PELUANG USAHA: Minyak Jelantah Bisa Hidupkan Mesin

Mulai sekarang daripada membuang minyak jelantah sisa memasak lebih baik dikirim ke Yayasan Lengis Hijau yang ada di Bali. Sebab, dengan teknologi yang mereka punya, minyak jelantah bisa diubah menjadi bahan bakar mesin diesel
Ni Putu Eka Wiratmini | 04 Februari 2018 13:05 WIB
. - .

Bisnis.com, JAKARTA- Mulai sekarang daripada membuang minyak jelantah sisa memasak lebih baik dikirim ke Yayasan Lengis Hijau yang ada di Bali. Sebab, dengan teknologi yang mereka punya, minyak jelantah bisa diubah menjadi bahan bakar mesin diesel.

Direktur Yayasan Lengis Hijau Endra Setyawan mengatakan ide membuat inovasi ini sudah ada sejak 2011 berawal dari banyaknya limbah hotel dan restoran yang ada di Bali. Hotel dan restoran kerap kali menjual limbah minyak jelantah ke warung-warung kecil. Perilaku ini tentu akan merugikan kesehatan konsumen.

Akhirnya, pada 2013, Endra berhasil menekan penggunaan minyak jelantah dengan membuat mesin pengolahan limbah ini menjadi bahan bakar mesin diesel bernama biodiesel.

Saat ini sudah ada 250 hotel yang bekerja sama dengannya untuk mengirimkan minyak jelantah ke Yayasan Lengis Hijau. Minyak ini kemudian dia olah dan produk biodiesel dikirim lagi ke industri perhotelan dan sekolah greenschool yang ada di Bali.

Soal harga, pihaknya membeli minyak jelantah sebesar Rp2.500 per liter dari hotel dan restoran. Setelah diolah, hasilnya berupa biodiesel dijual dengan harga Rp10.000 per liter.

"M emang lebih mahal dari solar biasa, tapi kalau dari segi menjaga lingkungan justru masih ada yang mau menggunakan," katanya.

Dia mencontohkan, negara di Benua Eropa, Korea Selatan, dan Belanda sangat tertarik mengembangkan teknologi tersebut untuk mewujudkan udara yang bebas polusi. Hal itu tentu saja menguntungkan Bali, jika produk ini terus dikembangkan akan mampu mewujudkan pariwisata berkelanjutan.

Belum lagi, hotel dan restoran yang mengirimkan minyak jelantahnya untuk diproduksi menjadi biodiesel akan mendapat sertifikasi dari yayasan lingkungan hidup. Sehingga menjadi branding yang bagus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Tantangan kita berkompetisi dengan pengepul," katanya.

Biodiesel memiliki beberapa keuntungan mulai dari titik bakar yang lebih tinggi sehingga pembakaran lebih sempurna, menjadikan mesin lebih bersih, mesin diesel menjadi bekerja lebih baik, dan minim polusi.

"Berbeda dengan solar, akan meninggalkan kerak pada tangki maupun saluran pipa," sebutnya. 

 

Tag : peluang usaha
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top