PELUANG USAHA: Kumpul Cuan dari Tas Kayu Berpenampilan Unik

Dengan adanya perkembangan mode dapat memperluas pasar tas dan mendorong munculnya inovasi baru yang lebih unik.
Asteria Desi Kartika Sari | 15 Mei 2018 14:46 WIB
Tas berbahan kayu. - .Bisnis/Asteria Desi Kartika Sari

Bisnis.com, JAKARTA--Dengan adanya perkembangan mode dapat memperluas pasar tas dan mendorong munculnya inovasi baru yang lebih unik.

Biasanya material yang digunakan untuk tas adalah kain, kulit, atau plastik. Kini, bahan dasar kayu dapat menjadi bahan dasar tas yang unik dan lebih gaya meskipun memiliki tekstur keras.

Hal itu dilakukan oleh Ruaya, salah satu jenama tas berbahan dasar kayu yang berasal dari Yogyakarta. Itu adalah salah satu hasil karya anak bangsa yang dilakukan oleh Dody Andri.

Malalui tangan dinginnya, kayu dapat ditransformasi menjadi tas eksklusif yang ramah lingkungan.Berawal dari ketertarikan pemilik, Dody mengolah kayu mindi menjadi produk seperti tas, buku, dompet, organizer, dan yang lainnya.

Meski begitu, saat ini produk tas menjadi andalan utamanya. Hingga saat ini, terdapat sembilan jenis tas dari kayu, mulai dari tas tangan, hingga ransel.

Latar belakang pemilihan kayu mindi menjadi bahan dasar, menurut Dody kayu mindi memiliki tekstur yang bagus dan ringan sehingga cocok untuk dibentuk menjadi tas ataupun yang lainnya. "

Kami tidak ingin tas kayu kami identik dengan berat. Kami cari kayu yang ringan dan teksturnya masih masuk," jelas Dody.

Kayu mindi menjadi alternatif bahan utama furniture selain kayu jati saat ini, kayu mindi mulai populer untuk furniture jepara sudah dimulai beberapa tahun belakangan ini.

Kayu iklim tropis ini ini memiliki tingkat kekerasan sedang dan hampir menyerupai kayu pinus dengan serat kayu yang artistik dan menonjol.

Sebagai bahan baku pembuatan furnitur, kayu mindi memiliki penggemar tersendiri. Kayu ini dikenal dengan pola seratnya yang tajam dan indah, serta porinya.

Selain material kayu, lanjutnya, bagian dalam tas juga dilapisi dengan kulit. Dody mengatakan dengan tas tersebut, berarti kia sekaligus menggunakan produk yang berasal dari alam.

"Pohon, binatang. Jadi sesuatu yang estetik dan fungsional, utamanya itu. Lalu yang paling menarik naturalnya. Dari bahan-bahan natural seperti pohon," tuturnya.

Dody menjelaskan, kunci sebuah produk kayu yang baik sebetulnya dimulai dari proses pembuatan. Pada tahap awal pembuatan, kayu harus benar-benar dikeringkan agar kayu tidak melengkung, sehingga dapat terbentuk dengan sempurna.

Dengan proses yang cukup rumit, produk Ruaya dibanderol dengan kisaran harga Rp100.000 hingga Rp900.000. Khusus untuk produk tas harga berkisar Rp600.000 hingga Rp900.000.

Tak dapat dipungkiri, lanjutya, para konsumen juga perlu hati-hati dalam merawat produk berbahan kayu termasuk tas. Dody mengatakan yang paling penting harus menjaga supaya tidak terjatuh dari ketinggian untuk menghindari retak. Menurutnya, perawatannya cukup sederhana tidak perlu perlakuan khusus khusus lainnya.

Foto by: Asteria Desi Kartika Sari

https://drive.google.com/file/d/1MmXOw3a-Mi2R1x08ITiVvMEiqZaejgOZ/view?usp=drivesdk

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang usaha

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top