Pasang Foto Gaya di Puncak Gunung, Instagram Datangkan Hoki Buat Pebisnis

Kemunculan Instagram dengan beragam pesona foto yang ditampilkan, ternyata berdampak pada tren bisnis perjalanan, termasuk perjalanan mendaki gunung.
Eka Chandra Septarini | 07 Januari 2018 14:35 WIB
. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Kemunculan Instagram dengan beragam pesona foto yang ditampilkan, ternyata berdampak pada tren bisnis perjalanan, termasuk perjalanan mendaki gunung.

Begitulah yang dirasakan Tri Handa Kapitsa, founder @garudanusantaratravel. Pria yang akrab disapa Handa ini mengaku, instagram secara tidak langsung turut berkontribusi dalam mendongkrak wisatawan yang berminat untuk mencoba wisata di gunung.

"Banyak orang post foto pemandangan alam khususnya gunung. Kalau di foto kan bagus-bagus tuh makanya orang jadi tertarik untuk coba ikutan. Secara gak langsung ya kecipratan bagi para pemain bisnis," ujar Handa kepada Bisnis.

Sejak Juli 2015, Handa memang sudah fokus untuk mengembangkan bisnis travel ini. Khususnya untuk memberikan layanan bagi mereka yang hendak mencicipi harum udara gunung. Baginya, keindahan gunung merupakan salah satu hal yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Hingga pada akhirnya pendaki akan mempunyai pengalaman yang berkesan.

Menyadari medan bisnis yang ditekuninya ini cukup berisiko, Handa memiliki beberapa syarat bagi calon pendaki yang ingin menggunakan jasanya. Hal ini penting mengingat keselamatan merupakan faktor yang utama yang harus diperhatikan. Kendati demikian, Handa selalu melengkapi rombongan tripnya dengan persiapan obat-obatan standar yang kerap diperlukan dalam perjalanan mendaki gunung.

"Sebenarnya tidak ada syarat khusus, tapi kami tidak menerima tamu yang mempunyai sakit di pernapasan dan penyakit-penyakit yang kronis karena akan sangat membahayakan," ujar Handa tegas.

Dalam sebulan, rata-rata Handa mampu menangani 15 hingga 25 orang pendaki yang terbagi menjadi 3 hingga 5 group privat. Tentunya, jumlah ini bisa bertambah jika musim libur tiba, khususnya sekitar Mei sampai Agustus yang didukung oleh cuaca musim kemarau. Beberapa gunung yang masuk menjadi daftar tujuan @garudanusantaratravel antara lain Bromo, Ijen, Puncak B29, Prau, Papandayan, Gede, dan Rinjani.

Bersama timnya Handa meyakini kenyamanan konsumen adalah yang utama. Sarjana Arsitektur ini memilih untuk melayani tour pendakian privat per group dan tidak membuka open trip yang biasa dilakukan oleh penyedia jasa lainnya.

Dengan semakin berkembangnya pariwisata Indonesia, maka kemunculan travel agent dan penyedia jasa tour pun makin banyak yang ingin mencicipi manisnya bisnis ini. Pesaing baru pun muncul dengan harga dan fasilitas yang saling beradu. Namun, @garudanusantaratravel menyakini, loyalitas konsumen adalah yang utama.

Handa mencontohkan untuk paket pendakian ke Bromo dihargai sekitar Rp1,48 juta dengan fasilitas penginapan, sarapan pagi, transport, pemandu dan supir pribadi, hingga paket wisata city tour di Malang. Bahkan, menurutnya, ketika awal mula merintis bisnis ini, tidak ada modal yang dikeluarkannya, yang dilakukan adalah mengatur pengeluaran berdasarkan uang pembayaran dari konsumen untuk membayar vendor.

"Awalnya saya hanya manage uang pembayaran dari client lalu dibagikan untuk membayar vendor tour," ujar Handa.

Kini dalam sebulan, Handa dan timya bisa meraup omset mulai dari Rp20 juta hingga Rp30 juta. Tentu saja, target untuk bisa membesarkan bisnis inimasih terus ada dibenak Handa. 

Untuk trip domestik, Handa masih akan fokus untuk memberikan layanan tour pendakian ke gunung-gunung yang ada di Indonesia. Namun, mimpi lain yang masih dikejaranya adalah bisa membuka trip menyelam dan juga trip ke luar negeri.

 

Tag : peluang usaha
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top