PELUANG USAHA: Keben Berhias Seni Decoupage Penuhkan Pundi Rupiah

Kreasi decoupage yang diaplikasikan pada wadah anyaman bambu atau yang populer disebut keben di Bali, rupanya digemari banyak konsumen hingga pasar luar negeri. Tidak heran, jika keben dengan kreasi decoupage imenjadi salah satu oleh-oleh wajib ketika wisatawan berlibur di Bali
Ni Putu Eka Wiratmini | 01 Mei 2018 11:38 WIB
Keben yang diperindah dengan teknik decoupage. - .Bisnis/ Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR – Kreasi decoupage yang diaplikasikan pada wadah anyaman bambu atau yang populer disebut keben di Bali, rupanya digemari banyak konsumen hingga pasar luar negeri. Tidak heran, jika keben dengan kreasi decoupage imenjadi salah satu oleh-oleh wajib ketika wisatawan berlibur di Bali.

Keben dengan kreasi decoupage yang merupakan cara menghias dengan menempel gambar dari tisu tersebut memang terlihat lebih indah. Dengan aplikasi motif bunga-bunga, keben akan terlihat semakin cantik.

Komang Ayu Kristiana Dewi Komalasari, Owner Decocraft Bali membuat keben tersebut seapik mungkin, yakni dari mulai menggunakan bambu pilihan dan anyman yang begitu rapi. Bahkan, bentuk kebennya juga unik. Ditambah dengan kreasi decoupage, siapa yang tidak tergoda untuk membelinya.

Dia mengemukakan sejumlah wisatawan memang kerap kali menyempatkan datang untuk membeli keben decoupage. Dalam sekali kunjungan mereka bisa mengambil hingga puluhan hingga ratusan keben. Tidak heran, jika produk-produk yang dibuat Ayu ternyata sudah melanglang buana hingga ke luar negeri, seperti Thailand, Filipina, Korea Selatan, Belgia, Asutralia, hingga Amerika Serikat.

“Karena permintaanya cukup banyak jadi sebisa mungkin saya buat model baru,” sebutnya.

Ayu mengakui, di pasaran memang banyak keben decoupage. Tetapi beda bahan dan beda teknik pengecatan decoupage tentu akan mempengaruhi harga.

Di pasaran, keben bisa dibeli dengan nilai Rp80.000, tetapi karena mengedepankan kualitas, Ayu pun membanderol kerajinannya dengan harga minimal Rp150.000. Bahkan, dia juga menjual keben dengan harga Rp350.000. Semua tergantung kerumitan pengecetan dan motif hingga bentuk keben.

“Kalau kita sih ambil pasar yang menengah ke atas,jadi kualitas tetap menjadi yang utama,” sebutnya.

Ayu memulai bisnis ini dengan hanya bermodal coba-coba saja. Berawal dari iseng pada 2015, dia coba mengkreasikan decoupage pada keben. Kebetulan waktu itu di Bali sedang ada upacara Galungan, maka permintaan keben pasti akan tinggi.

Selesai melakukan kreasi, dia promosikan keben tersebut ke media sosial. Rupanya banyak uang tertarik. Jadilah, hingga saat ini, terutama saat hari raya, permintaan keben selalu tinggi dan bisnis Ayu terus mengepul.

“Mulai pertama kali belajar malah jadi bisnis,” katanya.

Tag : peluang usaha
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top