Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wow, Multi-jutawan Inggris Ini Menambang Berlian dari Langit

Seorang multi-jutawan Inggris dan ahli lingkungan baru-baru ini tengah mengembangkan teknologi untuk membuat ribuan karat berlian negatif-karbon yang dia 'tanam' di laboratorium dan menggunakan 'material dari langit.'
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 02 November 2020  |  13:26 WIB
Dale Vance memegang berlian buatannya
Dale Vance memegang berlian buatannya

Bisnis.com, JAKARTA - Selama ini, berlian yang kita tahu di dapat dari proses penambangan yang dilakukan pada medan tambang yang berbahaya dan dianggap memberikan dampak negatif bagi lingkungan.

Seorang multi-jutawan Inggris dan ahli lingkungan baru-baru ini tengah mengembangkan teknologi untuk membuat ribuan karat berlian negatif-karbon yang dia 'tanam' di laboratorium dan menggunakan 'material dari langit.'

Dilansir melalui Guardian, Dale Vince, pendiri pemasok energi hijau Ecotricity, mengklaim telah mengembangkan satu-satunya berlian di dunia yang dibuat dari karbon, air, dan energi yang bersumber langsung dari "fasilitas penambangan langit" di Stroud, Gloucestershire, Inggris.

Teknologi hijau ini menggunakan karbon dioksida yang ditangkap langsung dari atmosfer untuk membentuk berlian, yang secara kimiawi identik dengan berlian yang ditambang dari bumi, menggunakan listrik tenaga angin dan matahari, dengan air yang dikumpulkan dari hujan.

Menurut Vince, proses ini menghasilkan berlian pertama yang tidak memberikan dampak buruk terhadap dunia. Berlian produksinya bahkan diklaim dapat membantu membersihkan udara dengan menghilangkan karbon dioksida secara langsung dari atmosfer.

Pengusaha energi bersih tersebut berharap dapat menantang industri penambangan berlian tradisional yang menyebabkan kerusakan permanen pada lingkungan.

"Membuat berlian dari langit, dari udara yang kita hirup, adalah ide magis dan menggugah. Ini alkimia modern. Kita tidak perlu menambang bumi untuk memiliki berlian, kita bisa menambang langit," kata Vince, seperti dikutip melalui Guardian, Senin (2/11).

Vince mengatakan dia belum memutuskan label harga untuk permata ramah lingkungan ini, yang diakreditasi oleh International Gemological Institute.

Berlian yang ditanam di laboratorium semakin populer karena kesadaran akan dampak lingkungan dan sosial ekonomi dari industri pertambangan telah mengalami peningkatan.

Selain konflik berdarah yang meletus di daerah penghasil berlian, penelitian telah menunjukkan bahwa memproduksi batu satu karat dapat melibatkan perpindahan 1.000 ton batu dan bumi, 3.890 liter air, dan lebih dari 108 kg emisi karbon dioksida.

Vince mengharapkan usaha barunya, Sky Diamonds, untuk menghasilkan 200 karat berlian negatif karbon setiap bulan, tetapi fasilitas tersebut dikatakan dapat meningkatkan hingga menciptakan 1.000 sebulan dalam tahun depan.

Dia mengatakan kepada Guardian bahwa Sky Diamonds akan menggunakan proses yang dikenal sebagai deposisi uap kimia untuk membuat berlian di fasilitas Gloucestershire miliknya.

Proses ini biasanya melibatkan penempatan "benih berlian" di dalam ruang tertutup, atau "pabrik berlian", yang dipanaskan hingga 800 derajat celcius dan diisi dengan gas metana yang kaya karbon.

Unsur-unsur karbon secara bertahap akan terikat dengan "benih" untuk menciptakan berlian yang secara anatomis identik dengan batu yang membutuhkan waktu miliaran tahun untuk tumbuh di bawah tanah.

Vince telah berjanji untuk mengambil karbon dioksida langsung dari udara dan akan menghasilkan hidrogen yang dibutuhkan untuk membuat metana dengan memecah molekul air hujan menggunakan mesin elektrolisis bertenaga energi terbarukan.

"Tidak ada hal lain yang cukup baik bagi kami saat kami mendapat ide ini," kata Vince.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

berlian daftar miliarder penambangan bijih besi tokoh bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top