Comfort Zone

Menurut pakar Behavioural Psychology, A. K. White, zona nyaman adalah sebuah keadaan di mana seseorang merasa terbiasa dan nyaman karena mampu mengontrol lingkungannya. Dalam keadaan ini, orang tersebut jarang merasa gelisah dan jarang mengalami kesulitan dan gangguan ataupun tekanan hidup yang mengakibatkan stres.
Pongki Pamungkas*
Pongki Pamungkas* - Bisnis.com 01 Desember 2019  |  18:54 WIB
Comfort Zone
Pongki Pamungkas - Jibi

" Hidup berawal dari berakhirnya zona nyaman Anda " ( Neale Donald Walsch ).

Menurut pakar Behavioural Psychology, A. K. White, zona nyaman adalah sebuah keadaan di mana seseorang merasa terbiasa dan nyaman karena mampu mengontrol lingkungannya. Dalam keadaan ini, orang tersebut jarang merasa gelisah dan jarang mengalami kesulitan- kesulitan , gangguan hidup atau  tekanan-tekanan hidup yang mengakibatkan stres.

Jadi, hal apapun yang membuat kita nyaman dan enggan beranjak karena takut terjadi sesuatu jika meninggalkannya, adalah merupakan zona nyaman. Takut mencoba sesuatu yang baru adalah definisi paling sederhana dari kalimat 'terjebak di zona nyaman'.

Sebagian orang yang berprofesi sebagai manajemen atau karyawan suatu perusahan, betah tinggal bekerja di jabatan dan perusahaan yang sama hingga belasan tahun.

Mereka tak berani mengambil resiko untuk mencoba bekerja di perusahaan lain, ataupun mencoba melakukan bisnis sendiri. Padahal keengganan untuk beranjak dari zona nyaman itu berpotensi menghilangkan peluang untuk meraih suatu kehidupan yang lebih baik. " Setiap impian Anda, duduk bersabar di luar zona nyaman Anda ", kata Michael D'aulerio.

Seorang pemilik rumah makan, yang cukup sukses, tak berniat melebarkan usahanya karena ia takut bila usahanya yang sekarang terbengkelai karena usaha pelebaran bisnisnya. Padahal, " Zona nyaman adalah jebakan terbesar. Dan keluar dari comfort zone adalah tantangan terbesar ", kata Manoj Arora.

Di masa kini, orang yang terus bertahan dalam zona nyaman di zaman digital ini, pada akhirnya akan dipaksa oleh situasi yang membuat segala sesuatunya berubah total. Seorang pemilik media cetak terbesar di Indonesia, nampak menyesali dan menyalahkan eksekutifnya yang dinilainya terlambat mangantisipasi datangnya digitalisasi.

Kita bisa lihat, dari hari ke hari terjadi penurunan tiras media-media cetak. Bahkan hal sama, dalam kecepatan lebih lambat, televisi pun makin ditinggalkan pemirsanya. " Zona nyaman adalah musuh terbesar kreativitas ", kata Dan Stevens.

Dalama skala lebih luas, perlawanan terhadap upaya-upaya pembaharuan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini, banyak dilakukan oleh kelompok-kelompok yang selama ini nyaman mengeruk rezeki dari usaha-usaha 'hitam' yang melanggar hukum. Korupsi, manipulasi dan pelbagai ulah yang amat nista mereka lakukan selama puluhan tahun sejak negara ini merdeka.

Mereka amat sangat takut terhadap gerak 'pembersihan' pemerintah saat ini. Mereka terancam bahwa sumber rezeki yang mereka nikmati selama ini, akan lenyap. Dan sudah menjadi rahasia umum, perlawanan demi perlawanan mereka kian hari kian terkuak. Karena " Tuhan tidak tidur " ( Gusti Allah mboten sare, ungkapan Jawa )

Anjuran ini layak kita camkan, " Lakukan yang Anda takutkan. Keluarlah dari zona nyaman Anda. Mengambil resiko semacam itu, adalah kehidupan sesungguhnya ", kata Amy Poehler. Karena hal-hal hebat tak pernah lahir dari zona nyaman. Dan, " Kapal memang aman bersandar di pelabuhan. Tapi bukan untuk itu kapal dibuat ".

*Penulis buku-buku " Life and Management Wisdom Series " :
The Answer Is Love
All You Need Is Love
To Love and To be Loved
Love of My Love

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kiat manajemen

Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top