Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kisah Pendiri Tomoro Coffee yang Gencar Ekspansi di Indonesia dan Mancanegara

Gencar berekspansi, tak hanya di Indonesia tapi juga di mancanegara, simak kisah pendiri Tomoro Coffee
Tomoro coffee/youtube
Tomoro coffee/youtube

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis kopi masih belum menunjukkan tanda-tanda meredup. Buktinya, Tomoro Coffee masih terus berekspansi, bahkan bercita-cita menjadi rantai perusahaan kopi terbesar di Asia Tenggara. 

Di tengah sengitnya persaingan usaha kopi di Indonesia, Tomoro Coffee, yang didukung perusahaan asal China, memiliki tujuan yang ambisius, dengan memiliki 271 toko sampai dengan awal 2024. 

Melansir Global Coffee Reports, pada akhir 2023, Tomoro Coffee berencana membuka 400 toko tanpa sistem franchise atau waralaba. 

Bisnis kopi start up tersebut ingin membuka gerai dengan rata-rata dua gerai baru setiap hari, dengan total 1.500 toko pada akhir 2024, dan beberapa perluasan toko di Singapura, Filipina, dan China.

Lantas siapa yang ada di balik Tomoro Coffee

Adalah Xing Wei Yuan yang dikenal dengan nama Star, CEO Tomoro Coffee yang tengah berencana mengembangkan bisnis start-up keempatnya. 

Sebelumnya, dia tidak yakin akan membuka bisnis jaringan kopi. Pasalnya, dia sebelumnya mengembangkan perusahaan rintisan dengan tingkat kesuksesan yang berbeda-beda, dan tidak satupun yang bergerak di sektor makanan dan minuman.

Pada 2016, Star menjabat sebagai Direktur Manajemen Produk untuk ponsel pintar Oppo di pasar luar negeri sebelum datang ke Indonesia untuk mulai memasuki pasar lokal. Dengan arahan dari Star, pangsa pasar Oppo meningkat dari 12 menjadi 46 persen di provinsi Kalimantan Barat dalam waktu kurang dari enam bulan.  

Dia kemudian ikut mendirikan J&T Express, sebuah perusahaan pengiriman internasional dan pada 2018 hingga 2021 dia mengembangkan usaha alat elektronik Imoo dan Imoo Watch Phone, jam tangan pintar untuk anak.  

Star mengatakan meskipun Imoo menjadi “sangat terkenal” dengan penyerapan yang kuat di Indonesia, produk tersebut mengalami penurunan penjualan setelah pandemi global.

Setelah menjalani berbagai bisnis itu, Star kembali ke universitas pada 2021 dan menyelesaikan gelar Executive Master of Business Administration di National University of Singapore. 

Pada saat itulah dia mulai bertemu dan berdiskusi dengan banyak investor dan bertanya, jenis bisnis apa yang terbaik dan produk apa yang bisa berumur panjang. 

Beberapa orang yang dia temui menyarankan untuk mempertimbangkan bisnis berbasis minuman ringan dan teh susu karena mereka memiliki titik masuk pasar yang lebih mudah. 

Dia kemudian bertemu Fish Sun, yang saat ini menjadi Vice President, Produk dan Rantai Pasokan Tomoro Coffee yang meyakinkan Star untuk terjun ke bisnis kopi

Keduanya bertemu pada Januari 2022, tiga hari sebelum Tahun Baru Imlek. Star dengan jaringan perusahaan modal ventura yang dimilikinya tengah mempertimbangkan untuk membuka jaringan kopi di Asia Tenggara. 

Lima hari kemudian, kemitraan tersebut diresmikan, Star dan Fish pergi ke Jakarta pada 11 April 2022 dan bersama mereka membuka kedai kopi Tomoro pertama pada 9 Agustus 2022.

Pada awalnya, Star mengatakan Tomoro Coffee memiliki peluang masuk pasar dengan cara yang halus untuk menguji model bisnisnya dan memastikan produknya memenuhi kebutuhan masyarakat lokal. Kemudian segala sesuatunya mulai berkembang pesat.

Tawarkan Hal yang Berbeda

Pendekatan Tomoro Coffee untuk berinovasi terinspirasi dari bisnis teh dan susu yang selalu memperbarui penawaran produk, resep, dan kombinasi rasa.

Menurutnya, selama ini di antara bisnis kopi yang ada sering kali hanya menawarkan pergantian biji kopinya, tapi tidak banyak melakukan inovasi menu. Berbeda dengan bisnis susu dan teh yang terus melakukan inovasi rasa. 

Melalui Tomoro Coffee, Star ingin mewujudkan tak hanya menawarkan menu espresso spesial klasik yang lezat, namun juga menawarkan kepada pelanggan menu minuman kopi yang lebih luas yang ditambahkan setiap bulannya.

Pengamatan pertama yang dilakukan Star ketika Tomoro Coffee datang ke Indonesia adalah bahwa semua kedai kopi lokal menawarkan versi Gula Aren. 

Agar tak kehilangan momentum dan tren, Tomoro Coffee juga menciptakan versinya sendiri menggunakan bahan-bahan lokal, yang pada saat itu menjadi minuman paling dominan terjual oleh brand ini.

Tomoro Coffee juga membuat menu lengkap yang didedikasikan untuk cita rasa Indonesia, yang menonjolkan profil cita rasa tertentu, seperti minuman kopi pandan. Star mengatakan hal ini dilakukan untuk merangkul pasar lokal. 

Hal lain yang juga dijajaki pendiri Tomoro Coffee itu adalah dengan penggunaan bahan-bahan lokal untuk membuat minuman berbasis susu nabati. 

Sebagian besar bisnis kopi lain di Indonesia hanya menyajikan susu oat sebagai pengganti susu biasa. Hal itu juga dilakukan Tomoro Coffee dengan mengolah susu oat sendiri dan mengembangkan seluruh menu terkait minuman tersebut. 

Kopi Tomoro mengeksplorasi susu nabati lainnya dengan cara yang sama. Apa pun jenis produk susu atau alternatif susu yang digunakan merek tersebut, Star mengatakan bahwa dalam bisnis kopi menjaga kualitas dasar espressonya adalah yang terpenting. 

Di sanalah mesin Eversys berperan dalam konsistensi dan produktivitas. Kedai Kopi Tomoro menggunakan mesin dua kelompok Eversys E’4, yang bisa membuat lebih dari 1.200 cangkir per hari untuk toko bervolume tinggi, dan model kelompok tunggal Eversys Cameo, yang dapat memproduksi hingga 400 cangkir per hari.

Tomoro juga melakukan digitalisasi membentuk aplikasi di gawai tersendiri dengan format yang ringan dan fleksibel. Hal ini bisa membantu menekan biaya-biaya yang tidak perlu dan memastikan kualitas produk. 

Keputusan ini, kata Star, telah memungkinkan Tomoro Coffee untuk berkembang, dan mempelajari lebih lanjut tentang kebiasaan minum dan belanja pelanggannya. Dengan cara ini, perusahaan menghasilkan pemasaran yang ditargetkan dengan mengelompokkan audiensnya berdasarkan usia, pengalaman merek, dan preferensi minuman.

Tahun ini, Tomoro Coffee akan memperluas hubungan dagangnya dengan bekerja sama langsung dengan komunitas petani kopi di Indonesia. Mereka juga akan membuka roastery khusus di Jakarta pada awal 2024 untuk membantu meningkatkan volume, yang saat mencapai hampir lima ton per hari.

Dalam lima tahun, Star berharap Tomoro Coffee bisa mencapai kesuksesan yang sama dengan pesaingnya Oppo dan J&T Express. Namun, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengatasi pertumbuhan lokal melalui ekspansi di pasar Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Mutiara Nabila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper