Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Investasi di Tengah Pandemi Virus Corona

Strategi investasi harus diatur ulang di tengah pandemi virus corona. Anda tentunya bisa membuat uang tetap bekerja untuk Anda, tetapi tetap perhatikan risiko investasi.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 09 Juni 2020  |  10:58 WIB
Perempuan mandiri - boldsky.com
Perempuan mandiri - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) tidak menghalangi masyarakat untuk melakukan investasi. Tentunya, Anda bisa memilih instrumen investasi yang aman.

Dalam kondisi seperti saat ini, instrumen investasi apa yang bisa dimanfaatkan untuk membuat uang Anda keringetan alias bekerja keras untuk Anda?

Dimas Ardhinugraha, Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mengungkapkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan investasi. Berikut saran dari Dimas:

1. Pilih yang aman

Simpan uang di tempat yang aman. Kedengarannya klise dan remeh. Namun, ada dua maling yang tidak terlihat mata dan diam-diam mengintai duit kita, yaitu inflasi dan investasi bodong.

Tidak sedikit yang terjebak disini. Tergiur janji-janji keuntungan yang fenomenal besarnya dengan tingkat risiko yang (katanya) kecil, akhirnya malah kejeblos dalam investasi bodong dan uang pun hilang.

Sementara itu, inflasi siap mengintai uang yang disimpan di bawah bantal atau celengan selama bertahun-tahun.  Sehingga daya beli uang yang disimpan malah akan turun. Tidak sedikit orang yang beranggapan tabungan sebagai tempat yang aman dari incaran maling. Padahal, maling inflasi juga mengincar uang yang disimpan di tabungan dalam jangka panjang.

2. Perhatikan tingkat risiko investasi

Semua instrumen investasi memiliki risiko. Pilihlah tingkat risiko yang sesuai. Jangan tergiur imbal hasil tinggi, tapi malah membuat khawatir, tidur tidak nyenyak, dan berujung pada munculnya berbagai penyakit.

Karena dalam investasi berlaku prinsip high risk dengan high return. Jadi, kalau Anda dijanjikan imbal hasil tinggi, tentunya Anda harus siap mental untuk menanggung tingkat risiko kerugian yang tinggi pula. Demikian sebaliknya.

3. Lakukan diversifikasi investasi

Salah satu prinsip utama dalam investasi adalah ‘jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang’ yang menggambarkan pentingnya untuk mengalokasikan investasi kita dalam beberapa instrumen investasi.

Tujuannya adalah untuk meminimalisir risiko apabila ada hal yang tidak terduga mempengaruhi salah satu aset investasi anda. Ingat, kita mau membuat uang kita keringetan, bukan kita yang keringetan.

4. Reksa dana sebagai pilihan investasi

Reksa dana dapat dipertimbangkan apabila ketiga faktor di atas merupakan fokus investasi anda. Reksa dana dikelola oleh manajer investasi profesional dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) memastikan pengelolaan investasi dilakukan secara prudent.

Reksa dana juga memiliki variasi jenis kelas aset yang memiliki tingkat risiko berbeda, dari yang konservatif hingga agresif, sehingga memberi pilihan bagi kita sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan investasi. Reksa dana juga menerapkan prinsip diversifikasi, di mana portofolio investasi reksa dana berisi dari berbagai jenis saham, obligasi, atau instrumen pasar uang.

Bagi investor pemula, saya merekomendasikan reksa dana pasar uang untuk mencoba mekanisme investasi di reksa dana. Reksa dana pasar uang memiliki tingkat risiko konservatif dengan potensi imbal hasil kompetitif dengan deposito.

Sebagai penutup, saya ingin sampaikan bahwa dalam kondisi seperti saat ini, jangan biarkan uang Anda rebahan. Manfaatkan reksa dana pasar uang untuk membuat uang keringetan alias bekerja keras.

Reksa dana pasar uang aman, karena diawasi oleh OJK. Selain itu, reksa dana pasar uang memiliki tingkat risiko yang rendah dan bersifat likuid alias bisa dicairkan kapan saja tanpa biaya keluar/masuk. Anda hanya perlu menghubungi perusahaan manajer investasi atau agen penjual efek reksa dana untuk mulai berinvestasi di reksa dana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manajemen tips keuangan Virus Corona tips investasi
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top