Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dinasti Rothschild, Konglomerat di Balik Aneksasi Palestina oleh Israel

Di balik anekssasi Palestina oleh Israel ada campur tangan dari dinasti Rothschild.
Dinasti Rothschild, Konglomerat di Balik Aneksasi Palestina oleh Israel
Dinasti Rothschild, Konglomerat di Balik Aneksasi Palestina oleh Israel

Bisnis.com, BANDUNG — Keluarga Rothschild adalah dinasti perbankan Eropa yang berdiri sejak akhir abad ke-18. Keluarga Rothschild memiliki pengaruh ekonomi yang cukup besar di Eropa selama abad ke-19 dan ke-20.

Keluarga ini juga tercatat sebagai bohir pembangunan permukiman Yahudi di Palestina sejak menjelang jatuhnya Daulah Utsmaniyah. Miliuner Yahudi ini bersama Dana Moneter Nasional Yahudi (Kirin Kaimit) yang didirikan oleh organisasi Zionis internasional berperan dalam proses pendudukan Yahudi di tanah Palestina.

Faktanya, keluarga ini merupakan salah satu keluarga yang dipandang dan pernah menjadi salah satu keluarga terkaya di dunia karena pengaruhnya di dunia perbankan global.

Didirikan oleh Mayer Amschel Rothschild pada abad ke-18, bisnis ini berkembang dan menjadi terkenal di bawah kepemimpinan lima putranya: Nathan Mayer, James Mayer, Salomon Mayer, Carl Mayer, dan Amschel Mayer. Mayer Amschel percaya bahwa mempertahankan bisnis dalam keluarga akan memastikan keberhasilannya di masa depan.

Keluarga Rothschild melakukan investasi yang menguntungkan dan mengembangkan reputasi yang kuat dalam manajemen keuangan di seluruh Eropa. Mereka menjadi pelopor dalam pengembangan keuangan internasional, dengan cabang-cabang di London, Paris, Wina, dan Napoli, selain di kota asalnya, Frankfurt.

Dari bisnis kecil yang bergerak di bidang perdagangan barang dan valuta asing, keluarga Rothschild mengembangkan kegiatan bisnisnya hingga mencakup perbankan pedagang, perbankan swasta, manajemen asset, merger dan akuisisi, asuransi, modal ventura, pensiun dan investasi, utang negara, dan komoditas.

Keluarga Rothschild telah mempertahankan jangkauan keuangannya bahkan hingga saat ini. Rothschild juga berinvestasi dalam proyek-proyek infrastruktur besar seperti jembatan, terowongan, dan rel kereta api. Mungkin salah satu proyeknya yang paling terkenal adalah Terusan Suez. Kepentingan bisnis lainnya termasuk hotel, media, transportasi, dan wine.

Keluarga Rothschild di Abad ke-21

Harta kekayaan keluarga telah dibagi menjadi beberapa keturunan dan ahli waris selama bertahun-tahun. Saat ini, kepemilikan mereka tersebar di berbagai industri, termasuk layanan keuangan, real estat, pertambangan, energi, dan bahkan kegiatan amal.

Beberapa lembaga keuangan milik Rothschild masih beroperasi di Eropa, termasuk N. M. Rothschild & amp, Sons Limited di Inggris, dan Edmund de Rothschild Group di Swiss. Keluarga Rothschild juga memiliki lebih dari selusin kilang anggur di Amerika Utara, Eropa, Amerika Selatan, Afrika Selatan, dan Australia.

Kekayaan Bersih Keluarga Rothschild

Di abad ke-21, perusahaan-perusahaan Rothschild terus meraih kesuksesan. Pendapatan tahunan Rothschild & Co. adalah € 1.589 juta (Rp26,7 miliar) pada tahun fiskal 2016. Sebagian besar anggota keluarga dipekerjakan secara langsung oleh perusahaan-perusahaan ini atau Investasi dilakukan dalam pekerjaan yang menghasilkan kekayaan keluarga.

Saat ini, pada tahun 2023, kekayaan bersih keluarga Rothschild mencapai lebih dari US$500 miliar (7,959 triliun) dan dikenal sebagai salah satu keluarga terkaya dalam sejarah. (Kresensia Kinanti)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Redaksi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper