Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meraup Cuan Peluang Kemitraan Salon dan Cuci Mobil Beromzet Ratusan Juta Rupiah

System yang ditawarkan Autoglaze dalam bisnisnya ini bukan berbentuk franchise atau waralaba tetapi kemitraan. Artinya, calon investor hanya cukup berinvestasi, selanjutnya tidak perlu memikirkan operasional dan karyawan sebab semuanya akan dihandle oleh perusahaan.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 25 Maret 2020  |  06:20 WIB
Cuci mobil - pamor1.com
Cuci mobil - pamor1.com

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah pemilik mobil terus bertambah setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah mobil di Indonesia mencapai 16 juta dengan penambahan sekitar 1 juta setiap tahunnya.

Kondisi ini tentu saja memberikan peluang tersendiri bagi sejumlah bisnis, salah satunya jasa salon dan cuci mobil. Apalagi, di tengah kesibukan dan aktivitas kesehariannya, tidak banyak pemilik mobil yang mempunyai waktu untuk membersihkan kendaraannya sehingga jasa cuci dan salon mobil menjadi pilihan.

Melihat potensi tersebut, Autoglaze sebagai perusahaan yang sudah berkecimpung sejak 2009 dalam bisnis cuci dan salon mobil ini, mulai membuka peluang kerjasama melalui konsep kemitraan kepada para calon investor sejak awal Maret ini.

Stephen Setyadi, Marketing Manager Autoglaze Indonesia mengatakan system yang ditawarkan Autoglaze dalam bisnisnya ini bukan berbentuk franchise atau waralaba tetapi kemitraan. Artinya, calon investor hanya cukup berinvestasi sekitar Rp600 juta untuk membuka satu gerai Autoglaze, selanjutnya tidak perlu memikirkan operasional dan karyawan sebab semuanya akan dihandle oleh perusahaan.

“Kalau franchise kan biasanya beli putus, artinya investor mendanai dan dia yang menjalani sendiri. Kalau di kami, prinsipnya investor hanya sebagai penyedia dana, operasional bisnis akan tetap di Autoglaze,” ujarnya.

Dengan demikian, setiap jasa pelayanan yang diberikan akan sesuai dengan standardisasi yang telah ditetapkan perusahaan. Dalam konsep kemitraan ini, pihak manajemen Autoglaze akan menerapkan manajemen fee sebesar 10% dari total omzet setiap bulannya.

Stephen memperkirakan jumlah omzet yang dapat diraih oleh para calon investor setiap bulannya bisa mencapai Rp100 juta dengan asumsi dapat melayani sekitar 36 mobil setiap harinya dengan biaya layanan rata-rata sekitar Rp100.000.

Menurutnya, hingga saat ini sudah ada sekitar lima calon investor yang siap menjalin kemitraan dengan Autoglaze. Perseroan sendiri menargetkan dapat menjalin kerjasama dengan sejumlah SPBU swasta yang ada di Indonesia.

Pasalnya, saat ini Autoglaze sudah menjadi mitra resmi dari PT Pertamina Retail sehingga setiap pemilik SPBU yang ingin membuka bisnis salon dan cuci mobil dapat bermitra dengan Autoglaze.

“Jadi target kami memang mencari partner yaitu mereka yang punya SPBU dan ada lahan cukup luas kira-kira 6x20 meter. Kedua, orang yang punya tanah nganggur ngga terpakai atau yang sebelumnya sudah ada carwash tapi kurang ramai, bisa menjadi mitra kami,” tuturnya.

Jasa Layanan

Autoglaze sendiri saat ini telah mengembangkan konsep touchless atau minim sentuhan tangan untuk Autoglaze Carwash yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia. Proses pencucian ini menggunakan bahan-bahan premium dan teknologi cuci mobil yang cepat dan canggih tanpa meninggalkan kotoran serta baret sehingga lebih aman pada permukaan cat mobil.

Prosesnya pun hanya memakan waktu sekitar 20 menit hingga 25 menit. Mobil masuk langsung dishampo kemudian disemprot air untuk proses pembilasan dan dilap menggunakan microfiber. Adapun biaya sekali pencucian adalah Rp50.000.

Proses pencucian menggunakan sampo dari berbagai bahan organic ramah lingkungan. Airnya pun sudah difilter sehingga tidak merusak cat dan tidak meninggalkan noda air di mobil. Saat ini, Autoglaze Carwash sudah tersebar di sejumlah SPBU Pertamina.

Sementara itu, jika ingin membuat mobil lebih kinclong dan bebas jamur, pemilik kendaraan bisa memilih perawatan salon mobil Autoglaze Express yang saat ini tersebar di sejumlah mall. Adapun harga yang ditawarkan mulai dari Rp120ribu untuk member dan Rp500ribu untuk non member.

“Untuk menjadi member bisa membayar Rp1,5 juta untuk setahun. Ini bisa dipakai di semua cabang yang ada, baik di mall maupun SPBU. Kalau untuk carwash di SPBU yang member hanya membayar Rp40ribu sedangkan non-member Rp50ribu,” tuturnya.

Perhitungan Usaha Autoglaze

Investasi Awal : Rp600 juta (di luar sewa tempat)

Luas Lokasi        : 120 meter persegi

Manajemen fee                : 10% dari total omzet

Asumsi Omzet  : Rp100 juta

Asumsi konsumen rata-rata per hari : 36 - 40 kendaraan

Keuntungan       : 40%

BEP                       : 2 tahun

 

 

 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang usaha
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top