Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uripto Wijaya, Mantan Pebisnis Elektronika Tekuni Kegiatan Sosial di Hari Tua

Uripto Wijaya, pendiri perusahaan elektronika Galva dan Mantan Ketua Gabungan Elektronika Indonesia, kini memilih pensiun dari bisnis elektronika dan menekuni kegiatan sosial.
Sutarno
Sutarno - Bisnis.com 06 Oktober 2014  |  08:54 WIB
 Uripto Wijaya / Insert penghargaan Muri 2014 sebagai manusia usia lanjut (manula) berusia 90 tahun yang mampu bermain golf 18 hole dengan jalan kaki
Uripto Wijaya / Insert penghargaan Muri 2014 sebagai manusia usia lanjut (manula) berusia 90 tahun yang mampu bermain golf 18 hole dengan jalan kaki

Bisnis.com, JAKARTA – Uripto Wijaya, pendiri perusahaan elektronika Galva dan Mantan Ketua Gabungan Elektronika Indonesia, kini memilih ‘pensiun’ dari bisnis elektronika dan menekuni kegiatan sosial.

Pria kelahiran Bangka 2 Juni 1924 masih terlihat energik di usianya yang ke-90 saat bertemu Bisnis usai bermain golf di lapangan golf  Rawangun, Kamis (2/10/2014).

Saat ditanya kegaitannya di hari tua, Mantan Ketua Umum Gabungan Elektronika Indonesia itu menuturkan dirinya kini menekuni kegiatan sosial dengan program Kolam Tadah Hujan di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Sebanyak 400 keluarga sudah memiliki kolam tadah hujan di pekarangan rumah mereka," ujarnya kepada Bisnis.

Bantuan yang diberikan untuk pembuatan kolam tadah hujan itu adalah untuk pembelian plastik terpal Rp1 juta  perkolam.

Karakteristik tanah di Gunung Kidul mudah menyerap air, sehigga tidak bisa manahan larinya air ke dalam tanah.

Jadi pembuatan kolam penampung akan sia-sai karena akan mengering dalam sekejap. Untuk itu, proyek Kolam Tadah Hujan menggunakan terpal plastik sebagai alas kolam untuk menahan agar air tidak meresap.

Uripto menjelaskan dengan konsep kolam tadah hujan itu, petani di Gunung Kidul bisa melakukan masa tanam minimal 2 kali setahun dari yang sebelumnya hanya 1 kali dengan mengandalkan musim hujan.

Di sela-sela atau setelah dua kali masa tanam, petani juga bisa melakukan budidaya ikan sehingga dalam setahun bisa memiliki siklus ekonomi 3 kali. Artinya, penghasilan petani pun naik tiga kali lipat.

"Bagi kita, uang Rp1 juta mungkin tidak seberapa, tapi itu ternyata mampu meningkatkan penghasilan petani  3 kali," ujarnya.

Dia menambahkan dirinya saat ini tengah menggarap proyek serupa dalam skala yang lebuh besar berupa waduk 50 x 100 metger di sebuah desa yang bisa  menghidupi sekaligus 200 kepala keluarga.

"Mudah-mudahan sebelum akhir tahun ini proyek itu sudah selesai," lanjutnya.

Teknologi yang digunakan sama yaitu melapisi permukaan danau dengan plastik, agar airnya tidak tersedut tanah saat musim kemarau.

Uripto menambahkan program sederhana itu sudah dia sampaikan ke Jokowi saat mengadakan pertemuan dengan tokoh/lembaga lintas agama pasca memenangi  Pilpres 2014.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

elektronika uripto wijaya
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top