Orang Indonesia Paling Optimistis Buka Usaha Se-Asia Tenggara

Optimisme orang Indonesia soal peluang berusaha tampaknya kian besar, bahkan disebutkan paling optimistis se Asia Tenggara.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  09:51 WIB
Orang Indonesia Paling Optimistis Buka Usaha Se-Asia Tenggara
Ilustrasi - Stansburylegal

Bisnis.com, JAKARTA - Optimisme orang Indonesia soal peluang berusaha tampaknya kian besar, bahkan disebutkan paling optimistis se Asia Tenggara.

Hal tersebut diungkapkan berdasarkan data dari LinkedIn Opportunity Index 2020 yang menyebutkan bahwa hampir satu dari tiga orang Indonesia menginginkan untuk memulai bisnis mereka sendiri. Indonesia bersama dengan Filipina dan Meksiko unggul dalam hal ini, dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Berdasarkan survei, Indonesia paling percaya diri untuk mencapai peluang di Asia Tenggara, sama halnya dengan negara berkembang lainnya yang juga merasa optimistis untuk mengakses peluang.

Hal tersebut didorong oleh kepercayaan masyarakat terhadap potensi pertumbuhan ekonomi mereka, serta keyakinan dalam mendapatkan akses untuk mencapai peluang yang mereka anggap penting. Dengan 44% orang Indonesia mencari peluang untuk mengejar minat mereka serta pandangan yang kuat tentang keuangan pribadi mereka dalam 12 bulan ke depan.

Penelitian ini juga mengungkapkan optimisme yang lebih tinggi di antara orang Indonesia yang tinggal di daerah perkotaan, serta mereka yang memiliki tingkat pendapatan dan pendidikan yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, sebagian besar orang Indonesia merasa bahwa mereka secara finansial lebih baik daripada orang tua mereka ketika berada di usia yang sama. Demikian berdasarkan rilis yang diterima Bisnis.com.

Penelitian ini menemukan bahwa upaya jangka panjang masyarakat Indonesia untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik pada akhirnya ditentukan oleh “kesehatan yang baik”. Namun, saat ini, tujuan karir dan kehidupan adalah yang paling penting bagi mereka.

Secara khusus, orang Indonesia tertarik untuk mencari peluang yang memungkinkan mereka untuk memiliki keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan (work-life balance), peluang yang selaras dengan minat/passion mereka dan peluang yang dapat memaksimalkan keterampilan mereka.

Tetapi, pada saat mencari peluang-peluang yang ada, mereka terhalang oleh adanya “kesenjangan peluang (opportunity gaps)”, atau hambatan yang dapat menghalangi mereka untuk mendapatkan peluang tersebut, seperti kurangnya jaringan dan koneksi, status keuangan, usia dan pasar kerja yang sulit.

LinkedIn Opportunity Index 2020 adalah kumpulan data yang berupaya memahami bagaimana orang-orang mengartikan peluang dan yang lebih penting, kesenjangan dalam mendapatkan peluang tersebut. Penelitian ini mensurvei lebih dari 30.000 responden di 22 negara secara global, termasuk 1.010 responden dari Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peluang usaha

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top