Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Faber Instrument, UMKM Radio Kayu Vintage Asal Cianjur yang Tembus ke Luar Negeri

Faber Instrument, UMKM Asal Cianjur sukses tembus pasar luar negeri dengan produk radio vintage berbahan kayu.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 25 Oktober 2022  |  14:02 WIB
Faber Instrument, UMKM Radio Kayu Vintage Asal Cianjur yang Tembus ke Luar Negeri
Radio kayu Faber Instrument
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Faber Instrument Indonesia adalah salah satu di antara puluhan produk UMKM yang secara resmi terpilih menjadi pemasok suvenir KTT G20 di Bali mendatang.

Faber Instrument Indonesia sendiri telah berhasil lolos pada tahap kurasi oleh Kemenkop UKM bersama Smesco dengan melibatkan 1.024 UMKM dari berbagai sektor.

Lantas, seperti apa profil bisnis Faber Instrument Indonesia yang tengah menjadi sorotan publik saat ini? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

Melansir dari situs resmi Faber Instrument Indonesia, UMKM yang berasal dari Jawa Barat ini sudah berdiri sejak tahun 2011. Adapun, CEO dan Founder-nya ialah Helmi Suana Permanahadi. Di mana, dirinya bersama para pengrajin di daerah Bandung Selatan, berawal dari memproduksi sebatas gitar akustik dan kajon.

Namun, pada tahun 2018, Faber Instrument pun melakukan pembaharuan bisnis dengan mendirikan industri kerajinan kayu. Hal ini dilakukan untuk mengangkat seni kerajinan kayu sekaligus menaikkan nilai jual limbah kayu di daerah Kabupaten Cianjur.

Hingga akhirnya, terciptalah radio kayu bertema dengan tema Vintage Return.

Menariknya, meski mengusup konsep klasik dan retro, namun radio ini dilengkapi dengan gelombang FM serta fitur tambahan lainnya, seperti USB dan Bluetooth mode. Bahkan, selain menjadi audio dan home décor, pihaknya juga turut bekerja sama dengan Yayasan Tuna Netra di Kabupaten Cianjur, guna menjadikan radio kayu sebagai alat belajar dan berkomunikasi bagi individu yang punya keterbatasan penglihatan.

Dalam produksinya, selama lima tahun terakhir, Faber Instrument Indonesia secara konsisten telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Semenjak pendirian Faber Instrument, banyak sekali perubahan yang terjadi di sekitar kami. Meski, awalnya diragukan, namun kini perkembangannya sudah bisa menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat sekitar. Kami juga memperkenankan masyarakat menjadi reseller dan berbagi keuntungan dengan mereka,” jelas Faber Instrument Indonesia.

Bahkan sebagai produk kehutanan, Faber Instrument Indonesia pun telah memenuhi standarisasi sesuai dengan Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu (SVLK) Indonesia dalam menjamin legalitas mulai dari rantai pasokan, peralatan, proses produksi, sampai penyajian produk.

Ini dilakukan untuk memastikan agar semua produk kayu yang beredar dan diperdagangkan memiliki status legalitas yang meyakinkan. Konsumen di luar negeri pun tidak perlu lagi meragukan legalitas kayu yang berasal dari Faber Instrument Indonesia.

Maksimalkan Program DDS untuk Tembus Ekspor

Adapun, kesuksesan dari Faber Instrument itu tidak terlepas dari rajinnya UMKM ini menjalin hubungan baik dengan instansi pemerintah baik di daerah maupun di pusat. Salah satunya, melalui program Desainer Dispatch System (DDS) milik Kementerian Perdagangan RI (Kemendag).

Dilansir dari IDDC, program ini ditujukan kepada para pelaku usaha yang memiliki produk potensial di berbagai daerah. Kemendag menyiapkan desainer yang sesuai untuk setiap produk dan memfasilitasi kolaborasi antara pelaku usaha dengan desainer yang sudah ditunjuk untuk menciptakan produk-produk baru yang inovatif dan bernilai tambah. Desain baru yang dibuat akan tetap menonjolkan ciri khas atau kekuatan dari produk si pelaku usaha, namun diberi sentuhan baru dari perspektif desain produk.

Dari sini, Faber Instrument memberi kesan bahwa DDS menjadi sebuah program yang bermanfaat untuk mengembangkan ekspor Indonesia, terutama produk-produk yang diharapkan memiliki nilai tambah, dengan menampilkan sebuah kolaborasi antara pemerintah, desainer produk, dan pelaku usaha dalam mengembangkan produk yang sesuai dengan kriteria ekspor, sekaligus diminati oleh pasar mancanegara karena nilai tambahnya.

Terbukti, berkat keulatan dan kecermatan dalam melihat memanfaatkan program yang disediakan, radio kayu dan beragam inovasi produk kerajinan kayu lainnya berhasil merambah ke luar cianjur bahkan tembus ke konsumen luar negeri, seperti Malaysia.

Beragam penghargaan juga didapatkan oleh UMKM asal Jawa Barat ini, antara lain Top 100 The Big Start Indonesian Season 4 oleh Blibli (2019), Produk Terbaik Pekan Kerajinan Jawa Barat (2020 & 2021), Kandidat IGDS Kemenperin RI (2021), Usahawan Terpilih Non Insentif oleh Kemenperin RI dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (2021) dan Top 75 BNI UMKM Heroes (2021).

Peluang Kerja Sama Bisnis Faber Instrument Indonesia

Selain, adanya tawaran reseller untuk memperluas target pasar dan pemasaran produk. Berdasarkan pantauan Bisnis, Faber Instrument mempunyai rencana untuk membangun sentra kerajinan kayu berupa Wisata Edukasi yang terpusat pada pelatihan dan kreativitas untuk anak dan remaja.

Tak hanya itu, Faber Instrument juga kedepannya ingin terus bersaing di pasar ekspor dengan cara mengikuti pameran. Beberapa pameran yang pernah diikuti, seperti Bandung Tourism, Craft, and Investment Expo (2021) dan Giftionary and Culture Creative di Taipei (2021).

Ke depannya, bisnis Faber Instrument Indonesia berencana mengepakkan sayapnya untuk go internasional dengan terus membuka kesempatan bagi para calon investor agar bisa bekerjasama dalam menjadikan produk radio kayu sebagai “Duta Wisata” Indonesia.

Tentu ini bisa menjadi peluang kerja sama yang menjanjikan. Sehingga, dari beberapa rencana bisnis milik Faber Instrument kedepan, seorang pebisnis yang tertarik untuk bekerja sama dengan UMKM ini bisa mengajukan Business Plan atau Project Plan sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan yang ada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm umkm go online dinkop umkm jateng umkm jakarta
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top