5 Kesalahan Mengelola Keuangan Pribadi yang Merugikan Perusahaan

Jadwalkan waktu untuk memeriksa surat dan memeriksa akun daring Anda. Rancang juga pemeliharaan keuangan pribadi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  13:31 WIB
5 Kesalahan Mengelola Keuangan Pribadi yang Merugikan Perusahaan
Tips Keuangan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Bagi kebanyakan orang, kesalahan keuangan pribadi hanya memengaruhi diri mereka sendiri. Bagi wirausahawan, kekeliruan pada kondisi keuangan pribadi dapat memiliki konsekuensi yang lebih besar.

Orang-orang yang dihadapi dengan keuangan ketat ketika menjalankan bisnis harus membuat pilihan sulit tentang tagihan mana yang harus dibayar, peluang mana yang harus dilepaskan dan mitra mana yang harus pergi.

Pendiri perusahaan rintisan tidak asing dengan keterbatasan modal ketika menjalankan bisnis, namun itu bukan alasan.

Menurut salah satu pendiri Techincon dan konsultan bisnis senior untuk Microsoft, Rashan Dixon, kebiasaan keuangan pribadi yang baik akan membuat wirausahawan sukses dengan memberdayakan mereka untuk memfokuskan energi pada pertumbuhan perusahaan.

Sementara itu, kebiasaan buruk dapat mengalihkan perhatian mereka dari bisnis yang dirintis hingga menghalangi kemampuan mereka untuk berkembang.

Seperti dilansir melalui entrepreneur.com, waspadai kesalahan umum keuangan pribadi ini, dan ambil tindakan proaktif untuk menjaga hidup dan pertumbuhan startup Anda tetap pada jalurnya.

1. Membiarkan skor kredit Anda turun.

Pinjaman bisnis, pinjaman pribadi, kartu kredit, dan bahkan premi asuransi semua tergantung setidaknya sebagian pada skor kredit Anda.

Jika gagal memperhatikan skor ini, seseorang dapat dibebani dengan suku bunga selangit, itupun jika mereka memenuhi syarat untuk mendapatkan fasilitas kredit.

Luangkan waktu untuk membiasakan diri dengan berbagai aspek yang berkontribusi pada skor kredit Anda.

Menurut Chime, ada lebih dari satu model yang dapat digunakan untuk menentukan skor Anda, tetapi secara keseluruhan, total penggunaan kredit, saldo, dan kredit yang tersedia paling berpengaruh.

Pahami kontributor skor kredit Anda sehingga Anda dapat mengambil langkah-langkah lanjutan untuk menjaga agar skor Anda tetap tinggi.

2. Memiliki utang berbunga tinggi.

Tidak semua utang adalah utang yang buruk, tetapi beberapa utang bisa menjadi mimpi buruk jika Anda tidak berhati-hati.

Pinjaman pelajar cenderung memiliki tingkat bunga yang masuk akal, meskipun saldo tinggi dapat membuatnya terlihat menakutkan. Pinjaman bayaran dan kartu kredit memiliki tingkat bunga yang jauh lebih tinggi daripada jalur kredit yang sebanding.

Inventarisasi semua utang dan suku bunga yang berlaku. Kemudian, mulailah membayar jumlah minimum untuk semua kewajiban kecuali utang dengan tingkat tertinggi, tempatkan fokus pada tagihan tersebut.

3. Tidak mengumpulkan dana darurat.

Kewirausahaan membawa risiko besar, bahkan bagi orang-orang yang memiliki dasar keuangan yang kuat. Dana darurat melindungi bisnis dari masalah jangka pendek dan memberi ruang gerak ketika Anda harus menunggu pemasukan.

Vanguard merekomendasikan agar setiap orang mulai mengumpulkan dana darurat untuk menutupi pengeluaran penting selama tiga hingga enam bulan ke depan. Besarannya tergantung pada situasi kondisi pribadi, seseorang mungkin perlu lebih atau kurang.

4. Tidak memisah rekening pribadi dengan rekening bisnis

Banyak pengusaha mendanai perusahaan mereka dari tabungan mereka sendiri, dan itu cara yang sangat sehat untuk memulai perusahaan. Namun, jika Anda menyetor dana dari pesanan ke rekening pribadi yang digunakan untuk membayar tagihan pribadi, hal ini dapat menjadi kesulitan keuangan yang besar.

Bahkan jika Anda seorang solopreneur yang melakukan pekerjaan lepas, usahakan untuk membuka dan mengelola rekening terpisah untuk bisnis Anda. Alih-alih mengambil dana langsung dari kas perusahaan, Square merekomendasikan untuk menerapkan konsep membayar sendiri gaji Anda.

Ketika Anda dapat mengatur besaran penghasilan, Anda dapat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang di mana posisi bisnis dan membangun tabungan untuk tumbuh dan berinvestasi.

5. Menunda pembayaran tagihan.

Menghindari tagihan dan kewajiban penganggaran dapat mengurangi stres dalam jangka pendek, tetapi semakin lama dihindari, akan semakin buruk situasinya. Utang yang tertumpuk tidak hanya berdampak buruk bagi skor kredit tapi juga dapat menjadi sumber stress yang besar ketika agen penagihan datang.

Jadwalkan waktu di kalender sepekan sekali untuk memeriksa surat dan memeriksa akun daring Anda. Pemeliharaan keuangan selama 30 menit per pekan dapat menyelamatkan Anda dan bisnis dalam jangka panjang.

Keuangan pribadi yang lebih baik berarti keuangan bisnis yang lebih baik, dan keuangan bisnis yang lebih baik berarti perjalanan yang lebih mulus menuju puncak. Luangkan waktu untuk menyelesaikan urusan Anda, lalu curahkan energi untuk perusahaan, percaya diri bahwa Anda berada di jalur yang benar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kiat manajemen, tips keuangan

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top