PELUANG USAHA: Buah Hingga Limbah Bisa Hasilkan Rupiah

Pernahkah terbayang bekerja tanpa menggunakan komputer atau laptop? Atau menghubungi orang tanpa ponsel dan masih menggunakan surat? Jika menjalani hidup tanpa menggunakan alat pendukung itu, pekerjaan pasti terasa berat.
Ni Putu Eka Wiratmini | 04 Februari 2018 12:58 WIB
. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Pernahkah terbayang bekerja tanpa menggunakan komputer atau laptop? Atau menghubungi orang tanpa ponsel dan masih menggunakan surat? Jika menjalani hidup tanpa menggunakan alat pendukung itu, pekerjaan pasti terasa berat.

Beruntungnya, setiap waktu, ada saja teknologi baru yang bermunculan. Mulai dari alat yang dapat bekerja hanya dengan sensor suara tanpa disentuh, hingga jam tangan pintar yang berfungsi sebagai dokter dengan fitur pendukung kesehatan.

Teknologi seperti itu kini sudah mulai bermunculan di semua lini kehidupan. Singkatnya, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, teknologi tidak bisa dilepas dari genggaman.

Di Bali sendiri, penggunaan teknologi sudah mulai menggebrak dunia pertanian, seperti gebrakan alat bantu yang diciptakan Juliana Eka Putra dan inovasi Yayasan Lengis Hijau.

Juliana mencetuskan alat yang membantu petani memetik kelapa bernama Ponkod. Dengan bantuan alat ini, petani dapat naik dari satu batang ke batang lainnya dengan mudah. Petani kini sudah tidak perlu beradu otot dan mengeluarkan peluh berlebih untuk memanjat kelapa.

Selain manfaat praktis seperti itu, teknologi juga dapat digunakan untuk lebih bersahabat dengan lingkungan.

Sedangkan inovasi dari Yayasan Lengis Hijau mampu mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar. Biasanya, limbah rumah tangga ini akan dibuang jika warnanya sudah menghitam. Alhasil, ekosistem air kerap menjadi korbannya.

Lebih buruknya lagi, jika ternyata limbah yang sudah tidak layak pakai justru digunakan lagi. Kesehatan tentu menjadi taruhannya.

 

Tag : peluang usaha
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top