Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Corona Picu Fenomena Black Swan, Siapkan 4 Langkah Pencegahan

Black Swan adalah istilah yang dicetuskan oleh Nassim Nicholas Taleb yang merujuk peristiwa tidak terduga namun memberikan dampak serius yang menimbulkan gejolak dan bahkan resesi ekonomi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 01 Juni 2020  |  18:10 WIB
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif "Light It Blue" untuk menghormati tenaga kesehatan, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di New York, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2020)./Antara - Reuters
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif "Light It Blue" untuk menghormati tenaga kesehatan, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di New York, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Banyak manajemen perusahaan mengumpamakan wabah virus corona atau Covid-19 sebagai angsa hitam atau black swan.

Black Swan adalah istilah yang dicetuskan oleh Nassim Nicholas Taleb, ahli statistik Amerika-Lebanon. Istilah angsa hitam dimaksudkan kepada peristiwa tidak terduga namun memberikan dampak serius yang menimbulkan gejolak dan bahkan resesi ekonomi.

Sebuah peristiwa masuk dalam kategori black swan apabila memenuhi syarat kemungkinan kejadian peristiwa kecil, berdampak sangat besar bagi perekonomian, dan setelah peristiwa itu terjadi, kemudian akan banyak orang mulai menyadari bahwa sebenarnya setiap risiko dapat diperhitungkan.

VP dan Group Director Forrester, Stephanie Balaouras, pandemi virus corona mengungkapkan ada begitu banyak perusahaan kurang berinvestasi dalam teknologi yang dapat diandalkan untuk mendorong pengalaman karyawan dan keterlibatan pelanggan.

Pada tahun 2020, pandemi dan risiko sistemik yang berkelanjutan akan memaksa setiap perusahaan untuk bebenah dan menjadi lebih tangguh.

Ketahanan sendiri adalah kemampuan untuk mewujudkan misi dan visi perusahaan terlepas dari segala jenis krisis atau gangguan. Hambatan itu meliputi cuaca ekstrem, pergolakan politik, serangan cyber, atau wabah penyakit berikutnya.

"Faktanya, kami percaya bahwa ketahanan akan menjadi keunggulan kompetitif bagi mereka yang mengimplementasikannya sebagai prinsip inti perusahaan," ujarnya seperti dikutip melalui ZDNet, Senin (1/6/2020).

Perusahaan yang tangguh memiliki strategi dan kerangka kerja untuk identifikasi dan mitigasi risiko, perencanaan dan kesiapan kesinambungan bisnis yang menyeluruh, respon krisis dan kapabilitas yang fleksibel, dan sistem bisnis yang dirancang untuk menghadapi redundansi dan ketergantungan.

Balaouras menambahkan bahwa perusahaan yang tangguh harus menjalankan 4 fokus untuk mencegah fenomena black swan merusak sendi bisnis, langkah itu meliputi:

  1. Membangun hubungan yang kuat, tepercaya, dan dapat diandalkan dengan pelanggan
  2. Menjadi perusahaan pilihan yang dapat dengan mudah merekrut dan mempertahankan talenta terbaik
  3. Melindungi pendapatan dan reputasi mereka selama krisis
  4. Pulih lebih cepat dari pesaing

"Apa yang menjadi jelas bagi saya adalah, untuk mencapai ketahanan, Anda harus melibatkan setiap bagian organisasi mulai dari kepala eksekutif, pemimpin lini bisnis hingga pemimpin teknologi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

entrepreneur tips keuangan Virus Corona

Sumber : ZDNet

Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top