Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Daftar Family Office dengan Aset Terbesar di Dunia, Klan Hartono Salip Pemilik Pabrik LEGO

Klan Hartono berada di urutan ke-17, di mana aset keluarganya setara dengan family office dari keluarga pemilik pabrik LEGO
Michael Hartono/Istimewa
Michael Hartono/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Selama satu dekade terakhir, kantor keluarga (family office) telah mengalami pertumbuhan yang stabil di seluruh dunia. 

Pertumbuhan ini juga diiringi dengan pengembangan strategi investasi yang lebih baik, yang pada gilirannya memberikan kesuksesan yang meningkat dari waktu ke waktu bagi kantor keluarga tersebut. 

Family office merupakan perusahaan swasta yang menangani manajemen kekayaan setidaknya satu keluarga atau individu yang sangat kaya.

Melansir dari Simple, salah satu kantor yang berfokus pada data Family Office secara real time, berikut 20 perusahaan keluarga dengan kinerja terbaik di dunia berdasarkan jumlah dana atau investasi yang dikelola oleh kantor keluarga tersebut.

1. Walton Enterprises 

Walton Enterprises adalah kantor keluarga tunggal dari Keluarga Walton yang terletak di Arkansas, Amerika Serikat.

Walton Enterprises didirikan oleh Sam Walton, pendiri Walmart, dan mengelola sekitar US$224 miliar atau setara dengan Rp3.303 triliun dalam aset. 

Walton Enterprises mendukung kegiatan bisnis, pribadi, dan filantropi untuk beberapa generasi keluarga tersebut. Perusahaan ini fokus pada investasi yang berhubungan dengan keberagaman, kesetaraan, inklusi, 

2. Cascade Investment

Cascade Investment adalah kantor keluarga multi-generasi dari Bill Gates, pendiri Microsoft (1975). Berkantor pusat di Kirkland, Amerika Serikat, dengan kantor cabang di 14 lokasi di seluruh dunia. 

Perusahaan ini melakukan investasi di berbagai industri, seperti ekstraksi gas, pertanian, dan sektor pasar keuangan. Cascade Investment mengelola kekayaan senilai US$170 miliar atau Rp2.507 triliun.

3. Bezos Expeditions

Bezos Expeditions adalah perusahaan keluarga tunggal milik Jeff Bezos, pendiri Amazon pada 1994. Amazon adalah perusahaan e-commerce dan layanan cloud terbesar di dunia dan juga merupakan perusahaan internet terbesar berdasarkan pendapatan. 

Berkantor pusat di Washington, Amerika Serikat, perusahaan ini mengelola kekayaan pribadi Jeff Bezos yang jauh melampaui US$100 miliar atau setara dengan Rp1.475 triliun dan melakukan investasi di perusahaan-perusahaan tahap awal, perusahaan tahap akhir, serta perusahaan tahap awal (seed-stage).

4. Mousse Partners

Mousse Partners adalah bagian dari Mouse Investments Limited yang bertindak sebagai divisi investasi. Mouse Investments Limited adalah sebuah bisnis keluarga yang didirikan pada 1979 dan berkantor pusat di New York City. 

Perusahaan ini utamanya berfokus pada investasi dari hasil, termasuk dividen, yang didistribusikan oleh Chanel Limited, baik di pasar publik maupun pasar swasta, dan melibatkan berbagai kelas aset. Mousse Partners mengelola lebih dari US$89 miliar atau Rp1.312 triliun dalam bentuk aset.

5.The Ballmer Group

The Ballmer Group merupakan kelompok filantropi yang didirikan oleh Stevie Ballmer, mantan CEO Microsoft, pendiri USAFacts, dan chairman Los Angeles Clippers, beserta istrinya Connie Ballmer. 

Kelompok ini berfungsi sebagai kendaraan utama untuk kegiatan filantropi pasangan tersebut dan bertujuan untuk meningkatkan mobilitas ekonomi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin di seluruh Amerika Serikat. 

Perusahaan ini didirikan pada 2014 di Bellevue, Washington, dan saat ini mengelola aset sebesar lebih dari US$85 miliar atau Rp1.253 triliun 

6. MSD Capital

Perusahaan keluarga tunggal Michael Dell, pendiri Dell Technologies pada 1984, adalah salah satu perusahaan teknologi komputer terbesar di dunia dengan pendapatan lebih dari US$91 miliar atau Rp1.342 triliun. 

Terletak di New York, Amerika Serikat, perusahaan tersebut mengelola modal dan investasi Michael dan keluarganya dengan total aset sebesar US$68 miliar atau Rp1.003 triliun 

7. Waycrosse

Waycrosse didirikan pada 1965 di Wayzata, Minnesota, perusahaan ini berfungsi sebagai perusahaan keluarga tunggal bagi keluarga Cargill. Selain menyediakan manajemen kekayaan komprehensif bagi keluarga, termasuk pendidikan keuangan antargenerasi. 

Waycrosse mengelola aset lebih dari US$65 miliar atau Rp958,6 triliun. Perusahaan ini utamanya mencari peluang investasi di sektor perbankan, asuransi, baja, dan industri perpipaan.

8. Fedesa SAM

Fedesa SAM adalah kantor keluarga tunggal milik Giovanni Ferrero, pewaris dari kekaisaran Ferrero yang terkenal di Italia. 

Perusahaan ini didirikan pada 2016 dan berkantor pusat di Monaco. Fedesa SAM mengelola hampir US$55 miliar atau Rp811,2 triliun dalam bentuk aset yang dimiliki oleh keluarga Ferrero.

9. The Woodbridge Company

The Woodbridge Company adalah kantor keluarga dari keluarga Ray Thomson. Didirikan pada 1997 di Toronto, Kanada, saat ini David Binet menjabat sebagai presiden dan CEO perusahaan tersebut. 

The Woodbridge Company mengelola hampir US$54 miliar atau Rp796,5 triliun dalam bentuk aset dan merupakan pemegang saham pengendali dari konglomerat media Thomson Reuters.

10. Pontegadea Inversiones

Pontegadea Inversiones adalah kantor keluarga tunggal milik Amancio Ortega, pendiri Zara dan orang terkaya kedua di Eropa dengan kekayaan bersih konsolidasi sebesar US$53,8 miliar atau Rp793,5 triliun. 

Perusahaan ini didirikan pada 2001 dan berkantor pusat di La Coruna, Spanyol. Pontegadea Inversiones utamanya berinvestasi di sektor ekuitas swasta dan real estat.

Halaman
  1. 1
  2. 2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper