Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dimulai Kala WFH, Kakak Beradik Ini Sukses Bisnis Burger Lokal Beromzet Puluhan Juta

Setelah melakukan riset kecil-kecilan, keduanya memutuskan untuk memulai bisnis burger yang dibuat secara homemade dengan racikan bumbu rahasia yang tidak ditemukan di tempat lain. Bisnis tersebut kemudian diberi nama Burger Lokal.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 19 Juli 2020  |  08:54 WIB
Burger lokal
Burger lokal

Bisnis.com, JAKARTA -- Berawal dari obrolan santai kakak beradik Aldo Renathan dan Adriansyah Pamungkas saat bekerja dari rumah atau work from home (WFH) di masa pandemi Covid-19, keduanya sepakat mengembangkan bisnis kuliner yang simple dan banyak diminati masyarakat tetapi ramah di kantong.

Setelah melakukan riset kecil-kecilan, keduanya memutuskan untuk memulai bisnis burger yang dibuat secara homemade dengan racikan bumbu rahasia yang tidak ditemukan di tempat lain. Bisnis tersebut kemudian diberi nama Burger Lokal.

Dengan modal awal Rp3,5 juta, keduanya lantas membeli bahan baku dan berbagai peralatan yang dibutuhkan untuk membuat burger, mulai dari alat panggang, penggorengan khusus, hingga kulkas freezer atau chiller.

“Kami memulai bisnis benar-benar dari rumah, pakai kompor dan alat-alat yang sudah ada di rumah sama membeli beberapa peralatan yang dibutuhkan. Untuk bahan bakunya kami mendapatkan dari supplier, pas awal itu nyoba stok sekitar 5 sampai 10 kg,” ujar Aldo.

Daging yang dibeli merupakan daging giling yang kemudian dibentuk sendiri oleh Aldo dan Ardiansyah dengan tambahan bumbu khas Burger Lokal. Selain burger nya, saos yang digunakan juga istimewa karena benar-benar diracik sendiri. Keduanya bahkan membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk mencoba hingga mendapatkan rasa yang cocok.

“Burger ini sebetulnya bisnis yang simple dan gampang membuatnya yang penting sudah punya resep sendiri untuk mengolah dengan daging yang fresh, roti yang renyah, dan saos yang nikmat. Burger juga disukai ngga hanya anak muda tetapi juga orang tua dan anak-anak,” ujarnya.

Untuk proses pemasarannya, Aldo dan Ardian memulai dengan memanfaatkan channel media online seperti instagram, whatsapp, dan tersebar dari mulut ke mulut. Mereka juga mulai memanfaatkan penjualan melalui GoFood.

Adapun segementasi pasar yang dituju oleh Burger Lokal ialah kalangan kelas menengah. Penentuan tersebut sangat penting untuk menentukan range harga yang ingin ditetapkan. Saat ini, Burger Lokal memiliki berbagai varian dengan range harga mulai dari Rp18.500 hingga Rp25.500 dan untuk paket burger yang sudah termasuk minum dan kentang, harganya tidak sampai Rp50.000.

Untuk menu andalan yang ditawarkan Burger Lokal ada BDK atau Burger Dengan Keju. Selain itu, pelanggan juga dapat meng-customize burger pesananannya dengan tambahan daging, keju, telur, ataupun saos. Ada tiga pilihan rasa untuk saos yaitu original, barbeque, dan mushroom.

“Kami mulai akhir April. Ketika rasa sudah firm, kami kemudian coba resgitrasi di GrabFood dan GoFood tetapi saat ini baru ada di GoFood, semoga bisa segera masuk ke GrabFood,” ujarnya.

Diakui olehnya, bahwa penjualan melalui aplikasi pesan antar tersebut cukup tinggi. Terbukti sekitar 70 persen penjualan dari Burger Lokal ketika masih berbentuk cloud kitcher, disumbang oleh pembelian secara online melalui GoFood.

Saat awal pengembangan, rata-rata penjualan Burger Lokal mencapai sekitar 30 porsi per hari, dan secara perlahan meningkat hingga mencapai 100 porsi perhari.

Setelah bisnisnya beroperasi selama dua bulan, Aldo dan Ardiansyah optimistis dapat mengembangkan bisnis ini secara maksimal sehingga mereka pun mulai membuka gerai pertama yang berlokasi di Jatiwaringin, Jakarta Timur.

“Bisnis ini kami seriusin karena memang ada timingnya di sini saat ekonomi juga lagi stagnan sehingga perlu lebih kreatif dan kami buka gerai pertama yang 90% pembelian secara take away, kalau memang ada yang mau dine in tipis-tipis bisa saja, kami beri meja dan kursi di bagian depan,” terangnya.

Antusiasme pasar terhadap pembukaan gerai pertama Burger Lokal ternyata cukup besar. Mereka bahkan bisa mencatatkan penjualan hingga mencapai 300 porsi dalam sehari. Untuk menarik minat pelanggan, pihaknya juga rutin mengupload berbagai hal di media sosial termasuk memberkan give away berupa merchandise bagi follower Burger Lokal.

Aldo optimistis usaha yang dijalankan bersama adiknya tersebut dapat berkembang pesat. Apalagi sang adik secara serius menggarap bisnis ini dengan resign dari pekerjaan sebelumnya sebagai desain arsitek di salah satu perusahaan fast food ternama.

“Adik saya (Ardiansyah) yang menghandel secara operasional bisnis ini day per day. Dari pengalaman kerja sebelumnya di perusahaan fast food, sedikit banyak dia tahu ilmu how to develop bisnis ini. Saya terbantu juga dengan dia, bahkan dia rela untuk resign demi fokus mengembangkan usaha Burger Lokal ini,” tutur pria kelahiran 1987 ini.

Setelah membuka gerai pertamanya di Jatiwaringin, Bekasi, Burger Lokal tengah membidik untuk membuka beberapa gerai di lima lokasi di Jakarta pada tahun ini dan awal tahun depan, termasuk merambah kota-kota besar lainnya di luar Jakarta.

Untuk membuka gerai baru, Aldo berharap bisa bekerja sama menggandeng partner dengan model bisnis profit sharing atau bagi hasil. Model bisnis tersebut menurutnya masih dalam proses pembahasan dan diharap bisa segera final.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peluang bisnis burger
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top