Efisiensi, Upaya Selamatkan Keuangan Perusahaan

Satya Radjasa, Chairman Managing Director Korn Ferry menjelaskan dua bulan terakhir ekonomi Indonesia cukup terdampak akibat pandemi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 11 Mei 2020  |  09:57 WIB
Efisiensi, Upaya Selamatkan Keuangan Perusahaan
Ilustrasi - adweek.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Masa pandemi Covid-19 memberi sentimen galau pada perusahaan sehingga membutuhkan strategi pengelolaan keuangan yang berani dari pemimpin perusahaan.

Satya Radjasa, Chairman Managing Director Korn Ferry menjelaskan dua bulan terakhir ekonomi Indonesia cukup terdampak akibat pandemi.

Pertumbuhan ekonomi kuartal I/2020 yang hanya mencatatkan 2,97% membuktikan lemahnya permintaan akibat vakumnya banyak aktivitas publik, perdagangan, dan aktivitas ekonomi. Apalagi, struktur ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada komoditas. Kondisi ini tak ayal memberi imbas pada ekonomi dari hulu ke hilir.

“Jadi kondisi keuangan perusahaan saat ini adalah how to survive dulu. Dengna demikian perlu cost optimization dengan mau tak mau dalam perusahaan cost harus ada yang dipotong,” ujar Satya kepada Bisnis melalui konferensi pers virtual, beberapa waktu yang lalu.

Dia menjelaskan strategi itu kini sudah dijewantahkan pada sejumlah perusahaan. Misalnya dengan cara Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), restrukturisasi untuk bisa bertahan, dan juga inovasi perusahaan.

Satya menilai, sebenarnya strategi cost optimization juga hanya bersifat jangka pendek.

Sementara untuk melalui masa krisis diperlukan strategi yang menjamin keberlanjutan atau sustainability. Alhasil selain cost optimization, maka banyak perusahaan yang justru mengambil jalur inovasi.

“Contohnya melakukan push melalui channel jualan secara digital. Misalnya restoran yang terdampak, sekarang tidak bisa buka outlet bertahanlah melalui delivery,” paparnya.

Selain cost optimization, dan inovasi, krisis akibat pandemi Covid-19 ini kata Satya memberikan sudut pandang baru bagi perusahaan untuk memiliki pemimpin yang berkemampuan memandu menghadapi krisis.

Satya optimistis jika perusahaan punya pemimpin yang mampu menavigasi krisis, maka perusahaan bisa melalui krisis dengan baik dan mengambil peluang selama krisis tersebut.

“Maka perusahaan harus punya pemimpin yang tangguh, mampu mengajak keluar dari situasi ini. Pada akhirnya, bukan pekerjaan konsultan yang sekarang membuat orang lakukan inovasi, pindah ke digital, tapi terbukti krisis Covid-19 yang memaksa orang go digital,” tegasnya,

Dia menambahkan, inovasi yang menentukan kesuksesan perusahaan ditentukan oleh kecepatan atau speed, eksperimen, dan task force.

Dengan strategi ini, Satya yakin perusahaan bisa lebih kuat dalam menghadapi badai krisis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perusahaan, kiat manajemen

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top