Temporary Tattoo, Ellen Sukses Populerkan ke Anak Muda

Seiring dengan makin populernya kegiatan menato di masyarakat, khususnya kawula muda, bermacam cara dan teknik mulai bermunculan. Pasalnya, tidak semua orang mau merajam tubuhnya karena takut dengan jarum yang menembus kulit berulang kali. Selain itu, desain tato juga bersifat permanen sehingga perlu pemikiran matang sebelum melakukannya.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 02 Desember 2014  |  08:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Seiring dengan makin populernya kegiatan menato di masyarakat, khususnya kawula muda, bermacam cara dan teknik mulai bermunculan. Pasalnya, tidak semua orang mau merajam tubuhnya karena takut dengan jarum yang menembus kulit berulang kali. Selain itu, desain tato juga bersifat permanen sehingga perlu pemikiran matang sebelum melakukannya.

Fenomena ini ternyata dibidik sebagai peluang bisnis nan potensial oleh beberapa pelaku usaha. Mereka menciptakan produk tato temporer yang mudah menempel di kulit layaknya stiker. Untuk menarik perhatian konsumen, produsen tato temporer menyiapkan beraneka ragam desan atraktif. Tak heran, produk ini diburu oleh konsumen yang ingin memiliki tato di tubuh tanpa rasa sakit.

Ellen Wijoyo merupakan pelaku usaha yang memanfaatkan booming tato di kalangan anak muda. Mengusung merek Potatoo, perempuan berusia 28 tahun ini memproduksi tato temporer (temporary tattoo) sejak akhir 2013 silam.

Inspirasi Ellen berbisnis tato temporer bermula kala dia berlibur ke Amerika Serikat beberapa tahun silam. Dia mendapati beberapa produk tato temporer berdesain unik dijual di toko. Perempuan yang hobi menggambar ini langsung menangkap potensi bisnis dari barang tersebut.

“Semasa kecil, saya sering mendapat hadiah stiker tato dari ciki dan permen. Saya pikir banyak orang yang suka kalau stiker tato tersebut digarap serius dengan desain bagus. Stiker tato juga bisa jadi solusi bagi orang yang ingin memiliki tato, tetapi takut ditusuk jarum,” katanya.

Tak main-main membuat rencana bisnis, dia mencari informasi tentang proses pembuatan tato temporer dari berbagai media. Ellen masih bekerja sama dengan salah satu percetakan untuk proses produksi. Dia menggunakan tinta berbahan dasar air (water-based ink) yang ramah lingkungan (eco-friendly).

“Kami hanya memakai tinta berkualitas demi kenyamanan konsumen. Produk Potatoo  bisa digunakan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa tanpa menimbulkan iritasi,” tutur lulusan jurusan desain Univeritas Pelita Harapan ini.

Selain menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan, dia juga menawarkan orisinalitas desain produk Potatoo. Berbekal keahlian di bidang desain, Ellen menggambar semua desain tato temporer a.l. huruf, tulisan, angka, karakter kartun, binatang, hingga buah-buahan. Gambar tersebut hadir dalam warna hitam, warna-warni, hingga tato yang bisa menyala dalam kondisi gelap (glow in the dark).

Bukan itu saja, dia juga menawarkan desain tato temporer bertema tertentu. Dia membuat desain tato bertema natal, tahun baru, dan Halloween.

Ellen memasarkan produk Potatoo melalui internet. Dia membagun situs www.potatoo1.com serta akun Instagram dan mengunggah foto-foto produk tato temporer. Tak disangka, dia mendapat sambutan positif dari konsumen. Berangkat dari situ, dia mulai menggelar bazaar di berbagai pusat perbelanjaan di Jakarta.

“Sekarang kami bekerja sama dengan beberapa toko ritel di Jakarta dan Bandung untuk menerapkan sistem konsinyasi. Kami juga memiliki reseller yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” kata Ellen.

Seiring makin populernya merek Potatoo di kalangan anak muda, Ellen semakin gencar mengembangkan bisnisnya. Salah satu caranya adalah mengeluarkan sekitar 20 desain baru setiap bulan. Kini, dia sudah memproduksi lebih dari 100 desain. Setidaknya Ellen memproduksi 500 lembar untuk satu desain tato temporer.

Harga tato temporer Potatoo dibanderol mulai dari Rp20.000—Rp60.000 per buah. Harga tersebut disesuaikan dengan warna tinta dan ukuran stiker. Margin keuntungan yang didapat berkisar 10%—20%. “Saya tidak mengejar untung besar melaikan kapasitas produksi tinggi.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang usaha

Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top