Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kebutuhan Kincir Air Tambak Udang Capai 1,5 Juta Unit

Untuk mendukung pencapaian target peningkatan budidaya untuk ekspor hingga 250 persen, dibutuhkan sekitar 1,5 juta unit kincir air hingga 2024. Barata Indonesia berupaya menangkap peluang pengadaan dengan mengembangkan produk hemat energi.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 05 Maret 2021  |  21:19 WIB
Kincir angin tambak udang.  - Solopos
Kincir angin tambak udang. - Solopos

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk mendukung pencapaian target peningkatan budidaya untuk ekspor hingga 250 persen, dibutuhkan sekitar 1,5 juta unit kincir air hingga 2024. Barata Indonesia berupaya menangkap peluang pengadaan dengan mengembangkan produk hemat energi.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyatakan kebutuhan kincir air hingga 2024 yakni sebesar 1,5 juta unit untuk mendukung peningkatan budidaya udang lokal untuk ekspor hingga 250 persen.

"Ke depan kebutuhan sarana prasarana untuk peningkatan ekspor udang ini dapat dipenuhi dari hasil inovasi dalam negeri dan menjadi produk kebanggaan nasional," kata Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenkomarves Safri Burhanuddin seperti dikutip dalam keterangan pers, Jumat (5/3/2021).

Ia pun mengapresiasi inovasi yang dihasilkan melalui hasil kolaborasi antara perguruan tinggi vokasi dengan industri berupa berupa kincir air tambak udang buatan anak negeri.

Kolaborasi tersebut melibatkan PT Barata Indonesia (Persero), Poltek KP Sidoarjo, serta badan riset Kemenko Marves, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kerja sama tersebut ditandai dengan Penandatanganan nota kesepahaman Kincir Air Tambak pada Pameran Nasional Bangga Buatan Indonesia di The Mandalika Lombok, Rabu (3/3/2021).

Rahman Sadikin, Menurut Direkur Keuangan Dan SDM PT Barata Indonesia (Persero), mengatakan langkah kerja sama tersebut merupakan respon perseroan terhadap tantangan bisnis di tengah pemulihan ekonomi nasional secara adaptif melalui pengembangan bisnis kincir air.

"Kincir air yang ada di pasaran harganya relatif mahal dan biaya operasional dan perawatannya pun besar. Merespon hal ini Barata sebagai BUMN Manufaktur berkolaborasi membuat inovasi teknologi kincir air hemat energi dari 100 persen bahan lokal," ujar Rahman.

Barata sebagai BUMN Manufaktur berkomitmen dalam meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di semua proyek-proyek strategis nasional juga produk manufaktur yang dihasilkan.

“Inovasi Teknologi Kincir Air ini merupakan kontribusi nyata Barata dalam peningkatan ekspor udang yang kualitasnya tidak kalah dari impor,” ujarnya.

Kincir air merupakan salah satu sarana budidaya perikanan yang memiliki peran penting dalam menciptakan kondisi agar terjadi keseimbangan ekosistem perairan tambak.

Kincir air memiliki fungsi sebagai penyuplai oksigen perairan tambak dan membantu dalam proses pemupukan dan pencampuran karakteristik air tambak lapisan atas dan bawah.

Pengoperasian kincir air juga membantu dalam membersihkan kotoran-kotoran yang ada di dasar tambak sehingga menstabilkan kualitas air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tambak udang kincir angin PT Barata Indonesia
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top