PELUANG USAHA: Keranjang Parsel Berseni Decoupage Jadi Pembeda

Lebaran dan Hari Raya Galungan di Bali semakin dekat, perajin decoupage pun kian kewalahan mempersiapkan pesanan.
Ni Putu Eka Wiratmini | 01 Mei 2018 11:55 WIB
Keranjang bingkisan diberi sentuhan seni decoupage. - .Bisnis/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, DENPASAR – Lebaran dan Hari Raya Galungan di Bali semakin dekat, perajin decoupage pun kian kewalahan mempersiapkan pesanan.

Wokshop Bali Decoupage yang beralamat di Jalan Cargo Kenanga No.57 Denpasar pun mulai tampak disibukkan dengan berbagai persiapan. Maklum, tiap hari raya, pesanan bingkisan dengan keben atau wadah dari anyaman bambu pasti tinggi. Arry Budiawan, pemilik Bali Decoupage, pun kian sibuk dengan segudang kreasinya.

Ya, kreasi baru memang menjadi tuntutan bisnis ini. Mulai dari motif decoupage atau seni menempel gambar dari tisu yang makin cantik, desain keben yang unik, hingga penempatan isi bingkisan yang menarik.

“Setiap tahun selalu seperti ini, momen hari raya, banyak bank maupun instansi bagi-bagi bingkisan dan hadiah,” katanya.

Alhasil, setiap hari raya, dia bisa memproduksi hingga 500  parsel dari keben dengan kreasi decoupage. Harganya pun lumayan, yakni untuk satu bingkisan dinilai mulai dari Rp125.000 hingga Rp600.000, tergantung isi dan jenis keben.

Jika lebaran, biasanya bingkisan yang disiapkan isinya yakni kue-kue kering. Sementara, untuk hari raya Galungan, isinya berupa perlengkapan sembahyang.

“Persiapan ke Jakarta lebih heboh, banyak partiseri besar yang menjadi klien regular kita di sini,” katanya.

Arry menuturkan bisnis ini baru serius ditekuni pada 2014. Kebetulan, dia bekerja sebagai wedding pastry. Lama berkecimpungan di dunia itu, menuntutnya untuk terus berkreasi, hingga akhirnya dia memilih menggunakan motif indah decoupage untuk menarik tampilan meja tempat menaruh hidangan.

Lantaran diterima baik oleh pasar, mulailah dia berkreasi dengan keben untuk mendukung kebutuhan alat-alat persembahyangan di Bali. Ternyata, keben kreasinya makin diminati. Bahkan, pembelinya tidak tanggung-tanggung mengeluarkan kocek hingga Rp500.000 untuk membeli satu set keben dan clutch dengan motif decoupage serupa.

“Waktu itu kita beli bahan coba-coba sendiri dan awalnya untuk kebtuhan event, baru kita lihat ternyata kebutuhan di alat-alat sembahyang tinggi juga, dan sekarang kita juga merambah ke aksesoris perempuan sperti sandal dan clutch,” katanya.

Tag : peluang usaha
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top