika Anda berencana untuk menggunakan akun pribadi Anda, itu bisa bermanfaat karena Anda dapat dengan mudah terhubung dengan pelanggan potensial, seperti teman, kerabat, dan orang lain yang mengikuti Anda.

Namun, Anda mungkin merasa sulit untuk membuat perbedaan yang jelas antara konten pribadi dan konten penjualan. Kotak pesan Anda kemungkinan akan berisi pertanyaan dari pelanggan dan pesan pribadi dari teman jika Anda memilih untuk melakukannya dengan cara ini.

Di sisi lain, membuat akun baru membantu Anda menetapkan garis yang jelas antara konten pribadi dan penjual. Selain itu, ini akan membantu pelanggan Anda menelusuri penawaran Anda tanpa tersandung pada tweet atau postingan pribadi Anda.

Namun, Anda harus menginvestasikan lebih banyak waktu untuk membangun pengikut Anda ketika Anda membuka akun online baru hanya untuk bisnis Anda. Banyak pengguna mengatasi ini dengan mempromosikan halaman mereka di akun pribadi mereka atau dengan menggunakan alat iklan online berbayar.

3. Aplikasi Pihak Ketiga

Ada beberapa aplikasi pihak ketiga yang dapat digunakan oleh pedagang berpengalaman dan calon pedagang untuk menjual barang mereka secara online.

Beberapa yang paling populer di Indonesia termasuk Lazada, Shopee, Tokopedia, Bukalapak, BliBli, bahkan Carousell. Aplikasi ini memiliki fitur berbeda yang dimaksudkan untuk meningkatkan pengalaman berdagang Anda, termasuk menetapkan label harga, menambahkan diskon, dan bahkan membantu Anda mengatur metode pengiriman.

Salah satu keuntungan utama menggunakan aplikasi ini adalah akses ke basis pelanggan yang tersedia. Ribuan orang menggunakan aplikasi ini setiap hari, dan semuanya memiliki item tertentu yang ingin mereka beli. Gunakan nama dan deskripsi barang yang tepat untuk meningkatkan peluang pelanggan membeli dari toko Anda.

4. Harga Jual Barang

Anda bukan satu-satunya yang ingin menjual barang preloved secara online. Komunitas online misalnya hub untuk reseller, pedagang kecil, dan perusahaan besar. Cara Anda memberi harga barang Anda sangat penting untuk menentukan apakah Anda menjual atau tidak.

Bisa jadi harga barang Anda terlalu tinggi, dan orang kemungkinan besar tidak akan membeli. Namun, harga barang yang terlalu rendah akan mengurangi keuntungan Anda. Kuncinya dengan meneliti harga saat ini dari produk yang ingin Anda jual. Cek harga retail di toko dan cek juga harga yang ditawarkan reseller seperti Anda.

Anda juga perlu mengategorikan barang-barang antara barang-barang yang terdepresiasi dan barang-barang berharga. Pakaian, sepatu, tas, dan barang serupa sering kali kehilangan nilainya seiring waktu.

Namun, harga barang-barang antik dan barang koleksi seringkali meningkat seiring dengan berlalunya waktu. Pastikan untuk membedakan antara kedua jenis barang ini untuk memaksimalkan keuntungan Anda.

5. Transaksi Cashless

Baik Anda menggunakan media sosial atau aplikasi pihak ketiga untuk menjual barang-barang preloved Anda. Manfaatkan berbagai dompet digital untuk pembayarannya.

Penggunaan dompet digital mempermudah transaksi dan menghemat waktu. Berbagai dompet digital yang tersedia seperti gopay, paylater, shopeepay, Dana, QRIS, dan lainnya akan memudahkan proses transaksi bagi penjual maupun pembeli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja online jual beli ecommerce
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top