Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sejarah Bisnis Gado-Gado Boplo yang Melegenda

Salah satu gado-gado yang terkenal adalah ‘Gado-Gado Boplo’, yang diketahui telah hadir sejak 1970.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 14 Juli 2022  |  13:40 WIB
Sejarah Bisnis Gado-Gado Boplo yang Melegenda
Gado/gado Boplo

Bisnis.com, JAKARTA - Gado-gado merupakan salah satu makanan yang punya sejarah menarik.

Hidangan yang berasal dari Betawi ini begitu dikenal dan disukai bayak orang. Bahkan, sebagian orang asing pun menyebut gado-gado sebagai Indonesian Salad.

Adapun berdasarkan sejarah, gado-gado diperkirakan sudah ada sejak tahun 1950-an.

Kemunculannya dipercaya bermula saat terjadinya penyerbuan tentara asing di Batavia yang mengakibatkan habisnya pasokan bahan makanan, yaitu beras.

Akhirnya, para prajurit dari Kesultanan Mataram pun menyiasati berbagai sayuran yang tumbuh di persawahan sekitar dan mengolah kacang menjadi saus.

Sekilas, secara tampilan gado-gado, lotek dari Jawa Barat, dan pecel dari Jawa Timur memang memiliki kesamaan, karena sama-sama memakai saus kacang.

Namun, yang membedakan ketiga hidangan tersebut hanya isinya saja. Di mana, dalam satu porsi gado-gado biasanya berisi sayuran rebus yang disiram dengan saus dari kacang tanah serta irisan telur.

Sejarah Bisnis Gado-Gado Boplo

Gado-gado sendiri mudah ditemukan di sudut-sudut Kota Jakarta, tentu dengan harga yang relatif terjangkau.

Salah satunya yang terkenal adalah ‘Gado-Gado Boplo’, yang diketahui telah hadir sejak 1970.

Sebagai informasi, Kata ”boplo” berasal dari nama perusahaan real estate pertama di Indonesia pada abad ke-20, dengan proyek membangun daerah Menteng dan Gondangdia sebagai kawasan permukiman baru di Batavia.
Nama perusahaan Belanda itu sebetulnya NV De Bouwploeg, tetapi di lidah Melayu Betawi ucapannya berubah sedikit menjadi Boplo.

Melansir dari boplo.co.id pada Kamis (14/7/2022), Gado-Gado Boplo memulai sejarah panjangnya dari sebuah warung kedai kecil di Gang Pasar Boplo (sekarang Pasar Gondangdia) Cikini Jakarta Pusat oleh Juliana Hartono.

Salah satu hal yang membuat Gado-Gado Boplo menjadi unik dan mempunyai ciri khas, adalah penambahan campuran kacang tanah dan kacang mede dalam pembuatannya.

Selain itu, demi menjaga kualitas rasa, maka resep yang ada tak diubah sama sekali semenjak 40 tahun yang lalu.

“Orisinalitas dan kualitas, dua hal itulah yang membuat Gado-Gado Boplo masih tetap bertahan dan terus digemari walaupun kini sudah banyak restoran sejenis yang mencoba mengekorinya,” terang pihak manajemen dalam laman resminya.

Generasi Kedua Gado-Gado Boplo

Memasuki usia senja, Juliana pun pada akhirnya memberi kepercayaan penuh atas bisnis yang dirintisnya kepada sang anak sulung, Calvin Hartono.

Alhasil, berkat keuletan Calvin, menjadikan Boplo terus berkembang, dan di tahun 2004, restoran pertamanya hadir di Jalan Barito Kebayoran Baru Jakarta Pusat.

Sejak itulah Gado-Gado Boplo bertransformasi menjadi sebuah restoran modern, dengan tempat dan fasilitas yang nyaman, dengan tetap mengandalkan menu utama gado-gado.

Hingga Juli 2022 restoran Boplo kini telah beroperasi di 9 cabang plus 3 outlet tambahan di wilayah Food Court yang tersebar di seluruh kawasan Jakarta.

Beberapa penghargaan pun diraih oleh restoran ini, diantaranya pada tahun 2004 sebagai ‘Best Seller Award’ dan tahun 2008 meraih predikat ‘Kreatif dan Inovatif Person’

Bukan hanya gado-gado saja, tempat ini juga menghadirkan berbagai menu Nusantara lainnya, seperti, masakan asal gudeg dari Jogja, karedok dari Sunda, dan menu Betawi lainnya seperti soto betawi, laksa, sate ayam, nasi uduk, lontong sayur, rujak dan lainnya.

Untuk minumannya, ada berbagai menu jus buah dan beragam minuman dingin tradisional, seperti es bangsawan, es none, es ondel-ondel, es neng dan es Batavia

Harga menu makanan yang ada di ‘Gado-Gado Boplo’ juga mengikuti harga sewajarnya sebagai makanan tradisional.

Diketahui, kisaran harga Gado-Gado Boplo ini mulai dari Rp. 27.000 hingga Rp, 56.000 Sedangkan, minumannya mulai dari Rp. 8.000 hingga Rp 34.000.

Lebih lengkapnya, pengunjung dapat melihat harga yang tertera pada website resmi yang tertera.

Ke depannya, bisnis Gado-Gado Boplo pun berencana mengepakkan sayapnya untuk go internasional dengan terus membuka kesempatan bagi para calon investor agar bisa bekerjasama dalam menjadikan masakan tradisional sebagai tuan rumah baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gado-gado Historia Bisnis tips bisnis peluang bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top