PELUANG USAHA: Inovasi Decoupage Fitria Diminati Pembeli Asing

Fitria Yuliani tidak menyangka jika hobinya membuat hiasan bak lukisan di atas produk pandan, membawanya menjadi seorang pebisnis.
Linda Teti Silitonga | 02 Juni 2018 15:53 WIB
Firia Yuliani dan tas dengan hiasan teknisk decoupage kreasinya. - .Bisnis/Linda T. Silitonga

Bisnis.com, JAKARTA— Fitria Yuliani tidak menyangka jika hobinya membuat hiasan bak lukisan di atas produk pandan, membawanya menjadi seorang pebisnis.

Dengan teknis menempel gambar tisu di atas produk pandan, dia bisa menjual produknya dengan merek Pitia Craft secara online maupun melalui kios bersama.

Awalnya memlih pandan, karena dinilai bisa diperoleh dan dijual dengan harga relatif terjangkau.

Produk yang dihias dengan teknik decoupage olehnya seperti tas, dompet , boks tisu yang semua terbuat dari pandan. Ada juga tudung saji, dan kotak parsel.

Fitria menceritakan kebahagiannya saat hasil karyanya menghias produk kraf dengan  decoupage yang berasal dari Eropa itu, justru dibeli orang asing. Produknya yang ditaksir pembeli asing berupa  dompet clutch dengan tema hiasana decoupage "Daun Gugur" yang dijual dengan harga Rp150.000,”

Fitria menjual produknya di kisaran Rp 75.000- Rp200.000. Keuntungan yang diperoleh diakuinya cukup menggiurkan, bisa sama dengan modal pembuatan.

Produk pandan dibeli dari perajin yang ada di Tasik. Sementara itu dengan booming-nya teknik decoupace tidak sulit baginya untuk mendapatkan tisu bergambar yang berasal dari Eropa.

“Saya awalnya buat produk setelah ada pesanan. Biasanya pesanan itu untuk kado. Ada juga teman yang senang setelah melihat produknya dan memesan,”kata Fitria yang kini berusia 34 tahun.

Keinginannya untuk bebrbisnis dipacu keyakinannya mampu menggaet pasar, setelah menjadi juara pertama lomba produk berhias decoupage di salah satu toko buku pada 2017.

“Untuk kategori dasar, juara pertama. Saya buat tas berhiaskan burung merak dari bahan tisu. Dari sana diseriusin,” katanya.

Biasanya pesaanan poduknya akan berlipat ganda saat masa kenaikan kelas sekolah. Biasanya saat itu, orang tua murid memesan produk untuk hadiah buat guru.

Begitu juga menjelang Lebaran, banyak pesanan untuk membuat wadah parsel.

Dia mengakui persaingan memang makin banyak, untuk itu dirinya selalu mengikuti tren.

“Saat ini lagi musim tampilan bunga dengan warna soft dan mozaik ,” katanya .

Dengan bisnisnya saat ini , Fitria tidak meninggalkan perannya sebagai istri dan ibu.

Fitria biasnaya memanfaatkan waktu saat anaknya tengah sekolah atau tidur. Di saat ada waktu, merupakan waktunya untuk melakukan padu padan gambar dari tisu untuk membuat tampilan bak lukisan.

Lulusan politeknik jurusan bisnis adminsitrasi itu sebelumnya dan sempat bekerja di salah satu perusahaan, dan Fitira melilih untuk berwirausaha.

Searang ini , dia juga bersedia jika diminta mengajar teknik decoupage di sejumlah tempat.

“Kalau ada yang mau belajar kenapa Tidak,” kata Fitria.

Dia juga terus melakukan inovasi. Setelah pandan, media kaleng juga menjadi salah satu bahan yang diliriknya untuk dilukis dengan teknik decoupage.

Tidak sungkan dia mengamplas bekas kaleng cat untuk mendapatkan hasil lebih baik dalam pelapisannya dengan tisu, sebelum dicat dan dipernis..

Tag : peluang usaha
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top