Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Edho Zell, Founder Startup Social Bread Targetkan Bantu 10.000 UMKM

Social Bread targetkan bantu 10.000 UMKM di tahun 2022, sebagai startup kuliner roti.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 21 November 2022  |  18:27 WIB
Edho Zell, Founder Startup Social Bread Targetkan Bantu 10.000 UMKM
Bread Social
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kini, bisnis pengoptimalan media sosial kian berkembang pesat. Di mana, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM telah mengadopsi teknologi digital untuk penjualan barang dan jasa yang efektif.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM per Mei 2022, terdapat 29,8 persen dari total UMKM yang bergerak secara digital.

Adapun, Social Bread yang mempunyai kantor pusat di The Breeze BSD City hadir sebagai platform marketplace pertama di Indonesia dalam membantu para UMKM untuk mengelola bisnis dengan cara membangun ekosistem bisnis digital yang lebih terintegrasi.

Lantas, seperti apa platform Social Bread milik Edho Zell ini? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

Profil Startup Social Bread

Sejak 2020, Edho Zell merupakan sosok inisiator dari startup Social Bread, sebuah platform untuk membantu pemasaran digital pelaku UMKM dan brand lokal serta mendorong pertumbuhan content creator Indonesia yang lebih unggul.

Pemilihan lokasi di The Breeze BSD City pun bukanlah tanpa alasan. Menurut CEO Digital Tech Ecosystem and Development Sinar Mas Land, Irawan Harahap, pembukaan Social Bread sebagai Creator Hub menjadi bukti nyata bahwa kawasan Digital Hub sangatlah inklusif untuk segala kalangan.

Peluang lokasi ini memang dimanfaatkan oleh Edho agar makin memudahkan UMKM untuk berkolaborasi dengan sejumlah perusahaan teknologi dan digital, mulai dari startup, technology leaders, hingga institusi pendidikan di bidang teknologi informasi (TI) science.

“Karena profesi awal saya adalah social media marketing, membuat saya terdorong untuk bisa memajukan sektor UMKM serta kesehjateraan para content creator di Indonesia, yakni dengan menciptakan startup Social Bread, yang diharapkan dapat merangkul bisnis kecil di kawasan seperti ini,” ungkap Edho.  

Bagi Edho, saat ini masih banyak pebisnis yang mengalami kesulitan dalam mengelola akun media sosial. Bahkan, beberapa biaya yang ditawarkan juga terbilang sangat tinggi.

Sehingga, untuk menjadi solusi dari permasalahan itu, membuat Social Bread memberi jaminan refund, apabila konten yang mereka hasilkan tidak bekerja secara optimal dan tidak menghasilkan sales pada sebuah bisnis.

“Mengapa kita berani? Karena, hal yang membedakan kita dengan creative agency maupun digital agency lainnya, di mana pelaku UMKM akan mendapat content creator yang handal dan berkualitas. Di mana, content creator di sini mendapatkan influencer class, influencer academy. Sehingga, konten yang disajikan tentu akan relevan dan impactful,” jelasnya pada Bisnis, Senin (21/11/2022).

Tidak hanya itu saja, Edho pun menuturkan bahwa UMKM akan diberi kesempatan mentoring hingga pendanaan sesuai dengan kebutuhan bisnis yang sedang dijalankan.

“Kami memang bekerja sama dengan beberapa ventures. Hal ini memang sebagai upaya dalam memberi dampak signifikan kepada user kami,” paparnya.

Sebagai perusahaan startup baru, sejauh ini Social Bread telah mengambil peranan yang besar dalam perkembangan UMKM di Indonesia.

Terbukti dalam waktu 2 tahun, tim Social Bread telah membantu lebih dari 500 pelaku UMKM dengan memberdayakan 5.000 content creator dalam mengembangkan bisnisnya melalui media sosial. 

Bahkan, berkat kekreatifan tim, menjadikan beberapa UMKM seperti Imnida dan Larocking berhasil meraih Gross Margin Value hingga Rp1 miliar hanya dalam waktu satu bulan.

Terkait biaya, Edho Zell memastikan bahwa platform barunya ini menawarkan biaya jasa 70 persen lebih murah dibanding creative agency besar lainnya.

“Tujuan kami memang ingin grow together. Soal platform fee, nantinya akan ada sharing profit antara content creator dan live shopping,” ungkap Edho.

Pada 2023 mendatang, selain menargetkan akan menyiapkan pengelolaan love shopping streamer, Social Bread juga akan membidik 10.000 UMKM dengan total revenue sebesar US$2,6 juta serta mampu membuka kantor cabang di 7 kota besar di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kuliner bisnis kuliner festival kuliner manajemen kiat manajemen
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top